Perkuat Energi Terbarukan Berbasis Bendungan, PJT I Raih Penghargaan dalam Ajang Listrik Indonesia Award 2026

Perkuat Energi Terbarukan Berbasis Bendungan, PJT I Raih Penghargaan dalam Ajang Listrik Indonesia Award 2026

Jakarta, 22 April 2026 — Perum Jasa Tirta I kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang Listrik Indonesia Award 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah Listrik Indonesia di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Rabu (22/4).

Dalam ajang tersebut, Perum Jasa Tirta I dianugerahi penghargaan “Leading Companies in Renewable Energy Development Through Dam Infrastructure Optimization”, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi perusahaan dalam pengembangan energi terbarukan melalui optimalisasi infrastruktur bendungan.

Optimalisasi bendungan yang dilakukan PJT I mencerminkan pendekatan multipurpose infrastructure, di mana fungsi utama pengelolaan air dipadukan dengan pemanfaatan energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM). Strategi ini menjadi salah satu kontribusi nyata PJT I dalam mendukung target bauran energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Penghargaan diserahkan oleh Dewan Pakar Listrik Indonesia, Bapak Riki F. Ibrahim, dan diterima oleh Brian Yangesa Putra, Tenaga Ahli Muda Divisi Inovasi Bisnis dan Portofolio Perum Jasa Tirta I, yang hadir mewakili Direktur Utama.

Listrik Indonesia Award 2026 merupakan bentuk penghargaan bergengsi yang diberikan kepada individu maupun perusahaan atas kontribusi nyata dalam pembangunan sektor kelistrikan dan energi di Indonesia. Ketua Dewan Pakar Majalah Listrik Indonesia, Herman Darnel Ibrahim, menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah kompetisi, melainkan hasil penilaian mendalam melalui riset tim Majalah Listrik Indonesia yang kemudian disetujui oleh Dewan Pakar dan Dewan Redaksi.

Capaian ini semakin memperkuat posisi PJT I sebagai BUMN pengelola sumber daya air yang tidak hanya berorientasi pada layanan publik, tetapi juga adaptif terhadap tantangan energi masa depan melalui inovasi berbasis infrastruktur bendungan.

JAGA KEBERLANJUTAN ALIRAN KALI MAS, PJT I PERSIAPKAN FLUSHING BENDUNG KARET GUBENG

Jaga Keberlanjutaan Aliran Kali Mas, PJT I Persiapkan Flushing Bendung Karet Gubeng

Surabaya – Sebagai upaya dalam menjaga keandalan infrastruktur pengairan yang berperan vital di aliran Sungai Kali Mas, Perum Jasa Tirta I (PJT I) dijadwalkan melaksanakan kegiatan pemeliharaan berupa penggelontoran sedimen atau flushing di Bendung Karet Gubeng yang direncanakan pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PJT I dalam rangka mendukung Program Kali Bersih Pemerintah Kota Surabaya.

Kali Mas, yang merupakan salah satu dari 40 anak sungai di Wilayah Sungai Brantas, membentang sepanjang ± 13 km dari Pintu Air Wonokromo hingga muara. Aliran ini memegang fungsi krusial. Tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir drainase kota, tetapi juga menjadi tumpuan bagi sarana wisata air yang menjadi ikon kebanggaan Kota Surabaya. Oleh karena itu, kesehatan sungai dan keberlanjutan fungsi sarana prasarana pengairan yang terdapat pada Kali Mas seperti Pintu Air Wonokromo dan Bendung Karet Gubeng menjadi prioritas utama.


Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 PJT I, Ariet Setiawan, menjelaskan bahwa dengan kegiatan flushing dapat membantu material karet pada Bendung Karet Gubeng tetap awet dan tidak mudah getas. “Endapan sedimen dan sampah yang menumpuk di hulu bendung jika dibiarkan dapat membebani material karet secara berlebih. Selain memperpanjang usia teknis bendung, pengerukan dan penggelontoran yang dilaksanakan bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung sungai guna mengantisipasi debit air yang berlebih pada saat musim hujan,” jelasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan stakeholder lintas sektor di Kota Surabaya mulai dari BBWS Brantas, DSDABM, DLH, BPBD, unsur TNI/Polri, BMKG Tanjung Perak, Diskominfo, perangkat daerah Kota Surabaya dan elemen masyarakat, dengan mempertimbangkan data pasang surut pelabuhan, kondisi curah hujan dan mitigasi potensi keramaian, pelaksanaan flushing disepakati dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026 mulai pukul 22.00 WIB dan kegiatan diharapkan dapat tuntas pada Kamis, dini hari pukul 01.30 WIB.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pengkondisian area lokasi flushing , kegiatan pengambilan sampel kualitas air di hulu pada lokasi bendung dan di hilir sebelum dan sesudah flushing , dilanjutkan pengaturan debit dari hulu, pembukaan Bendung Karet Gubeng, pembersihan sedimen, serta monitoring pasca kegiatan di beberapa lokasi titik pantau. Koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak juga akan terus dilaksanakan dalam rangka menyiapkan agar kegiatan flushing Bendung Karet Gubeng ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Mengingat akan adanya peningkatan debit air di hilir Bendung Karet Gubeng, Ariet menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di alur Kali Mas di sekitar Bendung Karet Gubeng. “Kami meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas di area hilir Bendung Karet Gubeng terutama para pencari ikan guna menghindari risiko akibat arus yang deras dan kondisi yang licin, sehingga pelaksanaan flushing ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tegas Ariet.

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I

Tinjau Layanan SPAM Bango: Dirut PJT I Pastikan Keandalan Pasokan Air Bersih untuk Masyarakat Kota Malang

Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) terus melakukan langkah-langkah strategis dalam memberikan pelayanan kepada PDAM Kota Malang melalui Water Treatment Plant (WTP) Sungai Bango. Kondisi lingkungan yang terdegradasi menjadi tantangan utama dalam pengelolaan WTP Bango saat ini. Utamanya ketika intensitas hujan tinggi yang berdampak pada debit air sungai Bango termasuk sampah yang terbawa oleh air. 

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam pengolahan air baku dari Sungai Bango, yakni tingginya beban sampah. “Hal yang menjadi perhatian kita bersama adalah kondisi air baku yang sangat dipengaruhi oleh sampah, terutama saat hujan di mana debit banjir membawa sampah dari hulu. Ini merupakan dampak dari kebiasaan pembuangan sampah ke sungai maupun sistem pengelolaan sampah yang belum memadai” ungkap Fahmi. 

Mengantisipasi kondisi tersebut PJT I mempersiapkan beberapa langkah strategis untuk memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan air baku tetap terjaga secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Malang. Langkah konkret yang dilakukan adalah melakukan penanganan hambatan pada pipa intake akibat sampah melalui pembersihan intensif di area intake dengan menerjunkan tim selam khusus yang dilatih untuk melakukan pembersihan sedimen dalam air. 

Selain itu, PJT I telah memasang unit trash boom guna menghalau sampah permukaan agar tidak masuk ke dalam sistem pengolahan. Vice President Pengembangan Bisnis PJT I, Didik Ardianto, menjelaskan bahwa tantangan operasional saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor alam. 

“Saat curah hujan tinggi, debit sungai membawa muatan yang tidak hanya sampah namun juga sedimen yang dapat menutup saluran intake. Kami menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat,” ungkap Didik, Selasa (17/3/2021). 

Menurutnya, sedimen dan sampah tentu berdampak pada kualitas air baku dari sungai yang masuk melalui intake. Namun bagi PJT I kualitas air adalah prioritas yang harus dijaga. “SOP pengelolaan SPAM Bango mengharuskan operator untuk melakukan penyesuaian produksi guna memastikan air yang dihasilkan tetap memenuhi standar kesehatan,” tambah Didik. 

Ia menegaskan bahwa kualitas air produksi dipantau secara real-time melalui sistem SCADA dan juga melalui pengujian berkala setiap jam oleh petugas PJT I. “Hasil pengolahan kami secara konsisten memenuhi standar air minum sesuai Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hal ini diperkuat dengan pengujian rutin oleh laboratorium independen (Sucofindo) yang menunjukkan bahwa sejak operasional Agustus 2025, kualitas air selalu memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan,” tambahnya. 

