16

PJT I Optimalkan Penanganan Sampah Bendungan Sengguruh Secara Mekanis

Malang – Memasuki musim hujan, Perum Jasa Tirta (PJT) I terus melakukan optimalisasi penanganan sampah. Salah satunya di sisi hulu DAS Brantas dengan pengangkatan sampah secara mekanis di Bendungan Sengguruh, Kabupaten Malang.

Direktur Operasional PJT I, Gok Ari Joso Simamora mengatakan, permasalahan sampah pada sungai Brantas merupakan tanggung jawab bersama. Baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kami dari Perum Jasa Tirta I berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan di setiap infrastruktur yang dikelola. Termasuk Bendungan Sengguruh yang merupakan bendungan paling hulu di sistem sungai Brantas,” kata Simamora, Kamis (16/9/2021).

Ia menjelaskan, Bendungan Sengguruh menerima sampah yang mengalir dari hulu Brantas, yakni dari Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang dengan total daerah tangkapan air seluas 1.659 km². Tingginya tingkat kepadatan penduduk di ketiga wilayah tersebut, kata dia, mengakibatkan volume timbulan sampah domestik yang tertampung di Bendungan Sengguruh sangat besar. “Masih banyak masyarakat yang tidak segan membuang atau menumpuk sampah di badan sungai, termasuk sempadan,” ucap Simamora. Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh PJT I di akhir 2019 lalu, ditemukan setidaknya ada 76 titik pembuangan sampah di sempadan sungai. Penelusuran dilakukan di sepanjang aliran sungai Brantas, dari Arboretum Sumber Brantas sampai jembatan Gadang atau sekitar 46 km.

“Untuk penanganan sampah ini, setiap harinya kami juga melakukan pengangkatan sampah secara mekanis. Rata-rata volume sampah yang terangkat pada musim kemarau mencapai 30 m³ per hari. Namun apabila musim hujan bisa mencapai 200 m³ per hari. Dalam satu tahun rata-rata volume sampah yang tertangkap di Bendungan bisa mencapai lebih dari 40.000 m³,” ungkapnya.

Sampah yang telah terangkat ini tidak bisa langsung dibuang ke dumping area, melainkan harus melalui proses pengeringan di lahan pembuangan sementara untuk kemudian secara rutin di hauling ke TPA.

Upaya pencegahan juga dilakukan PJT I melalui berbagai kegiatan. Diantaranya sosialisasi ke masyarakat terkait penanganan sampah domestik melalui pemberdayaan masyarakat dari program TJSL (tanggung jawab sosial dan lingkungan). Program itu dirupakan dengan memberikan bantuan pembuatan TPS, alat pencacah sampah, gerobak sampah maupun melaksanakan berbagai program kerjasama dengan instansi pemerintah dan organisasi non pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga melakukan berbagai studi untuk mendalami dampak dari timbulan sampah yang ada di Sungai Brantas. “Saat ini sedang berlangsung studi terkait kandungan mikroplastik di DAS Brantas. Studi ini dilakukan bersama antara PJT I dengan Universitas Brawijaya untuk memotret karakteristik dan profil sebaran kandungan mikroplastik di sepanjang Sungai Brantas. Nantinya, hasil studi ini akan kami sampaikan juga kepada pemerintah pusat maupun daerah sebagai data input dalam merumuskan upaya penanganan sampah plastik,” katanya.

Ia berharap perlu adanya komitmen dan kerjasama dari seluruh pihak dalam mengatasi permasalahan sampah di Sungai Brantas. “Kepedulian dan kedisiplinan kita dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan kontribusi dalam melestarikan lingkungan tempat dimana kita dan anak cucu kita bernaung,” pungkasnya.

Dept. Humas dan Informasi Publik PJT I

17

PJT I Tanam 150 Ribu Batang Pohon di Lahan Kritis Danau Toba

Toba – Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama dengan Pemkab Toba melakukan penanaman 150 ribu batang pohon di sekitar area Danau Toba. Penanaman pohon dilakukan di areal lahan lahan kritis seluas 250 hektare yang berada di daerah tangkapan air (DTA) Danau Toba.

Kegiatan seremoni penanaman dilakukan di lahan seluas 20 hektare yang berada di Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba, Jumat (3/9/2021). Penanaman simbolis dilakukan Direktur Operasional (Dirops) PJT I, Gok Ari Joso Simamora bersama Bupati Toba, Poltak Sitorus dan perwakilan Inhutani IV selaku pelaksana konservasi, Kejaksaan Negeri Toba, Forkopimda Toba, serta masyarakat.

