700 Pelari Ramaikan Selorejo Run Challenge 2026, PJT I Kenalkan Waduk Selorejo sekaligus Gerakkan UMKM Lokal

700 Pelari Ramaikan Selorejo Run Challenge 2026, PJT I Kenalkan Waduk Selorejo sekaligus Gerakkan UMKM Lokal

MALANG, 9 Agustus 2026 – Sekitar 700 pelari meramaikan Selorejo Run Challenge 2026 yang digelar Perum Jasa Tirta I (PJT I) di kawasan Waduk Selorejo, Ngantang, Kabupaten Malang, Minggu (9/8/2026). Mengusung konsep “Run with View” dan semangat “JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita”, kegiatan ini memadukan olahraga, wisata, edukasi lingkungan, serta kolaborasi bersama masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar Waduk Selorejo.

Selorejo Run Challenge 2026 menjadi salah satu program unggulan PJT I dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, PJT I tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga lintas alam, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal lebih dekat Waduk Selorejo dan membangun kepedulian terhadap kelestarian ekosistem sumber daya air.

Selorejo Run Challenge 2026 menghadirkan dua kategori, yakni 8 kilometer dan 17 kilometer. Rute yang disiapkan membawa para peserta menyusuri kawasan Waduk Selorejo dan lingkungan sekitarnya, sehingga peserta dapat menikmati pengalaman berlari di tengah lanskap alam sekaligus mengenal lebih dekat kawasan yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya air.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, mengatakan penyelenggaraan Selorejo Run Challenge merupakan salah satu cara PJT I mendekatkan pengelolaan sumber daya air kepada masyarakat melalui kegiatan yang lebih partisipatif dan menyenangkan.

“Melalui Selorejo Run Challenge, kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk berlari, tetapi juga mengenal lebih dekat Waduk Selorejo dan memahami pentingnya menjaga ekosistem sumber daya air. Waduk bukan hanya infrastruktur pengelolaan air, tetapi juga bagian dari ruang kehidupan masyarakat yang perlu kita jaga bersama keberlanjutannya,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, semangat tersebut diwujudkan melalui slogan JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita, yang mengajak setiap peserta meninggalkan jejak positif bagi lingkungan.

“Kami ingin semangat menjaga air tidak berhenti sebagai pesan, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama. Ketika masyarakat semakin mengenal suatu kawasan sumber daya air, kami berharap akan tumbuh pula rasa memiliki dan kepedulian untuk ikut menjaganya,” tambahnya.

Selain membawa pesan pelestarian lingkungan, Selorejo Run Challenge 2026 juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar Waduk Selorejo. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai komunitas turut mendorong aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, termasuk dengan membuka ruang bagi UMKM lokal untuk terlibat dan memperoleh manfaat dari penyelenggaraan kegiatan.

Fahmi menegaskan bahwa pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Selorejo Run Challenge.

“Kegiatan ini juga menjadi momentum kolaborasi PJT I dengan masyarakat. Kami ingin keberadaan event di kawasan yang kami kelola memberikan nilai tambah, termasuk bagi UMKM dan pelaku ekonomi lokal. Jadi manfaatnya bukan hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat yang hidup dan beraktivitas di sekitar Waduk Selorejo,” jelas Fahmi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Selorejo Run Challenge 2026, Irfan Ferdiantana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, terselenggaranya Selorejo Run Challenge tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung kelancaran kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan Selorejo Run Challenge 2026. Kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Irfan.

Irfan juga mengapresiasi antusiasme sekitar 700 pelari yang telah mengikuti Selorejo Run Challenge 2026. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan olahraga berbasis alam memiliki potensi besar untuk menjadi ruang kolaborasi sekaligus memperkenalkan kawasan Waduk Selorejo secara lebih luas.

“Kami juga berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari Selorejo Run Challenge 2026. Harapannya, pengalaman berlari di kawasan Waduk Selorejo tidak hanya memberikan kesan bagi para peserta, tetapi juga membawa pulang pesan untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan sumber daya air,” tambah Irfan.

PJT I berharap Selorejo Run Challenge dapat semakin mengenalkan Waduk Selorejo sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dalam pengelolaan sumber daya air sekaligus potensi wisata berbasis alam dan edukasi.

Kegiatan ini sekaligus melanjutkan pengembangan event olahraga berbasis kawasan sumber daya air yang sebelumnya telah dilakukan PJT I melalui Wonorejo Run Challenge 2025. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, pelaku UMKM, dan masyarakat, PJT I berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif secara lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dengan semangat JEJAK: Jaga Ekosistem, Jaga Air Kita, Selorejo Run Challenge 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan pengalaman bagi sekitar 700 pelari yang mengikuti kegiatan, tetapi juga memperkuat kesadaran bahwa menjaga keberlanjutan sumber daya air merupakan tanggung jawab bersama.

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum
Perum Jasa Tirta I

 

Pertimbangkan Aspirasi Masyarakat, PJT I Sesuaikan Akses Kendaraan Roda Empat di Bendungan Lahor

Pertimbangkan Aspirasi Masyarakat, PJT I Sesuaikan Akses Kendaraan Roda Empat di Bendungan Lahor

MALANG – Perum Jasa Tirta I (PJT I) melakukan penyesuaian terhadap pembatasan akses kendaraan roda empat (R4) yang melintasi puncak Bendungan Lahor, Kabupaten Malang, setelah mempertimbangkan kebutuhan mobilitas masyarakat serta aspirasi yang disampaikan dalam aksi penyampaian pendapat pada 1 Agustus 2026.

Kepala Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho, mengatakan PJT I mendengarkan berbagai masukan yang disampaikan masyarakat terkait kebutuhan akses melalui Bendungan Lahor.

“Kami memahami aspirasi yang disampaikan masyarakat serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang selama ini menggunakan akses Bendungan Lahor. Setelah mempertimbangkan masukan tersebut dan kondisi di lapangan, kami melakukan penyesuaian dengan memberikan akses bagi kendaraan roda empat untuk melintas mulai pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB. Pengaturan akses ini akan terus dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan aspek keamanan bendungan” kata Agung.

Dengan pengaturan tersebut, kendaraan roda empat diperbolehkan melintas melalui puncak Bendungan Lahor pada pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sementara pada pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB, kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintas.

Dalam pelaksanaannya, kendaraan roda dua (R2) maupun kendaraan roda empat (R4) tetap melakukan pembayaran sebesar Rp1 melalui sistem tap kartu. Mekanisme tersebut diterapkan sebagai upaya pengendalian keamanan di Bendungan Lahor.

Menurut Agung, pengaturan waktu tersebut merupakan upaya PJT I untuk mencari titik temu antara kebutuhan mobilitas masyarakat dan tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keamanan bendungan.

“PJT I terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Kami berupaya memberikan ruang bagi kebutuhan mobilitas masyarakat, namun pada saat yang sama keamanan dan keandalan bendungan tetap menjadi prioritas. Kami berharap penyesuaian ini dapat menjadi solusi yang dapat diterima bersama,” ujarnya.

PJT I terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI–Polri, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan terkait agar pelaksanaan pengaturan akses Bendungan Lahor dapat berjalan aman dan tertib.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jam operasional yang telah ditetapkan, melakukan tap saat melintas, serta mengikuti arahan petugas di kawasan Bendungan Lahor.