PJT I telah menyiapkan beberapa langkah antisipatif dalam menghadapi tantangan perubahan musim agar pasokan tetap stabil. Berdasarkan studi kelayakan teknis, debit air (baseflow) Sungai Bango berada pada level yang aman untuk menjaga kontinuitas produksi meskipun memasuki musim kemarau. Langkah-langkah preventif dan perawatan aset juga terus dilakukan agar WTP Bango tetap menjadi pilar kemandirian air bersih bagi Kota Malang. 

Fahmi Hidayat menambahkan, tantangan pengelolaan WTP Bango kedepan yang semakin kompleks memerlukan sinergi lintas sektor. Termasuk upaya kolektif dalam merubah perilaku masyarakat mulai dari hal yang sederhana, tidak membuang sampah sembarangan, pengembalian tata guna lahan di hulu yang menyebabkan peningkatan laju erosi hingga perbaikan vegetasi. 

“Kami berharap keandalan WTP Bango bisa maksimal melayani kebutuhan masyarakat Kota Malang dari sisi kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Di samping komitmen insan PJT I juga untuk terus melakukan evaluasi operasional secara komprehensif,” tutup Fahmi. 

MUDIK GRATIS 2026 PJT I

Lewat Program Mudik Gratis 2026, PJT I Antarkan Ratusan Pemudik Pulang dengan Aman dan Nyaman

Lewat Program Mudik Gratis 2026, PJT I Antarkan Ratusan Pemudik Pulang dengan Aman dan Nyaman

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, semangat untuk kembali ke kampung halaman kembali terasa di berbagai penjuru. Di tengah meningkatnya kebutuhan transportasi, Perum Jasa Tirta I (PJT I) hadir memberikan solusi melalui program mudik gratis yang tidak hanya meringankan beban biaya, tetapi juga memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Mudik Gratis Aman 2026: Berbagi Harapan Bersama Jasa Tirta I”, sebanyak 377 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa menggunakan 10 armada bus dari dua titik keberangkatan, yakni Jakarta dan Malang.

Program ini secara resmi dilepas oleh Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, bersama jajaran manajemen pada Selasa (17/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa mudik merupakan momen penting yang tidak hanya berkaitan dengan mobilitas, tetapi juga memiliki nilai sosial dan emosional yang kuat bagi masyarakat Indonesia.

“Bagi banyak orang, mudik adalah perjalanan penuh makna untuk kembali berkumpul dengan keluarga. Kami ingin memastikan perjalanan tersebut dapat dilakukan dengan lebih aman, nyaman, dan tanpa beban,” ujarnya.

Rute perjalanan mencakup berbagai kota tujuan, antara lain Bandung, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Jember, Purwokerto, hingga Semarang melalui jalur Solo dan Tuban. Pada pelaksanaan tahun ini, PJT I juga menambah rute baru menuju Ponorogo serta meningkatkan jumlah armada sebagai bentuk respons atas tingginya minat masyarakat.

Tidak hanya menyediakan transportasi, PJT I juga memperhatikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan. Setiap peserta mendapatkan fasilitas berupa goodie bag yang berisi bantal perjalanan, makanan ringan, nasi, air mineral, serta obat-obatan ringan untuk mendukung kondisi selama perjalanan jarak jauh.

Dari sisi keselamatan, perusahaan memastikan seluruh kru bus dalam kondisi prima melalui pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan, termasuk pengecekan kondisi fisik dan tekanan darah pengemudi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PJT I dalam mengutamakan keselamatan perjalanan.

Selain itu, jadwal keberangkatan tahun ini dibuat lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan agar para pemudik dapat tiba di kota tujuan pada waktu yang lebih aman dan nyaman, sekaligus menghindari potensi kepadatan lalu lintas di malam hari.

Bagi para peserta, program ini memberikan manfaat nyata. Salah satunya dirasakan oleh Sumaryono, pegawai PPPK Kecamatan Klojen, yang telah dua kali mengikuti mudik gratis PJT I.

“Program ini sangat membantu, terutama dari sisi biaya. Selain itu, fasilitas dan keamanannya juga membuat kami merasa lebih tenang selama perjalanan,” ungkapnya.

