SOFT LAUNCHING WATER BREAKING PLTS TERAPUNG

Soft Launching Water Breaking PLTS Terapung Karangkates 100 MW, PJT I Tegaskan Sinergi Pengelolaan Air dan Energi Bersih

Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) menghadiri dan mendukung pelaksanaan Soft Launching Water Breaking Pembangunan Proyek PLTS Terapung Karangkates 100 MW yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Gedung Gardu Pandang Bendungan Karangkates, Sumberpucung, Malang.

Kegiatan ini menandai dimulainya realisasi fisik konstruksi proyek strategis energi baru terbarukan yang dikembangkan oleh PLN Group. PLTS Terapung Karangkates dengan kapasitas terpasang 100 MWac merupakan salah satu proyek PLTS terapung berskala besar di Indonesia yang berperan dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) serta implementasi Green RUPTL. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN Nusantara Renewables, GD Power Hongkong, dan Perum Jasa Tirta I melalui PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi momentum penting transformasi pemanfaatan waduk secara multipurpose.

“Soft launching ini bukan hanya penanda dimulainya konstruksi fisik PLTS Terapung Karangkates, tetapi juga simbol transformasi pengelolaan bendungan yang semakin adaptif terhadap tantangan energi masa depan. Waduk Karangkates kini berperan ganda, tidak hanya sebagai infrastruktur pengelolaan sumber daya air, tetapi juga sebagai bagian dari solusi transisi energi hijau nasional.”
Beliau menegaskan bahwa PJT I memastikan pengembangan proyek tetap mengedepankan prinsip keamanan bendungan, keberlanjutan fungsi utama waduk, serta tata kelola yang didasari prinsip kehati-hatian.

“Kami memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan selaras dengan aspek teknis keselamatan bendungan dan tidak mengganggu fungsi utama pengelolaan air. Sinergi ini menunjukkan bahwa pengelolaan air dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan harmonis dan saling menguatkan.”

Rangkaian kegiatan soft launching meliputi sambutan para direksi mitra, laporan proyek, arahan manajemen PLN, pembacaan doa, santunan anak yatim, seremoni penandatanganan solar panel, prosesi potong tumpeng, serta sesi foto bersama

Bagi PJT I, kehadiran PLTS Terapung Karangkates menjadi langkah konkret dalam mendukung optimalisasi aset bendungan secara berkelanjutan. Pemanfaatan permukaan waduk untuk energi surya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah lingkungan, termasuk efisiensi ruang dan pengurangan laju evaporasi air.

Sebagai BUMN pengelola sumber daya air, PJT I berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi strategis yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
————————————————————————
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

PJT I DUKUNG ZERO WASTE

Perum Jasa Tirta I Dukung Zero Waste Academy sebagai Upaya Lindungi Sungai Brantas dari Sumber Sampah

Kediri – Perum Jasa Tirta I (PJT I) mendukung pelaksanaan Zero Waste Academy (ZWA) yang diselenggarakan oleh Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) sebagai ruang belajar strategis dalam penguatan pengelolaan sampah dari sumber. Kegiatan ini bertujuan mendorong perlindungan Sungai Brantas dari hulu hingga hilir melalui pendekatan sistemik berbasis pencegahan timbulan sampah di tingkat rumah tangga dan komunitas. Zero Waste Academy dilaksanakan pada 28–31 Januari 2026 di Kota Kediri.

Kegiatan Zero Waste Academy diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang berasal dari lebih dari 12 kota/kabupaten di Pulau Jawa, dengan melibatkan beragam unsur pemangku kepentingan, antara lain BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah desa dan kelurahan, akademisi, serta organisasi lingkungan. Komposisi peserta yang beragam ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis pencegahan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa keterlibatan PJT I dalam Zero Waste Academy merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan kualitas sumber daya air.

“Perlindungan sungai tidak dapat hanya mengandalkan upaya di badan air, tetapi harus dimulai dari pengelolaan sampah di sumbernya. Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, Perum Jasa Tirta I mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan agar mampu mengelola sampah secara bertanggung jawab, sehingga beban pencemaran ke sungai dapat ditekan secara signifikan,” ujar Fahmi.

