Malang, 15 Oktober 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama berbagai pihak — pemerintah daerah, komunitas, akademisi, serta masyarakat — menggelar kegiatan Susur Sungai Brantas 2025 pada 13–15 Oktober 2025. Kegiatan ini menempuh rute dari Titik Nol Arboretum Sumber Brantas di Kota Batu hingga Bendungan Sengguruh di Kabupaten Malang, dan diikuti oleh lebih dari 300 personel dari berbagai instansi, termasuk BPBD, DLH, TNI, Polri, BBWS Brantas, serta sejumlah komunitas peduli lingkungan.
Kegiatan Kick Off Susur Sungai Brantas 2025 turut dihadiri oleh Wali Kota Batu, Nurochman, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga hulu Sungai Brantas yang menjadi sumber utama keberlangsungan ekosistem dan kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Timur. Kehadiran beliau menjadi penguatan penting bahwa pelestarian sungai harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan diawali di kawasan Sumber Brantas dengan slametan dan doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Prosesi ini diikuti para peserta dengan penuh kekhidmatan, menggambarkan kepedulian dan rasa hormat terhadap sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat Jawa Timur.
Selama tiga hari perjalanan, para peserta melakukan pemantauan kondisi sungai di sejumlah titik strategis di sepanjang aliran Brantas. Observasi meliputi aspek kualitas air, kebersihan bantaran, potensi pencemaran, serta kondisi vegetasi riparian sebagai indikator penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai.
Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas PJT I, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk pemantauan, tetapi juga refleksi bersama seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap sumber daya air.
“Melalui Susur Sungai Brantas 2025, kami ingin menegaskan bahwa menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret untuk memulihkan dan mempertahankan kualitas lingkungan perairan yang vital bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada 2019 dan 2022, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk membandingkan kondisi sungai dari waktu ke waktu serta menyusun program tindak lanjut yang lebih efektif dalam pengelolaan sumber daya air.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan ekosistem sungai semakin meningkat, serta muncul lebih banyak inisiatif berbasis komunitas dalam pelestarian sumber daya air di wilayah Jawa Timur.
————————————————————————————————————————————
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum
