TPS3R

Perum Jasa Tirta I Perkuat Mitigasi Sampah Sungai Brantas Dari Hulu Melalui Pengembangan Kapasitas TPS3R di Kabupaten Malang

Malang, 12 November 2025 — Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas dengan menggandeng Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia dalam Pelatihan Pengembangan Kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) di Kabupaten Malang sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi sampah sejak dari sumbernya sebelum memasuki Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Diikuti oleh berbagai elemen kunci mulai dari Kepala Dusun, Kepala Desa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, serta komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kaliku, Alam Hijau, dan Sabers Pungli, pelatihan ini berfokus pada penguatan keterampilan teknis dan kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat desa, yang sangat krusial dalam rantai hulu-hilir pengelolaan sungai.

Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan materi yang komprehensif, Nugraha Wijayanto, Praktisi TPS3R Mulyoagung Bersatu yang membagikan praktik terbaik dan model operasional TPS3R yang sukses dan berkelanjutan. Ir. Renung Rubiyatdji, Senior Partner CSEAS memaparkan Peran Pemangku Kepentingan dalam Penanganan Sampah untuk Mitigasi Sampah, dan dr. Donny Septian, MARS, Dokter & Praktisi K3 PJT I yang membagikan materi Pentingnya Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Operasional Pengelolaan Sampah.

Selain itu, Executive Director CSEAS, Dr. Arisman, turut hadir memberikan motivasi kepada peserta mengenai penguatan wirausaha sosial dalam pengelolaan sampah.

Sebagai bentuk dukungan nyata, PJT I melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyerahkan bantuan pakaian kerja lapangan kepada perwakilan pengelola TPS3R di 3 Desa, yakni Desa Genengan, Desa Kendalpayak dan Desa Pakisaji. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang keamanan serta kenyamanan dalam kegiatan pengelolaan sampah di lapangan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan untuk menjaga DAS Brantas.
“Pengelolaan sampah yang tepat di hulu perlu diterapkan, melalui pelatihan TPS3R ini, kami berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam merawat sungai.”

Sementara itu, Kepala Sub Divisi TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menegaskan kembali komitmen perusahaan:
“PJT I terus menjaga kelestarian Sungai Brantas melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PJT I untuk memastikan sumber daya air tetap lestari bagi generasi mendatang.”

Melalui kegiatan ini, PJT I berharap kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat, sehingga dapat mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan di sekitar DAS Brantas.

omc 2025

Langkah Strategis Menjaga Ketersediaan Air dan Keberlanjutan Energi di Musim Kemarau, PJT I Laksanakan OMC di DAS Brantas

Malang, 29 Oktober 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketersediaan air bagi berbagai kebutuhan vital masyarakat. Melalui kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), PJT I bekerja sama dengan PLN Nusantara Power, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) untuk melaksanakan penyemaian awan menggunakan bahan semai garam (NaCl) di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Pelaksanaan OMC ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan volume tampungan waduk, menjaga debit air irigasi, serta memastikan pasokan energi PLTA tetap stabil, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang berdampak pada penurunan curah hujan di sejumlah wilayah.

Kegiatan OMC ditandai dengan kehadiran Vice President Perencanaan Teknologi Informasi dan Infrastruktur SDA Perum Jasa Tirta I, Senior Manager UP Brantas PLN Nusantara Power, dan Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG dalam acara pembukaan. Hal ini mencerminkan sinergi kuat antar lembaga dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air nasional.

Proses penyemaian dilakukan menggunakan pesawat khusus yang membawa bahan semai berupa serbuk garam (NaCl), disebarkan pada awan potensial di ketinggian tertentu. Partikel garam tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu pembentukan butir-butir air di dalam awan hingga akhirnya bergabung dan turun menjadi hujan di wilayah target. Upaya ini menjadi bukti nyata penerapan inovasi teknologi untuk mendukung pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

Operasi Modifikasi Cuaca dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 29 Oktober 2025 di wilayah DAS Brantas. Melalui kegiatan ini, Perum Jasa Tirta I berupaya menjaga ketersediaan air pada waduk-waduk strategis agar dapat terus menopang kebutuhan pertanian, air baku, dan energi listrik.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab PJT I dalam memastikan ketahanan air nasional.
“Ketika air tercukupi, pertanian tetap produktif, energi tetap mengalir, dan masyarakat dapat hidup dengan tenang. Mengatur air bukan sekadar tugas teknis, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga masa depan,” ujar Fahmi Hidayat.