Dukungan PJT I juga diwujudkan melalui kehadiran generasi muda PJT I, Aulia Agusta Alamsjah, yang turut menjadi narasumber dalam agenda workshop. Dalam kesempatan tersebut, Aulia membagikan pengalaman lapangan PJT I dalam pengendalian sampah di badan sungai, termasuk pemasangan trash barrier di titik-titik strategis untuk mencegah sampah masuk ke infrastruktur penting sumber daya air.

Disampaikan bahwa PJT I selama ini menangani sampah yang terlanjur masuk ke sungai melalui pengumpulan rutin, kemudian diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Salah satu contoh nyata terdapat di Waduk Sengguruh, di mana volume sampah yang ditangani mencapai sekitar 35.000 meter kubik per tahun. Praktik ini menjadi pembelajaran penting bagi para peserta Zero Waste Academy dari berbagai daerah di Pulau Jawa mengenai tantangan dan penanganan sampah di badan sungai.

Lebih lanjut, dipaparkan pula bahwa sekitar 57,1% limbah padat di wilayah Brantas berasal dari aktivitas rumah tangga, sementara cakupan layanan persampahan di wilayah pedesaan masih terbatas, yakni sekitar 15%. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap kebocoran sampah ke sungai serta meningkatkan risiko pencemaran, termasuk temuan mikroplastik pada ikan di Sungai Brantas.

Melalui dukungan terhadap Zero Waste Academy, PJT I menegaskan bahwa upaya menjaga kualitas sungai harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir dan dari darat ke air. Kolaborasi multipihak antara PJT I, ECOTON, pemerintah daerah, komunitas, akademisi, dan organisasi lingkungan diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis pencegahan, sehingga perlindungan Sungai Brantas sebagai sumber kehidupan dapat terwujud secara berkelanjutan.

PJT I JKPKA DAS BRANTAS TENGAH

Perkuat Edukasi Sungai, PJT I dan JKPKA Bangun Generasi Muda Peduli Kualitas Air di DAS Brantas Tengah

Tulungagung – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan regenerasi anggota JKPKA di Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Bagian Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Kawasan Ori Green, Kabupaten Tulungagung, pada 31 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi lingkungan serta menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian kualitas air sungai.

Kegiatan mengusung tema “Air untuk Hari Ini dan Esok: Peran Strategis JKPKA dalam Konservasi dan Edukasi Sungai yang Berkelanjutan”, dan diikuti oleh 27 sekolah yang tergabung dalam JKPKA di wilayah Tulungagung, Blitar, Kediri, dan Trenggalek. Secara rinci, peserta terdiri dari 27 guru pembina, 28 siswa, serta 9 peserta undangan. Program ini menjadi sarana penguatan kapasitas jejaring sekolah dalam melakukan pemantauan kualitas air sungai sekaligus mengintegrasikan materi sumber daya air ke dalam proses pembelajaran.

Dalam kegiatan tersebut, PJT I diwakili oleh Yulia Puspitaningroem, Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum, yang memaparkan peran dan fungsi PJT I dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya di Wilayah Sungai Brantas. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan operasional, tetapi juga membutuhkan dukungan edukasi serta keterlibatan masyarakat sejak usia dini.

“Melalui kolaborasi dengan JKPKA, PJT I berupaya memperkuat ekosistem edukasi lingkungan dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas air sungai sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi penyegaran materi pemantauan kualitas air secara fisik, kimia, dan biologi, penulisan laporan hasil pemantauan, praktik lapangan pemantauan sungai, diskusi kelompok, hingga presentasi hasil pemantauan. Para peserta juga memperoleh penguatan mengenai peran sekolah sebagai agen perubahan dalam membangun budaya peduli sungai di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan sosialisasi dan regenerasi ini, PJT I dan JKPKA berharap semakin banyak sekolah dan pelajar yang terlibat aktif dalam pemantauan kualitas air sungai. Dengan demikian, diharapkan tercipta sinergi yang berkelanjutan antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pengelola sumber daya air dalam menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan bagi generasi kini dan mendatang.

PJT I KIP 2025_20251215_165940_0000

Perum Jasa Tirta I Kembali Raih Predikat Informatif dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025

Jakarta — Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I kembali meraih predikat Informatif dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP). Dalam penilaian tersebut, Perum Jasa Tirta I berhasil mempertahankan predikat Informatif yang mencerminkan tingkat kepatuhan dan kualitas keterbukaan informasi publik yang sangat baik.

 

Penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, Yulia Puspitaningroem yang diserahkan oleh Ibu Samrohtunajah Ismail selaku Komisioner Komisi Informasi Pusat, dalam acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta.

 

Capaian ini menegaskan konsistensi Perum Jasa Tirta I dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, sekaligus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

 

Kepala Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum Perum Jasa Tirta I, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa predikat Informatif yang kembali diraih merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan seluruh insan perusahaan dalam mengelola dan menyampaikan informasi publik secara akuntabel.

 

“Predikat Informatif yang kembali kami dapatkan ini merupakan wujud komitmen Perum Jasa Tirta I dalam menjamin hak masyarakat atas informasi publik. Kami terus berupaya memastikan layanan informasi dikelola secara transparan, akurat, dan mudah diakses, sebagai bagian dari tanggung jawab kami sebagai badan publik,” ujar Yulia.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa penguatan peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) menjadi salah satu fokus utama perusahaan, baik melalui penyempurnaan kebijakan internal, peningkatan kualitas konten informasi, optimalisasi kanal digital, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola layanan informasi publik.

 

“Kami memandang keterbukaan informasi bukan hanya sebagai kewajiban regulatif, tetapi juga sebagai instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik dan mendukung keberlanjutan pengelolaan sumber daya air secara profesional dan bertanggung jawab,” tambahnya.

 

Perum Jasa Tirta I berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik secara berkelanjutan, sejalan dengan peran strategis perusahaan dalam pengelolaan sumber daya air nasional serta dalam mendukung terciptanya badan publik yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

 

—————————————

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

Masyarakat Peduli Api Toba

Perkuat Pencegahan Karhutla di Danau Toba, PJT I Bentuk Masyarakat Peduli Api

Samosir, 11 Desember 2025 — Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I (PJT I) bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mengambil langkah preventif dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Danau Toba dengan melibatkan masyarakat lokal melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kabupaten Samosir.

Sebagai kawasan strategis nasional dan Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Danau Toba memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang tinggi. Ancaman karhutla yang meningkat akibat perubahan iklim, musim kemarau, dan aktivitas manusia menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui program ini, PJT I menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pencegahan dini karhutla. Masyarakat dibekali pemahaman dan keterampilan teknis terkait identifikasi potensi kebakaran, deteksi dini, prosedur pelaporan, penggunaan peralatan pemadaman awal, serta pola koordinasi dengan instansi terkait oleh Tim Manggala Agni. Tim Manggala Agni merupakan pasukan khusus pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang memiliki tugas utama melakukan pencegahan, pemadaman, serta penanganan pascakebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Sub Divisi Pengusahaan Wilayah Sungai Toba Asahan Perum Jasa Tirta I, Gede Santika, menyatakan bahwa pendekatan berbasis masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kawasan strategis nasional dari risiko kebakaran.

“Pengendalian kebakaran hutan dan lahan membutuhkan respons cepat yang dimulai dari tingkat dasar. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat melalui MPA, kami mendorong upaya pencegahan yang lebih efektif sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem Danau Toba,” ujar Gede Santika.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kesatuan Pengelola Hutan (KPH), BPBD Kabupaten Samosir, Daops Manggala Agni Sumatera II, serta unit konservasi PT Indonesia Asahan Aluminium, sebagai bentuk sinergi pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam pengendalian risiko bencana lingkungan.

PJT I menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengelolaan sumber daya air dan lingkungan hidup secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan lingkungan Danau Toba sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata dan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.