Melalui program mudik gratis ini, PJT I tidak hanya menghadirkan kemudahan akses transportasi, tetapi juga memperkuat peran perusahaan sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang hadir untuk masyarakat. Ke depan, PJT I berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini, termasuk membuka peluang penambahan rute baru hingga luar Pulau Jawa sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku.

Komitmen Berkelanjutan dalam Tata Kelola Sumber Daya Air, Perum Jasa Tirta I Raih Penghargaan di Ajang Anugerah BUMN 2026

Komitmen Berkelanjutan dalam Tata Kelola Sumber Daya Air, Perum Jasa Tirta I Raih Penghargaan di Ajang Anugerah BUMN 2026

Jakarta, 10 Maret 2026 — Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih penghargaan dalam ajang 15th Anugerah BUMN 2026 yang diselenggarakan oleh BUMN Track di Sumba Ballroom, Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (10/3).

Dalam ajang tersebut, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, dinobatkan sebagai Best CEO kategori Water Resources Governance & Sustainability. Selain itu, Perum Jasa Tirta I juga berhasil meraih penghargaan 3rd Best Corporate kategori Transformasi Organisasi.

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Heddy Bramantya, Kepala Sub Divisi Inovasi Bisnis Perum Jasa Tirta I, yang hadir mewakili Direktur Utama dalam seremoni penganugerahan.
Ajang Anugerah BUMN 2026 yang mengusung tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Kinerja Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan” memberikan apresiasi kepada BUMN yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul, kepemimpinan yang kuat, serta kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi organisasi serta memperkuat tata kelola pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Perum Jasa Tirta I dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan inovasi, serta memastikan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa pengelolaan air yang baik merupakan fondasi penting dalam mendukung ketahanan air nasional dan pembangunan ekonomi Indonesia,” ujar Fahmi.

Menurutnya, sebagai BUMN yang memiliki mandat dalam pengelolaan sumber daya air, Perum Jasa Tirta I terus berupaya menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan guna memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

“Ke depan, Perum Jasa Tirta I akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mendorong transformasi berkelanjutan agar perusahaan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Perum Jasa Tirta I untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat perannya sebagai pengelola sumber daya air yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat dan negara.
—————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

Pasar Murah PJT I 1447 H

Perkuat Kepedulian Sosial Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Perum Jasa Tirta I Kembali Gelar Pasar Murah Ramadan 1447 H di berbagai Wilayah Kerja

Malang – Dalam rangka menyongsong dan mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali menyelenggarakan Program Tebus Murah Sembako (TMS) sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan perdana dilaksanakan di Kelurahan Kedungkandang, Kota Malang pada 25 Februari 2026, dengan menyalurkan 200 paket sembako murah kepada masyarakat. Selanjutnya, program dilaksanakan di Desa Grudo dan Desa Selopuro, Kabupaten Ngawi—wilayah tepian Sungai Bengawan Solo—dengan total 150 paket sembako, bekerja sama dengan Komunitas Kecanduan Sedekah Ngawi (KSN) pada 27 Februari 2026.

Setiap paket sembako terdiri atas beras 3 kg, minyak goreng, tepung terigu, gula, garam, dan mi instan senilai Rp.120.000 yang dapat ditebus dengan harga Rp30.000 per paket oleh masyarakat sehingga diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan rumah tangga menjelang dan selama Ramadan.

Program Tebus Murah Sembako merupakan agenda rutin Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I setiap bulan Ramadan. Tidak hanya di Malang dan Ngawi, kegiatan serupa juga digelar secara bertahap di berbagai wilayah kerja PJT I. Rangkaian selanjutnya akan dilaksanakan di Banjarnegara pada 5 Maret 2026.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar wilayah kerja.

“Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan. Melalui Program Tebus Murah Sembako ini, Perum Jasa Tirta I ingin memastikan kehadiran BUMN benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya dalam pengelolaan sumber daya air, tetapi juga dalam kontribusi sosial yang berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, setiap kegiatan TMS juga disertai sosialisasi mengenai peran dan tugas PJT I dalam pengelolaan sumber daya air. Masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, diajak untuk bersama-sama menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran. Edukasi ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas air demi keberlanjutan ekosistem dan ketersediaan air bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen PJT I dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui integrasi program sosial dan edukasi lingkungan, PJT I berupaya memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya diwujudkan dalam aspek operasional pengelolaan sumber daya air, tetapi juga dalam pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, program ini juga mendukung agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, memperluas pemerataan kesejahteraan, serta membangun pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT I berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.
—————————————————————————————————–
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