Melalui sinergi ini, Perum Jasa Tirta I terus memperkuat perannya sebagai pengelola sumber daya air yang berorientasi pada keberlanjutan dan ketahanan lingkungan. Upaya tersebut menjadi wujud nyata komitmen PJT I dalam mendukung keseimbangan antara air, energi, dan kehidupan.

———————————————————————————————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

PRESS FATHERING FJPS 2025

PJT I Gelar Press Gathering FJPS Selorejo 2025, Perkuat Sinergi dengan Media untuk Pengembangan Sport Tourism dan Konservasi Waduk Selorejo

Malang, 19 Oktober 2025 – Dalam suasana alam yang asri di kawasan Waduk Selorejo, Perum Jasa Tirta I (PJT I) bekerja sama dengan Forum Jurnalis Peduli Sungai (FJPS) menyelenggarakan kegiatan Press Gathering FJPS Selorejo 2025 pada 18–19 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan sinergi antara PJT I dan insan media dalam mendukung upaya pengelolaan sumber daya air serta pengembangan potensi sport tourism yang berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta dari berbagai media nasional dan regional mengikuti beragam kegiatan yang dirancang untuk mempererat komunikasi dan pemahaman terhadap pengelolaan Waduk Selorejo. Kegiatan diawali dengan pengenalan kawasan Waduk Selorejo, dilanjutkan dengan aktivitas olahraga air seperti stand up paddle dan kayaking yang memberikan pengalaman langsung mengenai potensi wisata berbasis air yang dikelola secara berkelanjutan.

 

Selanjutnya, dilaksanakan sesi diskusi interaktif (doorstop discussion) bersama Direktur Operasional PJT I, yang membahas berbagai topik strategis, antara lain pengelolaan Bendungan Selorejo, arah pengembangan wisata air berbasis sport tourism, serta perkembangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Operasional PJT I menyampaikan apresiasi atas dukungan rekan media yang selama ini turut berperan aktif dalam penyebaran informasi dan edukasi publik mengenai pengelolaan sumber daya air.

“Kegiatan Press Gathering FJPS Selorejo 2025 ini merupakan wujud nyata sinergi antara Perum Jasa Tirta I dan insan media dalam memperkuat komunikasi publik terkait pengelolaan sumber daya air dan pengembangan potensi waduk sebagai kawasan wisata berkelanjutan. Media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan waduk sebagai sumber kehidupan,” ujar Direktur Operasional PJT I.

“Waduk Selorejo kami dorong menjadi contoh integrasi antara fungsi konservasi dan pengembangan ekonomi lokal melalui sport tourism. Dengan kolaborasi bersama media, kami berharap pesan-pesan edukatif mengenai kelestarian lingkungan dapat tersampaikan secara luas, sekaligus mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air,” lanjutnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas, Bapak Agung Nugroho, Kepala Subdivisi PSDA Wilayah Sungai Brantas I, Bapak Marturiawan Kristyono, serta Kepala Subdivisi Komunikasi Korporat dan Umum, Ibu Yulia Puspitaningroem, beserta jajaran tim terkait.

Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, berbagi pengalaman, dan kuis interaktif yang dikemas secara santai namun produktif. Dalam suasana keakraban, manajemen PJT I menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media atas dukungan yang telah diberikan serta mengajak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam penyampaian informasi publik yang konstruktif.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penanaman pohon bersama insan media di kawasan wisata Waduk Selorejo. Jenis bibit yang ditanam antara lain sawo, sukun, durian, dan mahoni, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan menumbuhkan semangat pelestarian ekosistem waduk. Penanaman pohon tersebut diharapkan menjadi wujud nyata sinergi antara PJT I dan insan pers dalam mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

———————————————————————————————————————

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

SUSUR SUNGAI BRANTAS 2025

Susur Sungai Brantas 2025: Wujud Nyata Kolaborasi untuk Menjaga Sumber Kehidupan Jawa Timur

Malang, 15 Oktober 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama berbagai pihak — pemerintah daerah, komunitas, akademisi, serta masyarakat — menggelar kegiatan Susur Sungai Brantas 2025 pada 13–15 Oktober 2025. Kegiatan ini menempuh rute dari Titik Nol Arboretum Sumber Brantas di Kota Batu hingga Bendungan Sengguruh di Kabupaten Malang, dan diikuti oleh lebih dari 300 personel dari berbagai instansi, termasuk BPBD, DLH, TNI, Polri, BBWS Brantas, serta sejumlah komunitas peduli lingkungan.