————————–
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

Fahmi Hidayat Top Young CEO 2025

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Raih “Top Young CEO 2025” Versi Infobank Media Group

JAKARTA, 10 Desember 2025 — Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menerima penghargaan “Top Young CEO 2025” dari Infobank Media Group — penghargaan tahunan yang menyoroti generasi pemimpin korporasi muda yang menunjukkan kinerja, kepemimpinan, dan komitmen tinggi di bidang korporasi di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai bagian dari program apresiasi “Top 100 CEO & The Future Leader Forum & Appreciation 2025” oleh Infobank Media Group. Dalam pemilihan tahun ini, kandidat dievaluasi berdasarkan kinerja perusahaan, inovasi, tata kelola, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri. Di tengah dinamika sektor layanan sumber daya air dan pengelolaan lingkungan, pencapaian ini menjadi bukti pengakuan atas kualitas kepemimpinan dan kinerja PJT I yang semakin solid dan berkelanjutan.

Penghargaan ini juga didasari oleh kinerja PJT I sepanjang tahun 2024 yang menunjukkan pertumbuhan kuat dan konsisten. Berdasarkan publikasi The Asian Post, PJT I berhasil mencatat laba sebesar Rp73,65 miliar atau meningkat 7,26% dari tahun sebelumnya, dengan pendapatan usaha naik 20,13% menjadi Rp702,24 miliar. Pertumbuhan tersebut mencerminkan operasional perusahaan yang efisien, pengelolaan bisnis yang solid, serta kemampuan perusahaan menjaga keberlanjutan kinerja di tengah tantangan sektor layanan sumber daya air dan lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya milik saya secara pribadi, melainkan milik seluruh keluarga besar Perum Jasa Tirta I. Kami terus berkomitmen menjalankan amanah negara dalam mengelola sumber daya air dengan profesional, bertanggung jawab, dan penuh integritas. Terima kasih kepada Infobank Media Group atas apresiasinya, dan kami akan terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujar Fahmi Hidayat, Direktur Utama Perum Jasa Tirta I.

Bagi PJT I, penghargaan ini bukan sekadar simbol — melainkan wujud nyata dari komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, kinerja keuangan yang sehat, serta visi kepemimpinan yang adaptif di tengah dinamika sektor layanan sumber daya air dan pelayanan publik. Di bawah kepemimpinan Fahmi Hidayat, PJT I terus menegaskan perannya sebagai entitas publik yang bertanggung jawab, inovatif, dan berdaya saing dalam mengelola sumber daya air untuk masyarakat.

Dengan diraihnya penghargaan “Top Young CEO 2025”, PJT I berharap dapat semakin meningkatkan kepercayaan publik dan pemangku kepentingan terhadap perusahaan, serta memotivasi seluruh jajaran untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja di masa mendatang.
———————————————————
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

Sumur Resapan Wonogiri 2025

Ubah Ancaman Kekeringan Menjadi Potensi Ekonomi, PJT I Resmikan 95 Sumur Resapan di Wonogiri

 Wonogiri, 3 Desember 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) kembali membuktikan komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air nasional. Sebagai tindak lanjut kesuksesan program restorasi mata air yang dimulai sejak 2024, PJT I tahun ini meresmikan pembangunan 95 unit sumur resapan di 6 Desa Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Langkah ini merupakan respons cepat perusahaan terhadap kondisi Wonogiri yang kerap menghadapi tantangan kekeringan musiman dan penurunan debit mata air.

Di tahun 2025 dengan mengusung semangat sinergi BUMN, PJT I menggandeng mitra strategis yaitu Perum Perhutani, PT PLN Indonesia Power, InJourney (PT Angkasa Pura Indonesia), dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). Kolaborasi ini juga didukung penuh oleh Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Provinsi Jawa Tengah Wilayah XI yang berperan sentral dalam pelaksanaan konstruksi dan koordinasi intensif dengan pihak desa.