Adapun bibit pohon yang ditanam adalah jenis buah dan kayu. Di antaranya kopi, alpukat, durian, jengkol, petai, pinus, durian, dan kemiri.

Simamora mengatakan, penanaman pohon di DTA Danau Toba dinisiasi oleh PJT I untuk mengatasi banyaknya lahan kritis yang berpotensi menimbulkan erosi dan sedimentasi. “Program ini kami lakukan mulai September ini hingga Desember. Seluruh pembiayaan dari kami dengan pelaksana oleh pihak Inhutani IV,” katanya.

Ia berharap, bibit pohon yang ditanam bisa dijaga dan dirawat agar bisa tumbuh dengan baik. Untuk itu, ia juga meminta Inhutani IV melibatkan masyarakat agar turut menjaga bibit yang telah ditanam.

Ditanya mengapa pelaksanaan dilakukan jelang akhir tahun, kata dia, menyesuaikan dengan cuaca di wilayah Sumatera. “Berbeda dengan di Jawa. Kalau di Sumatera bulan September ini sudah mulai hujan sehingga akan lebih efektif dan bibit yang ditanam bisa hidup. Kalau waktu kemarau, pasti mati,” jelasnya.

Untuk penanaman pohon di wilayah Kabupaten Toba itu menyasar lima desa di lima kecamatan. Seluruh lokasi masuk dalam kategori lahan kritis yang berada dekat dengan Danau Toba.

Bupati Toba mengucapkan terima kasih pada PJT I yang bekerjasama dengan Inhutani IV dalam melakukan upaya konservasi di Danau Toba. “Saya lihat, tanahnya luas, tapi pohonnya dimana. Tidak ada. Ada pohon tapi pohon jagung. Ini masuk kategori lahan kritis karena rawan longsor,” kata Poltak Sitorus.

“Pohon yang kita tanam harus dipelihara dengan baik. Banyak keuntungannya. Di samping menahan air juga supaya tidak erosi dan bisa menghasilkan oksigen. Buahnya bisa dinikmati,” jelasnya.

Ia berharap suatu saat jika kembali ke Desa Sionggang Tengah bisa memanen buah yang telah ditanam. “Kalau kesini lagi tidak untuk menanam tapi makan buah. Makan buah durian yang hari ini saya tanam. Buah ini bisa memperbaiki gizi. Jadi warga juga tidak perlu beli, karena bisa panen dari banyak pohon yang ditanam,” tuturnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data dari peta lahan DTA Toba yang dirilis Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup tahun 2018 seluas 385.596 hektare. Dari luas itu, lahan dengan kategori sangat kritis seluas 7.812 hektare dan lahan kritis 21.983 hektare.

Untuk kategori lahan agak kritis seluas 172.094 hektare dam lahan potensial kritis 15.745 hektare. Sedangkan lahan tidak kritis tercatat seluas 167.960 hektare.

18

Semarak HUT RI ke 76, Jasa Tirta I Gelar Webinar Wawasan Kebangsaan Untuk Pengelola Sumberdaya Air.

Malang – Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, Perum Jasa Tirta I (PJT I) menggelar serangkaian acara secara daring. Mulai dari perlombaan virtual hingga ditutup dengan penyelenggaraan webinar bertemakan “Menuju Indonesia Tangguh dan Bertumbuh” pada Selasa 31 Agustus 2021. Webinar tersebut menghadirkan tiga orang narasumber dengan topik utama yang berbeda yakni seputar isu kebangsaan, perubahan badan hukum Perusahaan, dan tentang peran PJT I dalam mendukung ketahanan sumberdaya air nasional. Meski acara diselenggarakan secara daring, namun cukup dapat menarik antusiasme insan perusahaan baik dari induk maupun anak perusahaan untuk mengikuti hingga akhir acara.

 

Materi sesi pertama dipaparkan oleh Wakil Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Hariono. Beliau menyampaikan bahwa sebuah bangsa dapat dikatakan mandiri apabila dapat mengelola sumberdaya airnya secara berkelanjutan. Diantaranya dengan melakukan konservasi, sehingga manfaat air dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang. Hal ini sejalan dengan misi Negara yakni melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Beliau juga menjelaskan bahwa selain sebagai dasar negara, Pancasila sebagai leitstar dinamis maupun meja statis akan selalu menjadi pandangan hidup sekaligus ideologi dalam menentukan tujuan pembangunan. Untuk itu beliau berpesan agar insan PJT I sebagai pengelola sumberdaya air harus menjadi manusia pancasilais yang memiliki kebanggaan dalam berbangsa serta terus berinovasi mengembangkan potensi alam Indonesia untuk kesejahteraan masyarakatnya.