Kegiatan Kick Off Susur Sungai Brantas 2025 turut dihadiri oleh Wali Kota Batu, Nurochman, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga hulu Sungai Brantas yang menjadi sumber utama keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Timur. Kehadiran beliau menjadi penguatan penting bahwa pelestarian sungai harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan diawali di kawasan Sumber Brantas dengan slametan dan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Prosesi ini diikuti para peserta dengan penuh kekhidmatan, menggambarkan kepedulian dan rasa hormat terhadap sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Jawa Timur.

Selama tiga hari perjalanan, para peserta melakukan pemantauan kondisi sungai di sejumlah titik strategis di sepanjang aliran Brantas. Observasi meliputi aspek kualitas air, kebersihan bantaran, potensi pencemaran, serta kondisi vegetasi riparian sebagai indikator penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk pemantauan, tetapi juga refleksi bersama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap sumber daya air.

“Melalui Susur Sungai Brantas 2025, kami ingin menegaskan bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret untuk memulihkan dan mempertahankan kualitas lingkungan perairan yang vital bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada 2019 dan 2022, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membandingkan kondisi sungai dari waktu ke waktu serta menyusun program tindak lanjut yang lebih efektif dalam pengelolaan sumber daya air.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan ekosistem sungai semakin meningkat, serta muncul lebih banyak inisiatif berbasis komunitas dalam pelestarian sumber daya air di wilayah Jawa Timur.

————————————————————————————————————————————

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

JKPKA SBY 2025

PJT I dan JKPKA Gelar Regenerasi Lanjutan Anggota JKPKA 2025 Wilayah Sungai Brantas Hilir, Perkuat Partisipasi Pelajar dalam Pemantauan Kualitas Air

Surabaya, 5 Oktober 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bekerja sama dengan Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) menyelenggarakan kegiatan Regenerasi Lanjutan Anggota JKPKA 2025 Wilayah Sungai Brantas Hilir pada 4–5 Oktober 2025 di SMP Negeri 2 Surabaya.

Kegiatan ini diikuti oleh guru dan siswa dari 22 SMP dan SMA di wilayah Surabaya. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan materi yang mencakup pemantauan kualitas air lintas disiplin—biologi, geografi, kimia, dan fisika—serta sosialisasi JKPKA Competition 2025 dan pelatihan penulisan laporan serta esai ilmiah.

Program ini menjadi bagian dari upaya PJT I dalam menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kualitas air dan kelestarian lingkungan sungai, sekaligus memperkuat kapasitas literasi sains pelajar agar mampu melakukan kegiatan pemantauan secara mandiri dan berkelanjutan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pengelola sumber daya air dengan dunia pendidikan.

“Regenerasi anggota JKPKA menjadi wadah pembelajaran penting bagi para pelajar untuk mengenal langsung bagaimana menjaga dan memantau kualitas air. Diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah masing-masing dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Yulia Puspitaningroem, menambahkan bahwa pendekatan lintas disiplin dalam kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi peserta.

“Kami ingin para guru dan siswa tidak hanya memahami konsep kualitas air dari sisi teori, tetapi juga mampu melakukan observasi, analisis data sederhana, dan menuliskannya secara ilmiah dengan baik,” jelasnya.

Melalui kegiatan regenerasi ini, diharapkan terbentuk duta pelajar peduli lingkungan dan kualitas air yang akan memperkuat jejaring JKPKA di Wilayah Sungai Brantas Hilir. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi sekolah untuk menyiapkan peserta dalam ajang JKPKA Competition 2025.