Vice President Regional 1 PJT I, Ganindra Adi Cahyono, menjelaskan bahwa sumur resapan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan upaya mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi. Sebanyak 95 sumur dengan tipe buis beton dan batu bata ini masing-masing memiliki kapasitas tampung sekitar 3,7 meter kubik. Fungsinya vital untuk menangkap air hujan agar tidak terbuang percuma sebagai limpasan permukaan (yang berisiko banjir), tetapi terserap masuk ke dalam akuifer tanah.

“Kita harus ramah agar air dapat datang. Air tidak pernah dihasilkan oleh aktivitas kehidupan manusia, tapi airlah yang memberi daya dukung bagi kehidupan. Melalui sumur resapan ini, kita harapkan air masuk ke dalam tanah, mengembalikan debit mata air yang menyusut, serta mengurangi risiko banjir,” ujar Ganindra. Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas ini, karena manfaat terbesar akan muncul jika pemeliharaan dilakukan berkelanjutan, terutama jika didukung dengan penanaman pohon agar hasilnya lebih optimal.

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno yang hadir dalam peresmian tersebut mengapresiasi langkah konkret sinergi BUMN ini. Menurutnya, keberadaan sumur resapan memberikan bukti nyata bagi ketahanan pangan lokal. Dengan kondisi tanah yang lebih lembap dan subur di sekitar sumur resapan, ekonomi masyarakat terdongkrak melalui hasil panen yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Pembangunan sumur resapan dan penghijauan adalah solusi dari peningkatan kesadaran masyarakat. Dampaknya nyata, terutama pada ketahanan air pertanian. Lahan pertanian dan tanaman buah di sekitar titik sumur resapan menunjukkan peningkatan produktivitas karena pasokan air tanah kini jauh lebih stabil,” ungkap Setyo.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Camat Girimarto, perwakilan 6 BUMN, CDK Wilayah XI, Anggota DPRD, Kapolsek, dan Danramil setempat. Selain meresmikan 95 unit sumur resapan, kolaborasi BUMN ini juga menyerahkan bantuan 1.350 bibit pohon. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Kelompok Tani (KTA) di sejumlah lokasi, yakni Dusun Sanan, Dusun Semagar, Kelurahan Sidokarto, Dusun Girimarto, Dusun Waleng, dan Desa Selorejo.

Rangkaian acara ditutup dengan aksi penanaman pohon bersama, serta peninjauan langsung ke lokasi sumur resapan untuk memastikan kualitas infrastruktur yang terbangun. Program restorasi mata air ini dipastikan akan terus berlanjut mengingat dampak positifnya yang multidimensi. Diantaranya melestarikan lingkungan, mencegah bencana hidrometeorologi, serta menyejahterakan ekonomi masyarakat desa.

 

——————————————————–

Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

Perum Jasa Tirta I

HMPI 2025 PJT I

Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi: PJT I Bagikan 550 Bibit Pohon di CFD Ijen Malang dalam Momentum Hari Menanam Pohon Indonesia 2025

Malang, 30 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025, Perum Jasa Tirta I (PJT I) menggelar aksi penghijauan dengan membagikan 550 bibit pohon kepada masyarakat yang hadir di kawasan Car Free Day (CFD) Ijen, tepatnya di halaman Wisma Ijen 52, Kota Malang. Mengangkat tema “Hijaukan Negeri, Pulihkan Bumi,” kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PJT I mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan berlangsung meriah dan interaktif. Selain pembagian bibit, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pelestarian lingkungan serta berkesempatan mengikuti kuis berhadiah souvenir ramah lingkungan. Bibit yang dibagikan terdiri dari berbagai jenis pohon bernilai ekologis seperti mundu, matoa, juwet, durian, sirsat, dan nangka, yang diharapkan dapat ditanam dan dirawat di lingkungan tempat tinggal warga.