BERBAGI HARAPAN DENGAN MASYARAKAT MELALUI PERJALANAN MUDIK YANG AMAN, PERUM JASA TIRTA I (PJT I) KEMBALI HADIRKAN MUDIK GRATIS BERSAMA BUMN 2026

Berbagi Harapan Dengan Masyarakat Melalui Perjalanan Mudik yang Aman, Perum Jasa Tirta I (PJT I) Kembali Hadirkan Mudik Gratis Bersama BUMN 2026

Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) telah membuka kembali pendaftaran Mudik Gratis Bersama Jasa Tirta I Tahun 2026. Program ini sejalan dengan penyelenggaraan program Mudik Gratis Bersama BUMN yang rutin digelar melalui sinergi lintas pihak guna mendukung peningkatan pelayanan dan keselamatan masyarakat pada masa Angkutan Lebaran. Mengusung tema “Mudik Aman, Berbagi Harapan”, BUMN berkomitmen hadir untuk masyarakat Indonesia melalui pelayanan perjalanan mudik yang aman, tertib, dan bermakna.

Pada tahun ini, PJT I menyediakan 375 (tiga ratus tujuh puluh lima) kursi dengan menggunakan armada bus dan penambahan 1 (satu) rute baru, yakni Malang – Ngawi – Madiun – Ponorogo. Sehingga, total rute tujuan Mudik Gratis Bersama Jasa Tirta I Tahun 2026 berjumlah 9 (sembilan) dengan rincian sebagai berikut:

Jakarta – Surabaya – Malang
Malang – Bekasi – Jakarta
Malang – Cirebon – Bandung
Malang – Kebumen – Purwokerto
Malang -Tuban – Pati – Semarang (Jalur Utara)
Malang – Solo – Semarang (Jalur Tengah)
Malang – Jember – Banyuwangi
Malang – Blitar – Trenggalek
Malang – Ngawi – Madiun – Ponorogo

Adapun untuk titik keberangkatan dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2026 di 2 (dua) tempat yaitu:
Dari Jakarta – di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat pukul 07.00 WIB
Dari Malang – di Kantor Pusat Perum Jasa Tirta I, Jl. Surabaya 2A pukul 07.00 WIB

Pendaftaran Mudik Gratis Bersama Jasa Tirta I dibuka pada 20 Februari 2026 dan ditutup apabila kuota telah terpenuhi. Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan https://bit.ly/FormDaftarMudikBersamaPJT12026 dengan syarat melampirkan identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekretaris Perusahaan Perum Jasa Tirta I Erwando Rachmadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi PJT I dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan penyelenggaraan arus mudik yang aman, tertib, dan kondusif dengan mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan pemudik melalui penyediaan moda transportasi yang berkualitas.

“Kami siap memberikan layanan terbaik agar pemudik lebaran tahun ini dapat menikmati perjalanan yang berkesan, aman, nyaman dan penuh harapan sampai tiba di tempat tujuan.” ujarnya.

“Kami mengajak peserta calon pemudik untuk mencermati syarat dan ketentuan yang ditetapkan serta mengikuti arahan panitia agar proses verifikasi dan keberangkatan dapat berjalan secara lancar dan tertib.” tambahnya menutup pembicaraan.

——————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I

Seremoni dan Workshop Hari Ulang Tahun Perum Jasa Tirta I, Pondasi Kokoh, Transformasi Terakselerasi demi Ketahanan Air Masa Depan

Malang, 12 Februari 2026 — Perum Jasa Tirta I (PJT I) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 melalui kegiatan Seremoni dan Workshop yang diselenggarakan di Hall Serbaguna Karangkates, Kabupaten Malang. Mengusung tema “Pondasi Kokoh, Transformasi Terakselerasi demi Ketahanan Air Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penguatan arah transformasi dalam mendukung ketahanan air nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direksi, Dewan Pengawas, jajaran manajemen dari level pejabat, staf hingga pengatur. Keterlibatan lintas jenjang ini mencerminkan komitmen kolektif seluruh insan PJT I dalam menyelaraskan visi dan mempercepat implementasi transformasi di setiap lini organisasi.