————————————————————————————————————————————–

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

KIP 24 (4)

Gelar Rivluencer Community 1st Gathering, PJT I Bangun Semangat Jaga Sungai, Jaga Kehidupan melalui Konten Digital

Malang, 24 September 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) sukses menyelenggarakan Rivluencer Community 1st Gathering yang dilaksanakan secara hybrid, langsung dari Joglo Tirtaloka Taman Wisata Selorejo dan juga melalui Zoom Meeting. Acara ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari finalis Rivluencer Challenge Batch 1 WS Brantas serta para admin media sosial di lingkup kerja PJT I. Kegiatan berlangsung meriah dalam suasana hangat dan penuh antusiasme.

Sebagai informasi, peserta Rivluencer Challenge Batch 1 WS Brantas berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, influencer, guru, hingga tenaga medis. Seluruh peserta otomatis tergabung dalam Rivluencer Community, sebuah komunitas kampanye digital PJT I yang lahir pada momentum Hari Sungai Nasional 2025. Program ini memiliki visi untuk menggaungkan suara ajakan peduli sungai kepada masyarakat luas melalui karya konten digital di media sosial.

Acara gathering perdana ini tidak hanya menjadi ajang perkenalan komunitas, namun juga menghadirkan sesi sharing knowledge bersama dua narasumber.

M. Alaika Rahmatullah, Manajer Edukasi Ecoton Foundation, membawakan materi “Menjaga Sungai Brantas, Menjamin Air untuk Masa Depan”. Materi ini mengajak peserta memahami lebih dalam kondisi Sungai Brantas dan urgensi menjaga keberlanjutannya. Ahmad Izul Haq, digital content creator yang dikenal sebagai Duta Rekomendasi, berbagi pengalaman dan tips seputar “How to Make a Great Content”. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi Rivluencer dan para admin sosial media PJT I untuk mengasah keterampilan membuat konten yang menarik dan berdampak.

Sebagai puncak acara, dilakukan pengumuman dan pemberian hadiah kepada tiga pemenang Rivluencer Challenge Batch 1 WS Brantas. Para pemenang dipilih melalui proses penjurian ketat yang dilakukan oleh tim manajemen PJT I dengan mempertimbangkan aspek kreativitas, engagement, serta kekuatan storytelling.

Sekretaris Perusahaan Perum Jasa Tirta I, Bapak Erwando Rachmadi menyampaikan harapan agar komunitas ini dapat melahirkan agen-agen perubahan yang menebarkan informasi dan inspirasi serta ajakan menjaga sungai. “Kami berharap Rivluencer Community sebagai wadah generasi muda yang dapat memberikan pengaruh luas  dapat terus berkembang, tidak hanya di WS Brantas, namun juga merambah ke wilayah-wilayah sungai lain yang menjadi tanggung jawab PJT I, mulai dari Bengawan Solo, Jratunseluna, Serayu Bogowonto, hingga Toba Asahan,” ungkapnya.

Dengan semangat “Jaga Sungai, Jaga Kehidupan”, Rivluencer Community diharapkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan masyarakat luas untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga sungai melalui media digital. “Kegiatan Rivluencer Gathering akan diagendakan berkelanjutan tidak hanya sekali. Kegiatan ini selain menjadi wadah berbagi pengetahuan tentang pelestarian lingkungan bagi seluruh peserta, sekaligus dapat menjadi ajang bertukar pendapat dalam mengembangkan aksi peduli sungai dan membuat konten yang berdampak sehingga masyarakat dapat turut terlibat dalam menjaga sungai,” ujar Erwando menutup pembicaraan.

——–

Sub Divisi Komunikasi dan Umum Perum Jasa Tirta I

biogas

PJT I Serahkan 5 Titik IPAL Biogas untuk Desa Kradinan, Ciptakan Lingkungan Bersih dan Energi Terbarukan

Tulungagung, 26 Agustus 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) melalui Sub Divisi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan ESG menyerahkan bantuan 5 (lima) titik Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Biogas kepada Pemerintah Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung.

Program ini hadir sebagai solusi pengelolaan limbah ternak yang berwawasan lingkungan. Melalui IPAL Biogas, limbah ternak dapat diolah agar tidak mencemari lingkungan, mengurangi bau tidak sedap, menjaga kualitas air tanah, sekaligus menghasilkan energi alternatif ramah lingkungan berupa biogas. Selain itu, pemanfaatan IPAL Biogas juga mendorong pola hidup sehat dan berkelanjutan di tengah masyarakat.

Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan dalam mengimplementasikan program TJSL yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program ini dirancang bukan hanya untuk menjawab permasalahan lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Kradinan. Melalui IPAL Biogas, warga mendapatkan lingkungan yang lebih sehat sekaligus sumber energi alternatif yang bisa digunakan sehari-hari. Inilah wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak sekadar seremonial, tetapi memberi manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Andriana.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan yang baik akan membawa manfaat ganda, tidak hanya bagi kelestarian alam tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Kehadiran IPAL Biogas di Desa Kradinan merupakan contoh nyata bagaimana limbah ternak yang selama ini dianggap masalah, justru bisa diubah menjadi energi terbarukan yang bermanfaat. Harapan kami, Desa Kradinan dapat menjadi percontohan pengelolaan limbah berbasis energi bersih di wilayah Tulungagung dan sekitarnya,” ujarnya.

Lebih jauh, Fahmi menegaskan bahwa program ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya butir kedua mengenai kemandirian bangsa dalam bidang pangan, energi, dan air. Kehadiran IPAL Biogas merupakan langkah nyata PJT I dalam mendorong ketahanan energi berbasis masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya air sebagai fondasi kesejahteraan rakyat.

Dengan adanya IPAL Biogas, PJT I berharap Desa Kradinan mampu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat dapat menghadirkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Langkah ini juga menjadi bagian dari kontribusi PJT I dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, ketahanan energi nasional, dan terwujudnya Indonesia Emas 2045.
————————————————————————————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

jkpkaa

Perum Jasa Tirta I Ajak 30 Sekolah SMA di Madiun Laksanakan Regenerasi JKPKA untuk Pembelajaran Pemantauan Kualitas Air di DAS Bengawan Solo

Madiun, 23 Agustus 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) melaksanakan Regenerasi Lanjutan Anggota JKPKA Tahun 2025 di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo, Madiun. Kegiatan ini melibatkan siswa dari 30 sekolah tingkat SMA dengan tema “Air untuk Hari Ini dan Esok: Peran Strategis JKPKA dalam Konservasi dan Edukasi Sungai yang Berkelanjutan.”

Dalam kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pembekalan materi di kelas, tetapi juga praktik langsung pemantauan kualitas air di Sungai Kresek. Para narasumber, antara lain Ibu Istri Setyowati, M.Pd., selaku Ketua JKPKA yang menyampaikan materi penyegaran pemantauan kualitas air, serta Bapak Iqbal Bilgrami, S.Pd., yang memberikan arahan penulisan laporan pemantauan dan esai ilmiah, menghadirkan wawasan yang menyeluruh bagi para peserta. Acara juga dihadiri perwakilan PJT I, Bapak Effendi dari Divisi Jasa ASA Bengawan Solo, yang memperkenalkan peran PJT I dalam menjaga kelestarian sumber daya air.

Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa regenerasi JKPKA ini merupakan investasi penting bagi masa depan konservasi sungai di Indonesia.

“Air adalah sumber kehidupan, dan sungai adalah nadi peradaban. Melalui JKPKA, kami ingin menumbuhkan generasi muda yang sadar pentingnya menjaga air sejak dini. Kami percaya dengan membekali mereka keterampilan dan pengalaman langsung, akan lahir agen-agen perubahan yang berkomitmen menjaga sungai dan lingkungan. PJT I berkomitmen untuk terus mendampingi perjalanan ini demi keberlanjutan sumber daya air untuk hari ini dan esok,” ungkap Fahmi.

Melalui kegiatan ini, PJT I berharap lahir kader-kader muda peduli lingkungan yang tidak hanya mampu melakukan pemantauan kualitas air, tetapi juga siap menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga keberlanjutan sungai.
————————————————————————————————————————–
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

KIP 24 (21)

Wujudkan Air Bersih Berkelanjutan di Kota Malang, Jasa Tirta I Resmikan SPAM Bango Tahap I

Perum Jasa Tirta I bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang resmi mengoperasikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango Tahap I dengan kapasitas 200 liter per detik (LPS) pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan peresmian yang berlangsung di Lahan Pembangunan IPA Bango, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, dihadiri oleh Wali Kota Malang, jajaran direksi kedua perusahaan, serta para pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah. Kegiatan peresmian dilakukan simbolis oleh Walikota Malang Bapak Wahyu Hidayat.