 

Pada webinar ini dihadirkan juga pembicara dari PT. Danareksa selaku induk PJT I dalam program klasterisasi BUMN. Materi pada sesi tengah ini disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Investasi, Chris Soemijantoro. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa program klasterisasi merupakan bentuk upaya penguatan BUMN. Bagi sebagian BUMN yang tidak dapat diklasterisasi maka akan dibentuk holding perusahaan di bawah PT. Danareksa dan PT. PPA, dengan fokus transformasi bisnis berupa penguatan kinerja melalui kolaborasi value chain and product, penguatan bargaining position, maupun sharing capabilities. PJT I sebagai entitas bisnis berbentuk Perum dimana sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh negara memiliki peran utama sebagai “public service” di bidang sumber daya air. Hal ini sesuai dengan arahan sekaligus dukungan dari Kementerian PUPR terhadap rencana pembentukan holding untuk PJT I. Disampaikan juga bahwa timeline pembentukan holding untuk PJT I ditargetkan selesai di tahun 2022, dimana saat ini sedang dikaji terkait perubahan bentuk badan hukum yang sesuai dengan profil PJT I. Pemerseroan perusahaan nantinya harus dapat memperkuat peran utama PJT I dalam memberikan layanan umum sebagaimana diamanahkan dalam UU No. 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.

 

Untuk menambah wawasan terkait apa fungsi dan peran PJT I sebagai Pengelola Sumber Daya Air, dihadirkan juga narasumber dari Kementerian PUPR. Materi ketiga ini disampaikan oleh Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ir. Lilik Cahyadiningsih, MA. Beliau menjelaskan bahwa fungsi dan peran PJT I yang utama adalah “Pelayanan Umum” di bidang SDA. Diantaranya berupa kegiatan konservasi, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak Air. Pokok-pokok tentang tugas dan tanggung jawab perusahan kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2010 tentang Perum Jasa Tirta I. Adapun untuk dapat mengelola SDA secara terpadu, beliau juga menyampaikan pentingnya Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Daya Air atau BJPSDA yang ditarik dari pemanfaat dan tarifnya telah ditetapkan oleh Tim Evaluasi Tarif Kementerian PUPR. Disampaikan bahwa untuk dapat mengelola SDA dengan baik perusahaan perlu untuk bersinergi dengan BBWS/BWS di masing-masing sungai. Tidak lupa beliau mengingatkan agar perusahaan dapat mengoptimalkan peranan dalam hal pemberian izin penggunaan air serta bertindak selaku pengelola Sumber Daya Air.

 

Dihubungi terpisah Rabu 01 September 2021, Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh penyelenggara acara. Menurutnya sebagai bangsa Indonesia, kita semua harus bersyukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Bentuk rasa syukur ini dapat dirupakan dalam bentuk upaya menjaga amanah dan marwah sebagai negara kesatuan. Untuk itu diperlukan banyak literasi berupa apapun dalam rangka meningkatkan kompetensi kita dalam mencintai bangsa ini. Diantaranya melalui keikutsertaan kegiatan webinar ini. Harapannya, PJT I dapat terus berkontribusi dalam menjaga amanah negara serta semakin profesional dalam mengelola SDA untuk kemakmuran Indonesia.

 

———-

Departemen Humas dan Informasi Publik

Perum Jasa Tirta I

19

Dukung Program Strategis Nasional, Perum Jasa Tirta I (PJT I) Bangun Laboratorium Kualitas Air di Danau Toba

Toba – Keindahan Danau Toba serta kelimpahan sumber daya alamnya telah menjadikan danau vulkanik terbesar di dunia ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Pemerintah pun telah menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari 5 (lima) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas. Potensi pariwisata Danau Toba diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya daerah sekitar. Dengan ditetapkannya sebagai program strategis nasional, tentunya masalah lingkungan hidup akan menjadi kebutuhan yang harus menjadi perhatian bersama. Termasuk juga kebutuhan akan menjaga lingkungan dari pencemaran terutama kualitas air, baik yang ada di dalam area danau maupun air yang mengalir melalui Sungai Asahan.

Untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam melakukan pengendalian pencemaran air permukaan di Danau Toba dan Sungai Asahan, Perum Jasa Tirta I (PJT I) akan membuka satu Laboratorium Lingkungan di daerah Parapat, Sumatera Utara yang berguna sebagai Decision Support System bagi pemerintah. Saat ini sedang dalam tahap pembangunan yang direncanakan akan selesai dan siap beroperasi mulai tahun 2022. Laboratorium ini dibangun di lahan seluas 400 meter persegi di Desa Tigaraja, Kecamatan Girsang Sioangon Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Laboratorium lingkungan Parapat ini nantinya sekaligus sebagai laboratorium keempat yang dioperasikan oleh PJT I. Tiga lainnya berada di Wilayah Sungai Brantas dan Bengawan Solo. Salah satu produk layanannya antara lain berupa pengujian analisa kualitas air dengan berbagai parameter, baik organik seperti BOD, COD, nitrat, maupun parameter fisik seperti TSS. Para pelanggan dapat melakukan berbagai macam uji sampel, baik air sungai, air limbah, maupun air hasil olahan yang digunakan sebagai bahan baku seperti PDAM. Laboratorium PJT I sendiri telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk penerapan Sistem Mutu SNI 19-17025-2000 No. LP-227-IDN sebagai Laboratorium Penguji.

PJT I bersama Pemerintah Daerah setempat juga telah mendiskusikan skema pemantauan kualitas air kedepan. Dengan adanya laboratorium ini maka akan dilakukan pemantauan secara terpadu dan berkesinambungan dari hulu hingga hilir Sungai Asahan. Hal ini bertujuan untuk memotret kualitas air sepanjang Sungai Asahan, sehingga dapat terevaluasi secara berkala. Untuk tahap awal nantinya Laboratorium Parapat akan menitikberatkan kualitas air yang berada di bagian hulu terlebih dahulu, yakni di Danau Toba. Secara bertahap akan dipasang beberapa alat ukur Water Quality Monitoring System (WQMS) serta pos pemantauan di bagian hulu dan hilir, dimana data hasil pengukuran ini akan terintegrasi secara otomatis dan real time dengan main panel yang berada di Laboratorium Parapat.

Hasil analisa kualitas air Sungai Asahan secara series, nantinya dapat digunakan sebagai data primer dalam melakukan berbagai kajian. Diantaranya untuk menghitung daya tampung Danau Toba serta penetapan zonasi area budidaya keramba, dengan demikian dapat diketahui berapa jumlah maksimal keramba yang diperbolehkan berada di kawasan perairan danau. Laboratorium Parapat juga mendukung kebutuhan evaluasi akan keseimbangan ekosistem danau. Sehingga dapat diketahui keseimbangan jumlah dan jenis ikan perairan darat dengan memperhitungkan kondisi kualitas air danau di setiap zonasinya.

Dihubungi terpisah, Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Gok Ari Joso Simamora menyampaikan “Kami akan mengupayakan agar pembangunan laboratorium dapat berjalan on schedule, sehingga kami dapat turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup di Kawasan Danau Toba,”. Simamora juga menjelaskan bahwa untuk mendukung tercapainya tujuan dari penetapan Danau Toba sebagai KSPN Super Prioritas, tentunya diperlukan adanya sinergitas antar stakeholder. Diantaranya melalui pembangunan yang berwawasan lingkungan dengan memanfaatkan alam secara bijaksana serta memperhatikan prinsip pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan untuk peningkatan mutu hidup. “Untuk itulah, kami akan hadir bersama Laboratorium Lingkungan di tanah Toba ini,” pungkasnya.

Dukungan Perum Jasa Tirta I dalam pelestarian lingkungan hidup Dana Toba selama ini juga telah dilakukan melalui kegiatan konservasi berupa penanaman pohon di catchment area danau. Dari 2016 lalu hingga saat ini, program penghijauan ini telah terealisasi di lebih dari 370 hektar lahan kritis yang tersebar di green belt danau. Kedepan target penghijauan masih akan diperluas lagi, setidaknya dapat tercapai 500 hektar totalnya.

—-
Departemen Humas & Informasi Publik
Perum Jasa Tirta I

20

Pengumuman Pra Kualifikasi Pekerjaan Terintegrasi Pengerukan Bendungan Tangga

Uraian Singkat Pekerjaan :

Pengadaan Peralatan Pengerukan berupa Cutter Suction Dredger (CSD), Work Boat (WB), Floating Booster Pump (FDP), Booster Pump (BP) dan Service Pontoon (SP) serta Perlengkapan Pengerukan berupa Rubber Hose, HDPE Pipe dan Floater serta Peralatan Pengendalian berupa Control System serta Pekerjaan Konstruksi berupa Pengerukan Sedimen Waduk Tangga untuk menunjang Pelaksanaan Kegiatan OP (Pengerukan Sedimen Waduk) pada Bendungan / Waduk Tangga yang terletak di Wilayah Sungai Toba Asahan yang merupakan Wilayah Kerja Divisi Jasa ASA V.

Persyaratan Utama Kualifikasi Teknis Calon Penyedia :
a. Memiliki Pengalaman Terkait dalam arti Pengalaman Tunggal yaitu memperoleh paling sedikit 1 (Satu) Kali Paket Pekerjaan Pekerjaan Terintegrasi Sejenis atau dalam arti Pengalaman Multi yaitu memperoleh paling sedikit 1 (Satu) Kali Paket Pekerjaan Pengadaan Peralatan Pengerukan dan 1 (Satu) Kali Paket Pekerjaan Pengadaan Perlengkapan Pengerukan dan 1 (Satu) Kali Paket Pekerjaan Pengerukan Sedimen sebagai Penyedia dengan Hasil Pekerjaan dinyatakan Baik / Layak Diterima selama kurun waktu 10 Tahun Terakhir, baik pada Lingkungan Pemerintah atau BUMN / BUMD / BLUD / BHMN maupun Swasta, termasuk Pengalaman Sub Kontrak.
b. Detail Persyaratan Kualifikasi Teknis Calon Penyedia sebagaimana tertuang pada Dokumen Pra Kualifikasi.
Persyaratan Utama Kualifikasi Keuangan Calon Penyedia :
a. Laporan Keuangan Perusahaan Tahun 2020 yang bersifat Audited oleh Kantor Akuntan Publik (KAP). Apabila
Peserta merupakan Kemitraan, maka Perusahaan yang diwajibkan untuk menyampaikan Laporan Keuangan
Perusahaan Audited adalah Perusahaan Utama (Leading Firm) Kemitraan.
b. Detail Persyaratan Kualifikasi Keuangan Calon Penyediai sebagaimana tertuang pada Dokumen Pra
Kualifikasi.

Pendaftaran Pra Kualifikasi, Distribusi Dokumen Pra Kualifikasi, Distribusi Undangan Berita Acara Pemberian Penjelasan Pra Kualifikasi dan Distribusi Berita Acara Pemberian Penjelasan Pra Kualifikasi memiliki Tata Cara sebagai berikut :
a. Pendaftaran Pra Kualifikasi dilaksanakan mulai dari Tanggal 14 Agustus 2021 Pukul 00.00 WIB sampai dengan Tanggal 03 september 2021 Pukul 24.00 WIB.
b. Pendaftaran Pra Kualifikasi dilaksanakan dengan cara Calon Penyedia mengisi lengkap Form Pendaftaran sebagaimana terlampir dan selanjutnya Calon Penyedia mengirimkan kembali Form Pendaftaran yang telah diisi lengkap kepada Pokja Pekerjaan Terintegrasi Pengerukan Bendungan Tangga melalui Email dengan alamat pokjaepcpjt1@gmail.com dan/atau pokja2ulp@jasatirta1.com.
c. Dokumen Pra Kualifikasi, Undangan Pemberian Penjelasan Pra Kualifikasi dan Berita Acara Pemberian Penjelasan Pra Kualifikasi akan diberikan oleh Pokja Pekerjaan Terintegrasi Pengerukan Bendungan Tangga kepada Calon Penyedia yang telah mengirimkan kembali Form Pendaftaran yang telah diisi lengkap melalui Email pokjaepcpjt1@gmail.com atau pokja2ulp@jasatirta1.com

Pemberian Penjelasan Pra Kualifikasi 25 Agustus 2021 jam 09.00

Informasi selengkapnya kunjungi https://eproc.jasatirta1.co.id/

https://eproc.jasatirta1.co.id/eproc_front/index.php/frontend/detail_berita/108

21

PJT I Gelar Webinar Merangkul AKHLAK, Berdamai Dengan Pandemi

Malang – Kementerian BUMN sejak setahun lalu mencanangkan nilai-nilai utama atau core value dengan akronim AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Untuk memperingatinya, Perum Jasa Tirta (PJT) I sebagai salah satu BUMN pengelola sumber daya air menggelar webinar dengan tema Merangkul AKHLAK, Berdamai Dengan Pandemi, Kamis (29/7/2021).

Webinar yang digelar melalui platform zoom maupun youtube tersebut dibuka oleh Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan. Acara dihadiri pula oleh Ketua Dewan Pengawas PJT I, Pitojo Tri Juwono serta Komisaris dan Direksi Jasa Tirta Energi yang merupakan anak perusahaan dari PJT I.

“Adanya core value AKHLAK yang dicanangkan Menteri BUMN, Erick Thohir setahun lalu harus dipegang oleh semua insan di lingkup Kementerian BUMN di Indonesia. Tentunya ini sudah menjadi satu nilai yang tunggal dianut oleh semua BUMN dan anak perusahaannya,” kata Raymond saat dikonfirmasi, Jumat (30/7/2021).

Sebelumnya, kata Raymond, kurang lebih ada 140 BUMN yang masing-masing memiliki core value sendiri, termasuk PJT I. Namun dengan menjadikan AKHLAK sebagai core value seluruh BUMN, maka seluruh insan BUMN diharapkan memiliki keseragaman budaya kerja, yang tentunya akan memunculkan satu karakter kuat yang tumbuh di setiap insan BUMN.

“Ini merupakan rancangan yang sangat visioner dari Bapak Menteri BUMN. Bahwa di dalam segala perubahan yang terjadi termasuk volatility, uncertainty, complexity, dan juga berbagai ambiguity, beliau menyatukan core value dari 140an BUMN menjadi satu core value yang kita sebut AKHLAK. Tidak lain adalah untuk menyiapkan agar SDM di seluruh BUMN memiliki standar perilaku dan etika yang sama, dimana nantinya dapat menjadi agent of change yang siap menjalankan roda pembangunan negeri ini,” ungkapnya.

PJT I sendiri telah menetapkan AKHLAK sebagai budaya kerja perusahaan melalui Keputusan Direksi per tanggal 30 Juli 2020. Penetapan ini merupakan komitmen perusahaan untuk mengoptimalkan penerapan AKHLAK hingga ke ranah direksi, dewan pengawas dan karyawan perusahaan.

“Agar lebih efektif dan efisien, implementasi transformasi budaya organisasi harus terukur. Agar selanjutnya dapat disusun program transformasi yang berkesinambungan dan terintegrasi dengan visi misi perusahaan,” kata Ganindra Adi Cahyono dalam paparannya pada materi webinar sesi pertama.

Manajer Utama yang membidangi Sumber Daya Manusia di PJT I tersebut, menjelaskan secara rinci penjabaran dari AKHLAK. Ia menjadi narasumber pertama yang membawakan materi berjudul Menakar tingkat kesehatan AKHLAK sebagai Budaya Organisasi.

Dalam webinar itu juga menghadirkan pemateri dari luar lingkup PJT I. Dengan membawakan materi Living in Harmony with Covid-19, Sharlinni Erisa Putri selaku Co-Founder PT Nusantics ikut sebagai narasumber kedua.Pendiri perusahaan startup teknologi genom pertama di Indonesia itu menjelaskan bagaimana cara virus Covid-19 bermutasi serta apa yang perlu dilakukan agar kita dapat berdamai dengan kondisi pandemi ini. “Sampai hari ini kematian akibat Covid-19 di dunia tercatat sebanyak 4,6 juta jiwa. Namun para ahli memprediksi di tahun 2050 kematian manusia akibat antibiotic resistance bacteria bisa mencapai 2 kali jumlah korban akibat Covid-19,” ungkap Sharlini dalam paparannya.

Dia menjelaskan bahwa tubuh manusia di dalamnya terdiri dari berbagai microbiome seperti bakteri, virus, jamur yang perlu diseimbangkan jenis dan jumlahnya agar imunitas manusia tidak terus melemah. Dengan penggunaan antibiotik berlebihan dapat merusak keseimbangan tersebut. Untuk itu diperlukan adanya upaya mendiagnosa dan mengembalikan keberagaman microbiome di tubuh kita.

Adaptif adalah salah satu nilai AKHLAK yang saat ini diperlukan bagi kita untuk tetap dapat bertahan di kondisi pandemi.

24

Penuhi 166 Kriteria, Jasa Tirta I Peroleh Sertifikat SMK3

Perum Jasa Tirta (PJT) I berhasil memperoleh sertifikat penghargaan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sertifikat ini ditandatangani oleh Ibu Menteri, Ida Fauziyah pada tanggal 22 April 2021 dan diterima Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan.

PJT I sebagai BUMN di bidang pengelolaan sumber daya air (SDA) telah memenuhi 166 kriteria untuk kategori Tingkat Lanjutan sesuai PP No. 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3. Hasil skoring penilaian yang diraih pun cukup tinggi, dengan nilai 91,56 persen yang berarti masuk dalam kategori tingkat penerapan memuaskan.

Sertifikat tersebut ditetapkan melalui SK Menaker RI No. 37 Tahun 2021 dan disampaikan oleh Kepala Cabang PT. Sucofindo (Persero) Surabaya, Ida Bagus Kade Padma sebagai pihak yang melakukan assesmen atas penerapan SMK3 di lingkup PJT I. Proses penyerahan yang dilakukan pada masa PPKM Darurat itu diselenggarakan secara virtual pada Kamis 22 Juli 2021.