Sebagai perwakilan manajemen PJT I, Kasubdiv Komunikasi Korporat & Umum Yulia Puspitaningroem serta Kasubdiv TJSL & ESG Andriana Kartikasari turut hadir mendampingi kegiatan. Yulia menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya berbagi bibit, tetapi juga mendorong kebiasaan menanam di masyarakat.
“Total kami membagikan 650 bibit, untuk 100 bibit kami salurkan pada DLH Kota Malang dan 550 bibit kami bagikan kepada masyarakat yang hadir di Car Free Day Ijen. Harapannya, masyarakat bisa menanam pohon di rumah dan merawatnya,” ujar Yulia.

Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang turut memperkuat pelaksanaan kegiatan ini. Afif Frudin, Koordinator Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, hadir untuk menerima 100 bibit pohon secara simbolis dari PJT I. Bibit tersebut selanjutnya akan disalurkan ke berbagai kelurahan sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang lebih luas di Kota Malang.

Memperkuat pesan pelestarian lingkungan, dilakukan juga penanaman pohon matoa secara simbolis di Taman Slamet, Kota Malang. Matoa dipilih karena merupakan salah satu jenis pohon yang kini semakin jarang ditemukan dan memiliki nilai ekologis tinggi. Penanaman ini menjadi wujud komitmen PJT I bersama DLH Kota Malang dalam memperkuat ruang terbuka hijau sekaligus menjaga keragaman hayati kota.

Antusiasme masyarakat pengunjung Car Free Day terlihat jelas, seluruh bibit pohon habis dibagikan dalam waktu kurang dari dua jam. Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghijauan semakin meningkat. Melihat respons positif tersebut, Sekretaris Perusahaan PJT I, Erwando Rachmadi, menekankan pentingnya menjaga momentum gerakan menanam pohon ini.
“Menanam pohon hari ini bukan sekadar simbol, melainkan komitmen nyata PJT I untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya air bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Melalui Peringatan HMPI 2025, PJT I mengajak masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon sebagai langkah nyata menjaga lingkungan dan ketersediaan air. Pohon berperan penting dalam menyerap air hujan, meningkatkan cadangan air tanah, serta mencegah erosi dan banjir. “Dengan menanam satu pohon, kita ikut memperkuat upaya konservasi sumber daya air sekaligus mewariskan bumi yang lebih sehat bagi generasi berikutnya,” ujar Erwando menutup pembicaraan.

——–

Sub Divisi Komunikasi Korporat & Umum PJT I

JKPKA COMPETITION 2025

Temu Ilmiah 2025, PJT I dan JKPKA Dorong Kesadaran Siswa dan Guru terhadap Kualitas Air

Malang, 29 November 2025 — Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama Jaring-jaring Komunikasi Pemantauan Kualitas Air (JKPKA) kembali melaksanakan Temu Ilmiah dan JKPKA Competition 2025, sebuah forum edukatif yang mendorong peningkatan literasi kualitas air serta kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan guru. Acara yang diselenggarakan di Kantor Pusat PJT I ini diikuti oleh 24 peserta, terdiri dari 21 siswa dan 3 guru pembina dari sekolah mitra JKPKA di berbagai daerah.

Pada tahun ini, kegiatan mengusung tema “Air untuk Hari Ini dan Esok: Peran Strategis JKPKA dalam Konservasi dan Edukasi Berkelanjutan” yang menekankan pentingnya penguatan pemahaman tentang kualitas air sebagai bagian dari upaya pelestarian sumber daya air nasional. Tema tersebut relevan dengan tugas PJT I sebagai BUMN pengelola sumber daya air yang terus berupaya menjaga keberlanjutan sungai melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Sekretaris Perusahaan Perum Jasa Tirta I, Bapak Erwando Rachmadi, menyampaikan bahwa kegiatan Temu Ilmiah JKPKA merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan generasi muda agar lebih memahami pentingnya kualitas air.

“PJT I memandang bahwa edukasi lingkungan merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Keterlibatan siswa dan guru dalam kegiatan JKPKA menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sungai dapat dibangun sejak dini melalui pembelajaran yang sistematis, pengalaman lapangan, dan penelitian sederhana,” ujar Erwando.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan agar literasi kualitas air semakin meningkat dan mampu mencetak generasi yang memiliki kepedulian ekologis yang kuat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan Temu Ilmiah meliputi presentasi laporan ilmiah, penyampaian esai, pemutaran karya videografi, serta pemaparan best practice yang dilakukan oleh peserta. Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan mengunjungi laboratorium PJT I untuk melihat proses pemantauan kualitas air secara langsung, termasuk metode pengujian parameter fisika, kimia, dan biologi yang selama ini dilakukan oleh PJT I.