Peresmian ini menandai dimulainya operasionalisasi SPAM Bango yang merupakan bagian dari komitmen bersama dalam penyediaan air bersih yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Malang. Sistem ini memanfaatkan air permukaan dari Sungai Bango, dan akan terus dikembangkan secara bertahap hingga mencapai kapasitas total 500 LPS pada tahun 2029.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Bapak Fahmi Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan SPAM Bango adalah wujud sinergi BUMN dan BUMD dalam menjawab tantangan penyediaan air bersih di daerah perkotaan yang terus berkembang.

“SPAM Bango bukan hanya infrastruktur air, tetapi juga simbol kolaborasi dan visi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air. Ini adalah kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan air Kota Malang,” ujarnya.

Program SPAM Bango merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Malang dengan Perum Jasa Tirta I dan Perumda Air Minum Tugu Tirta. Tahap I dengan kapasitas 200 lps telah rampung dan siap melayani masyarakat, sementara tahap II sebesar 100 lps dan tahap III sebesar 200 lps direncanakan selesai masing-masing pada tahun 2027 dan 2029.

Dengan diresmikannya SPAM Bango Tahap I, Perum Jasa Tirta I, Perumda Air Minum Tugu Tirta serta Pemkot Malang menegaskan peran penting mereka dalam membangun ekosistem air bersih yang terintegrasi dan berkelanjutan. Diharapkan, momentum peresmian ini juga dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai kontribusi kedua institusi serta stakeholder terkait dalam mendukung kualitas hidup masyarakat melalui layanan air bersih yang terpercaya. Hal ini juga menunjukkan komitmen seluruh pihak untuk mendukung kemandirian air bersih khususnya di Wilayah Malang.

———————————–
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

KIP 24 (27)

Kolaborasi PJT I, JKPKA, dan GANDARUSA Ajak Siswa Salatiga Pantau Kualitas Air Kali Banteng

Salatiga, 4 Agustus 2025 — Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat, Perum Jasa Tirta I (PJT I) bekerja sama dengan Jaring-Jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) dan Komunitas Gandarusa (Gerakan Peduli Air dan Sungai Salatiga), menggelar pelatihan pemantauan kualitas air bagi siswa lintas jenjang di wilayah Salatiga.

Bertempat di Balai Desa Nanggulan, kegiatan ini melibatkan siswa dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, serta guru dan perwakilan masyarakat. Pelatihan dirancang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kualitas air sungai sejak usia dini melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi pengantar mengenai pentingnya pemantauan kualitas air dan pelestarian ekosistem sungai. Sesi ini dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang difasilitasi oleh tim JKPKA. Para peserta diperkenalkan pada penggunaan alat-alat monitoring sederhana serta teknik mengamati indikator biotik dan parameter fisik-kimia air.

Setelah pembekalan, peserta melakukan praktik langsung di Sungai Kali Banteng. Mereka melakukan observasi lapangan, mengumpulkan data, dan mempresentasikan hasil pengamatan sebagai bentuk refleksi dan diskusi bersama fasilitator. Interaksi ini mendorong pemahaman lebih mendalam tentang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kesehatan sungai.

Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I, Yulia Puspitaningroem, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi PJT I dalam pengelolaan sumber daya air berbasis kolaborasi.

“Melalui sinergi dengan komunitas lokal seperti Gandarusa dan JKPKA, kami ingin mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga kualitas air. Edukasi lingkungan seperti ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sejak dini terhadap pentingnya air bersih bagi kehidupan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang kolaboratif antara siswa, guru, komunitas, dan PJT I. Selain memperluas wawasan teknis, program ini juga menguatkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong aksi nyata dari individu maupun komunitas.

Melalui inisiatif ini, PJT I terus memperkuat peran edukatif dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan memperluas jejaring mitra lokal sebagai bagian dari strategi perlindungan ekosistem sungai di wilayah kerja perusahaan.
————————————————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum