Surabaya – Sebagai upaya dalam menjaga keandalan infrastruktur pengairan yang berperan vital di aliran Sungai Kali Mas, Perum Jasa Tirta I (PJT I) dijadwalkan melaksanakan kegiatan pemeliharaan berupa penggelontoran sedimen atau flushing di Bendung Karet Gubeng yang direncanakan pada Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PJT I dalam rangka mendukung Program Kali Bersih Pemerintah Kota Surabaya.
Kali Mas, yang merupakan salah satu dari 40 anak sungai di Wilayah Sungai Brantas, membentang sepanjang ± 13 km dari Pintu Air Wonokromo hingga muara. Aliran ini memegang fungsi krusial. Tidak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir drainase kota, tetapi juga menjadi tumpuan bagi sarana wisata air yang menjadi ikon kebanggaan Kota Surabaya. Oleh karena itu, kesehatan sungai dan keberlanjutan fungsi sarana prasarana pengairan yang terdapat pada Kali Mas seperti Pintu Air Wonokromo dan Bendung Karet Gubeng menjadi prioritas utama.
Kepala Sub Divisi Pengelolaan SDA WS Brantas 3 PJT I, Ariet Setiawan, menjelaskan bahwa dengan kegiatan flushing dapat membantu material karet pada Bendung Karet Gubeng tetap awet dan tidak mudah getas. “Endapan sedimen dan sampah yang menumpuk di hulu bendung jika dibiarkan dapat membebani material karet secara berlebih. Selain memperpanjang usia teknis bendung, pengerukan dan penggelontoran yang dilaksanakan bertujuan meningkatkan kapasitas daya tampung sungai guna mengantisipasi debit air yang berlebih pada saat musim hujan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan stakeholder lintas sektor di Kota Surabaya mulai dari BBWS Brantas, DSDABM, DLH, BPBD, unsur TNI/Polri, BMKG Tanjung Perak, Diskominfo, perangkat daerah Kota Surabaya dan elemen masyarakat, dengan mempertimbangkan data pasang surut pelabuhan, kondisi curah hujan dan mitigasi potensi keramaian, pelaksanaan flushing disepakati dilaksanakan pada hari Rabu, 22 April 2026 mulai pukul 22.00 WIB dan kegiatan diharapkan dapat tuntas pada Kamis, dini hari pukul 01.30 WIB.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pengkondisian area lokasi flushing , kegiatan pengambilan sampel kualitas air di hulu pada lokasi bendung dan di hilir sebelum dan sesudah flushing , dilanjutkan pengaturan debit dari hulu, pembukaan Bendung Karet Gubeng, pembersihan sedimen, serta monitoring pasca kegiatan di beberapa lokasi titik pantau. Koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak juga akan terus dilaksanakan dalam rangka menyiapkan agar kegiatan flushing Bendung Karet Gubeng ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Mengingat akan adanya peningkatan debit air di hilir Bendung Karet Gubeng, Ariet menghimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di alur Kali Mas di sekitar Bendung Karet Gubeng. “Kami meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas di area hilir Bendung Karet Gubeng terutama para pencari ikan guna menghindari risiko akibat arus yang deras dan kondisi yang licin, sehingga pelaksanaan flushing ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tegas Ariet.
—
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I