“Penerimaan Sertifikat SMK3 di PJT I adalah sebuah proses dimana penerapannya sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan penerimaannya sudah sepatutnya disyukuri. Kami mewakili direksi berterima kasih kepada seluruh pihak di PJT I yang telah berkomitmen untuk dapat menghasilkan sistem kerja dengan standar K3 sesuai peraturan perundangan yang berlaku dan konsisten dalam penerapannya sebagai BUMN pengelola SDA,” kata Raymond, Jumat (23/7/2021).

Menurutnya, sistem manajemen adalah kebutuhan sebuah korporasi, bukan ego sektoral semata. Dalam implementasinya, lanjut dia, diperlukan upaya bersama untuk memberikan hasil terbaik bagi perusahaan dan berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Ia menegaskan pada seluruh jajarannya, bahwa SMK3 diperoleh sebagai pemicu untuk lebih bekerjasama dengan mengesampingkan ego, berupaya lebih mendengarkan dan mengupayakan hal terbaik untuk kepentingan korporasi. “Kami akan pertahankan, dengan membangun kesadaran K3 sebagai kebutuhan dan budaya keseharian dalam menjalankan segala proses bisnis perusahaan,” jelasnya.
Berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012, setiap perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan atau mengandung potensi bahaya dan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran lingkungan dan penyakit akibat kerja wajib menerapkan SMK3. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dijelaskan bahwa setiap perusahaan wajib menetapkan SMK3 yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

Dalam pencapaian penghargaan sertifikat SMK3, PJT I memiliki dua kegiatan utama. Pertama, kegiatan operasi sebagai upaya untuk dapat memanfaatkan air dan sumber-sumber air secara optimal dan mengendalikan daya rusaknya yang berupa banjir, kekeringan maupun pencemaran air. Kedua adalah kegiatan pemeliharaan sebagai upaya menjaga air dan sumber air serta prasarana pengairan untuk tetap dapat berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Untuk dapat menunjang kegiatan itu, dengan telah diperolehnya sertifikat SMK3 atas assesmen yang telah dilakukan Desember 2020 lalu, maka PJT I dinyatakan telah berhasil meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Selain Sistem Manajemen K3, PJT I juga telah memperoleh sertifikasi dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2015, Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37002 : 2016, serta khusus untuk produk layanan Laboratorium Lingkungan juga diperoleh sertifikasi sebagai laboratorium penguji berstandar SNI ISO/IEC 17025 : 2008.

25

Jasa Tirta I Ajak Puluhan Wartawan Belajar Jurnalisme Data

Perum Jasa Tirta (PJT) I mengajak puluhan jurnalis dari wilayah sungai Brantas, Bengawan Solo dan Toba Asahan untuk belajar jurnalisme data di era digital. Workshop yang digelar, Jumat (16/7/2021) secara virtual itu menghadirkan narasumber Atmaji Sapto Anggoro, CEO PT Binokular Media Utama.

Sapto juga dikenal sebagai mantan CEO Tirto.id serta pendiri detik.com dan merdeka.com yang menjadi portal media online terkemuka di Indonesia. Workshop dibuka oleh Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan yang juga menjadi keynote speaker dalam workshop yang berlangsung 150 menit tersebut.

Dalam paparannya, Raymond mengapresiasi workshop yang diikuti wartawan dari Forum Jurnalis Peduli Sungai dari daerah Surabaya, Malang, Batu, Lamongan, Medan, dan Toba. “Dunia jurnalistik tidak asing bagi saya. Dulu saya juga sempat hampir menjadi jurnalis pada tahun 90-an,” katanya.

Ia bercerita pengalamannya pernah mendaftar menjadi kontributor The Jakarta Post. “Waktu itu tes pakai TOEFL minimal 500 dan saya 500 sekian dan dinyatakan lolos. Tapi saat itu saya memilih tidak melanjutkan dan memilih melanjutkan kuliah hingga bekarir di PJT I,” ungkapnya bercerita.

Dengan pelbagai pengalaman di dunia jurnalistiknya itu, ia pun mengaku sangat mengapresiasi kerja wartawan dalam mencari informasi berita. “Saya walaupun malam hari di WA atau ditelpon wartawan selalu saya balas. Saya paham wartawan kerja juga ada deadline. Jadi dengan workshop yang digelar ini, saya berharap bisa menambah ilmu bagi kawan-kawan jurnalis,” harapnya.

Dalam materi workshop, Sapto selaku narasumber menjelaskan bahwa jurnalisme data bukanlah hal baru dalam dunia jurnalistik. Bahkan, jurnalisme data sudah ada sejak 1858 saat seorang perawat pada perang Inggris di Krimea, dulu Uni Soviet sekarang Ukraina merilis data jumlah kematian dalam perang.