Dalam sambutannya, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Bapak Fahmi Hidayat menegaskan bahwa pondasi kokoh merupakan fondasi tata kelola, sistem operasional yang andal, serta kapasitas SDM yang adaptif terhadap perubahan. Transformasi yang terakselerasi menjadi keniscayaan untuk menjawab tantangan perubahan iklim, pertumbuhan kebutuhan air, serta dinamika pembangunan nasional.

Dewan Pengawas Perum Jasa Tirta I, Ibu Yenny Chaidir dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan tiga dekade lebih PJT I merupakan wujud konsistensi dalam menjalankan mandat negara sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1990 dan diperbarui melalui PP Nomor 46 Tahun 2010. Beliau menegaskan bahwa capaian perusahaan selama ini merupakan hasil kerja kolektif lintas generasi yang telah membangun pondasi kelembagaan, sistem, dan sumber daya manusia yang kokoh

Acara dilanjutkan dengan sesi workshop yang menghadirkan dua narasumber strategis dari pemerintah pusat yang membahas arah kebijakan nasional di bidang sumber daya air.

Narasumber pertama, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Bapak Muhammad Rachmat Kaimuddin, menyampaikan materi bertajuk “Water Security: The Foundation of National Resilience.” Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa ketahanan air merupakan fondasi utama ketahanan nasional, karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, energi, industri, serta stabilitas sosial. Penguatan sistem pengelolaan air yang terintegrasi dan berbasis data menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Sementara itu, narasumber kedua, Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Bapak Fikri Abdurrachman, menyampaikan materi “Strategi Pemerintah Terkait Penguatan Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Mendukung Visi Indonesia Emas 2045.” Beliau memaparkan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem pengelolaan sumber daya air melalui peningkatan infrastruktur, modernisasi operasi dan pemeliharaan, penguatan kelembagaan, serta sinergi pusat-daerah guna memastikan ketersediaan air yang andal untuk generasi mendatang.

Materi kedua narasumber tersebut memberikan perspektif strategis sekaligus penguatan arah transformasi PJT I agar selaras dengan kebijakan nasional dan visi pembangunan jangka panjang Indonesia.

 

Sebagai bagian penting dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula Penandatanganan Clear Cut Wilayah Sungai (WS) Brantas Tahun 2026 oleh Direktur Utama bersama jajaran terkait. Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan kejelasan kewenangan dan tanggung jawab operasional dalam pengelolaan wilayah sungai, sekaligus langkah konkret reformasi tata kelola operasional yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Dalam momentum yang sama, PJT I juga menganugerahkan Lifetime Achievement Award kepada:

  1. Almarhum Ir. Roedjito Dwidjomestopo, Dipl. HE, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I periode 1990–1996, atas kepemimpinan visioner beliau sebagai Direktur Utama pertama yang meletakkan pondasi kokoh organisasi.
  2. Drs. Soetarno Said, M.Si., M.Pd, Koordinator Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA), atas dedikasi dalam memajukan pendidikan kualitas air serta menginspirasi generasi muda dalam pelestarian sumber daya air.

Melalui peringatan HUT ke-36 ini, Perum Jasa Tirta I menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pondasi organisasi, mempercepat transformasi, serta memastikan pengelolaan sumber daya air yang adaptif, profesional, dan berkelanjutan demi masa depan Indonesia.

 

SOFT LAUNCHING WATER BREAKING PLTS TERAPUNG

Soft Launching Water Breaking PLTS Terapung Karangkates 100 MW, PJT I Tegaskan Sinergi Pengelolaan Air dan Energi Bersih

Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) menghadiri dan mendukung pelaksanaan Soft Launching Water Breaking Pembangunan Proyek PLTS Terapung Karangkates 100 MW yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Gedung Gardu Pandang Bendungan Karangkates, Sumberpucung, Malang.

Kegiatan ini menandai dimulainya realisasi fisik konstruksi proyek strategis energi baru terbarukan yang dikembangkan oleh PLN Group. PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas terpasang 100 MWac merupakan salah satu proyek PLTS terapung berskala besar di Indonesia yang berperan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) serta implementasi Green RUPTL. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi momentum penting transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose.

