Wonogiri, 3 Desember 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali membuktikan komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air nasional. Sebagai tindak lanjut kesuksesan program restorasi mata air yang dimulai sejak 2024, PJT I tahun ini meresmikan pembangunan 95 unit sumur resapan di 6 Desa Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Langkah ini merupakan respons cepat perusahaan terhadap kondisi Wonogiri yang kerap menghadapi tantangan kekeringan musiman dan penurunan debit mata air.
Di tahun 2025 dengan mengusung semangat sinergi BUMN, PJT I menggandeng mitra strategis yaitu Perum Perhutani, PT PLN Indonesia Power, InJourney (PT Angkasa Pura Indonesia), dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). Kolaborasi ini juga didukung penuh oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Wilayah XI yang berperan sentral dalam pelaksanaan konstruksi dan koordinasi intensif dengan pihak desa.
Vice President Regional 1 PJT I, Ganindra Adi Cahyono, menjelaskan bahwa sumur resapan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan upaya mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi. Sebanyak 95 sumur dengan tipe buis beton dan batu bata ini masing-masing memiliki kapasitas tampung sekitar 3,7 meter kubik. Fungsinya vital untuk menangkap air hujan agar tidak terbuang percuma sebagai limpasan permukaan (yang berisiko banjir), tetapi terserap masuk ke dalam akuifer tanah.
“Kita harus ramah agar air dapat datang. Air tidak pernah dihasilkan oleh aktivitas kehidupan manusia, tapi airlah yang memberi daya dukung bagi kehidupan. Melalui sumur resapan ini, kita harapkan air masuk ke dalam tanah, mengembalikan debit mata air yang menyusut, serta mengurangi risiko banjir,” ujar Ganindra. Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas ini, karena manfaat terbesar akan muncul jika pemeliharaan dilakukan berkelanjutan, terutama jika didukung dengan penanaman pohon agar hasilnya lebih optimal.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno yang hadir dalam peresmian tersebut mengapresiasi langkah konkret sinergi BUMN ini. Menurutnya, keberadaan sumur resapan memberikan bukti nyata bagi ketahanan pangan lokal. Dengan kondisi tanah yang lebih lembap dan subur di sekitar sumur resapan, ekonomi masyarakat terdongkrak melalui hasil panen yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Pembangunan sumur resapan dan penghijauan adalah solusi dari peningkatan kesadaran masyarakat. Dampaknya nyata, terutama pada ketahanan air pertanian. Lahan pertanian dan tanaman buah di sekitar titik sumur resapan menunjukkan peningkatan produktivitas karena pasokan air tanah kini jauh lebih stabil,” ungkap Setyo.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Camat Girimarto, perwakilan 6 BUMN, CDK Wilayah XI, Anggota DPRD, Kapolsek, dan Danramil setempat. Selain meresmikan 95 unit sumur resapan, kolaborasi BUMN ini juga menyerahkan bantuan 1.350 bibit pohon. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kelompok Tani (KTA) di sejumlah lokasi, yakni Dusun Sanan, Dusun Semagar, Kelurahan Sidokarto, Dusun Girimarto, Dusun Waleng, dan Desa Selorejo.
Rangkaian acara ditutup dengan aksi penanaman pohon bersama, serta peninjauan langsung ke lokasi sumur resapan untuk memastikan kualitas infrastruktur yang terbangun. Program restorasi mata air ini dipastikan akan terus berlanjut mengingat dampak positifnya yang multidimensi. Diantaranya melestarikan lingkungan, mencegah bencana hidrometeorologi, serta menyejahterakan ekonomi masyarakat desa.
——————————————————–
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum
Perum Jasa Tirta I