Namun, kata dia, dengan perkembangan dunia digital saat ini jurnalisme data masih menjadi hal penting. “Saat ini banyak sekali informasi hoaks, missinformasi dan disinformasi melalui media sosial. Peran jurnalisme data ini sangat penting untuk bisa meng-counter informasi yang salah itu,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah jurnalis menanyakan perihal sulitnya mencari data yang akurat. Selain itu, berkembangnya media sosial juga menjadi tantangan bagu para jurnalis di tengah banyaknya informasi yang beredar di masyarakat.

Sapto menjelaskan, di dalam jurnalisme data, kecepatan tidak menjadi hal penting karena akurasi data yang tepat menjadikan berita menjadi lebih kredibel. “Yang dicari orang saat ini adalah kebenaran. Namun kebenaran tidak tunggal tapi bisa diadu fakta dan datanya. Cilaka buat seorang jurnalis jika tidak menyampaikan data yang benar,” pungkasnya.

26

Pejabat Struktural Jasa Tirta I Belajar Strategi Komunikasi Media

Sekitar 50 pejabat struktural dari Perum Jasa Tirta (PJT) I belajar tentang strategi komunikasi media untuk korporasi. Pembelajaran workshop digelar secara online dengan menghadirkan narasumber Zainal Arifin Emka yang merupakan Staf Ahli Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur.

Workshop dibuka oleh Direktur Utama PJT I, Raymond Valiant Ruritan, Jumat (16/7/2021). Dalam sambutannya, Raymond memberikan keleluasaan bagi seluruh pejabat struktural di jajarannya untuk bisa menyampaikan pesan pada media massa.

“Sebagai salah satu BUMN di Indonesia, seluruh pejabat di PJT I adalah penyampai pesan yang merepresentasikan perusahaan. Baik melalui media massa ataupun media sosial,” jelasnya.

Ia pun menyambut baik workshop yang digelar oleh Departemen Humas dan Informasi Publik PJT I bersama dengan Forum Jurnalis Peduli Sungai (FJPS). “Sembari bekerja di kantor dan di rumah bagi yang WFH, sambil duduk-duduk saja mengikuti workshop strategi komunikasi media untuk korporasi ini bisa dapat ilmu yang luar biasa dari Pak Zainal,” ungkapnya.

Ia juga mengenalkan sosol Zainal Arifin Emka pada seluruh pejabat strukturalnya. “Pak Zainal ini assesor untuk uji kompetensi wartawan. Beliau juga dosen komunikasi di Stikosa AWS. Semoga banyak ilmu yang bisa didapat dari webinar kali ini,” harapnya.

Dalam paparannya, Zainal menjelaskan tentang pentingnya komunikasi dengan media massa. “Intinya jangan menghindar dari wartawan. Jika ada pertanyaan lebih baik dijawab. Jika tidak maka pemberitaannya akan menggelinding tak tentu arah karena wartawan pastibakan mencari narasumber lain yang mungkin kurang kompeten,” katanya.

Saat sesi tanya jawab, sejumlah pejabat PJT I juga menanyakan perihal kompetensi SDM di perusahaan yang berlatar belakang teknik sipil dan mesin. Secara sederhana, Zainal memberikan saran atas pertanyaan tersebut.

“Memang tidak semua pejabat menguasai dan mampu menjawab pertanyaan wartawan. Lebih baik tetap direspon dan meminta waktu untuk menyiapkan jawaban. Bisa minta jawaban pada pehabat lain yang kebih kompeten di bidangnya. Atau bahkan bisa membantu memfasilitasi atau menghubungkan wartawan dengan pejabat yang bisa menjawab,” ungkapnya.

Ia meminta pejabat PJT I tidak hanya reakrif atau merespon saat ada berita jelek tentang perusahaan. Namun, kata dia, jika ada data yang memang menjadi siklus rutin tahunan bisa disiapkan sebelum ada pertanyaan dari wartawan.

“Saat kemarau pasti pertanyaan wartawan soal debit air di waduk, kualitas air sungai. Kalau musim hujan biasanya soal potensi banjir dan cara penanggulangannya. Ini siklus tahunan yang datanya bisa disiapkan sejak awal. Tinggal update angka atau data terbarunya saja,” sarannya.

Untuk mengurangi potensi kesalahan wartawan dalam menulis berita hasil wawancara, ia juga menyarankan dibuatkan rilis berita tertulis. “Terkadang ada istilah teknis yang tidak semua wartawan paham dan tahu. Dengan rilis tertulis bisa mengurangi potensi kesalahan dalam pemberitaan,” pungkasnya.