“Soft launching ini bukan hanya penanda dimulainya konstruksi fisik PLTS Terapung Karangkates, tetapi juga simbol transformasi pengelolaan bendungan yang semakin adaptif terhadap tantangan energi masa depan. Waduk Karangkates kini berperan ganda, tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional.”
Beliau menegaskan bahwa PJT I memastikan pengembangan proyek tetap mengedepankan prinsip keamanan bendungan, keberlanjutan fungsi utama waduk, serta tata kelola yang didasari prinsip kehati-hatian.

“Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan air dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan harmonis dan saling menguatkan.”

Rangkaian kegiatan soft launching meliputi sambutan para direksi mitra, laporan proyek, arahan manajemen PLN, pembacaan doa, santunan anak yatim, seremoni penandatanganan solar panel, prosesi potong tumpeng, serta sesi foto bersama

Bagi PJT I, kehadiran PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah konkret dalam mendukung optimalisasi aset bendungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah lingkungan, termasuk efisiensi ruang dan pengurangan laju evaporasi air.

Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT I berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi strategis yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
————————————————————————
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

PJT I DUKUNG ZERO WASTE

Perum Jasa Tirta I Dukung Zero Waste Academy sebagai Upaya Lindungi Sungai Brantas dari Sumber Sampah

Kediri – Perum Jasa Tirta I (PJT I) mendukung pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang diselenggarakan oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) sebagai ruang belajar strategis dalam penguatan pengelolaan sampah dari sumber. Kegiatan ini bertujuan mendorong perlindungan Sungai Brantas dari hulu hingga hilir melalui pendekatan sistemik berbasis pencegahan timbulan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas. Zero Waste Academy dilaksanakan pada 28–31 Januari 2026 di Kota Kediri.

Kegiatan Zero Waste Academy diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari lebih dari 12 kota/kabupaten di Pulau Jawa, dengan melibatkan beragam unsur pemangku kepentingan, antara lain BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa dan kelurahan, akademisi, serta organisasi lingkungan. Komposisi peserta yang beragam ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis pencegahan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa keterlibatan PJT I dalam Zero Waste Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan kualitas sumber daya air.

“Perlindungan sungai tidak dapat hanya mengandalkan upaya di badan air, tetapi harus dimulai dari pengelolaan sampah di sumbernya. Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, Perum Jasa Tirta I mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan agar mampu mengelola sampah secara bertanggung jawab, sehingga beban pencemaran ke sungai dapat ditekan secara signifikan,” ujar Fahmi.

Dukungan PJT I juga diwujudkan melalui kehadiran generasi muda PJT I, Aulia Agusta Alamsjah, yang turut menjadi narasumber dalam agenda workshop. Dalam kesempatan tersebut, Aulia membagikan pengalaman lapangan PJT I dalam pengendalian sampah di badan sungai, termasuk pemasangan trash barrier di titik-titik strategis untuk mencegah sampah masuk ke infrastruktur penting sumber daya air.

Disampaikan bahwa PJT I selama ini menangani sampah yang terlanjur masuk ke sungai melalui pengumpulan rutin, kemudian diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu contoh nyata terdapat di Waduk Sengguruh, di mana volume sampah yang ditangani mencapai sekitar 35.000 meter kubik per tahun. Praktik ini menjadi pembelajaran penting bagi para peserta Zero Waste Academy dari berbagai daerah di Pulau Jawa mengenai tantangan dan penanganan sampah di badan sungai.

Lebih lanjut, dipaparkan pula bahwa sekitar 57,1% limbah padat di wilayah Brantas berasal dari aktivitas rumah tangga, sementara cakupan layanan persampahan di wilayah pedesaan masih terbatas, yakni sekitar 15%. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kebocoran sampah ke sungai serta meningkatkan risiko pencemaran, termasuk temuan mikroplastik pada ikan di Sungai Brantas.

Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, PJT I menegaskan bahwa upaya menjaga kualitas sungai harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir dan dari darat ke air. Kolaborasi multipihak antara PJT I, ECOTON, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, dan organisasi lingkungan diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis pencegahan, sehingga perlindungan Sungai Brantas sebagai sumber kehidupan dapat terwujud secara berkelanjutan.