PJT I menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembina, dewan juri, serta pengurus JKPKA yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Melalui forum seperti Temu Ilmiah, PJT I berharap dapat terus mendorong peningkatan kapasitas sekolah dalam isu-isu kualitas air dan memperluas jaringan kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
—————————————————————————————————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum

OMC TOBA

Amankan Jantung Air Sumatera Utara, Perum Jasa Tirta I Bersama PT INALUM dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba

Medan, 21 November 2025 – Perum Jasa Tirta I (PJT I) bersama PT INALUM dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Tangkapan Air Danau Toba selama 15 hari kedepan. Pembukaan kegiatan berlangsung di Posko OMC Stasiun Meteorologi Bandara Silangit, Tapanuli Utara, dipimpin oleh Vice President Regional II PJT I, Muhammad Luckmanul Chakim, serta dihadiri oleh Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, dan Kepala Grup Operasi PLTA PT INALUM, Firman Ashad.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan sebagai respon terhadap kondisi iklim dan curah hujan yang menurun dalam beberapa bulan terakhir sehingga berdampak pada ketersediaan suplai air ke Danau Toba serta pengoperasian 3 Bendungan Cascade (Bendungan Siruar, Sigura-gura dan Tangga) yang berada di Sungai Asahan bagian Hulu yang menjadi bagian penting bagi pasokan energi, air minum PDAM, industri dan aktivitas masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga dalam rangka mendukung kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air sebagai salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Operasi dilakukan dengan metode penyemaian awan higroskopis menggunakan garam (NaCl) yang disebarkan melalui pesawat khusus pada awan berpotensi hujan. Proses ini sepenuhnya didukung pemantauan atmosfer secara real-time oleh BMKG untuk memastikan pesawat menyasar awan yang tepat, sehingga hujan dapat terjadi di wilayah tangkapan air yang dibutuhkan. Selama operasi berlangsung, PJT I, INALUM, dan BMKG melakukan koordinasi dan evaluasi harian untuk menilai efektivitas penyemaian serta menyesuaikan strategi berdasarkan perkembangan kondisi cuaca. Melalui pendekatan terpadu ini, operasi diharapkan mampu meningkatkan curah hujan di DTA Danau Toba, menjaga elevasi danau tetap stabil bagi kebutuhan irigasi, air baku, energi, dan pariwisata, serta memperkuat ketahanan sumber daya air di kawasan Danau Toba–Sungai Asahan secara berkelanjutan.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Fahmi Hidayat, menyampaikan bahwa OMC adalah bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga ketahanan air nasional. “Operasi Modifikasi Cuaca di Danau Toba adalah langkah strategis PJT I untuk menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar respons terhadap cuaca sesaat, tetapi upaya jangka panjang untuk menjaga aset nasional strategis seperti Danau Toba,” ujarnya.

Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I, Milfan Rantawi, menambahkan, “Setiap keputusan operasional kami berbasis data hidrologi dan regulasi. Dengan OMC, kami berupaya menjaga elevasi air tetap pada rentang optimal, melindungi infrastruktur KSPN, serta memastikan ketersediaan air baku dan energi tetap stabil bagi masyarakat,” jelasnya.

PJT I berkomitmen untuk terus memantau dinamika iklim dan hidrologi Danau Toba secara real-time. OMC menjadi instrumen pengelolaan air yang adaptif, ilmiah, dan responsif terhadap perubahan iklim, sehingga Danau Toba tetap memberikan manfaat bagi lingkungan, pariwisata, energi, serta kesejahteraan masyarakat sekitar Sumatera Utara.

 

 

 

———————————————————-
Sub Divisi Komunikasi Korporat dan Umum PJT I