WhatsApp Image 2023-12-15 at 16.47.44

Kolaborasi Aksi TJSL Jasa Tirta I dan PNM untuk Hijaukan Brantas

Menutup akhir 2023, kegiatan Sinergi BUMN kembali dilakukan antara Perum Jasa Tirta I (PJT I) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Sinergi kedua belah pihak dilaksanakan dengan adanya kegiatan bersama penanaman 5.750 bibit pohon di Desan Rembun, Kecamatan Dampit, Malang. Kegiatan kolaborasi kedua belah pihak merupakan langkah nyata bersama perusahaan mendukung kegiatan konservasi dalam payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Seremoni kegiatan dihadiri oleh Kepala Sub Divisi Pengelolaan TJSL, Kepala Sub Divisi Jasa ASA I/1 PJT I beserta jajarannya. Dari pihak PNM hadir Pimpinan PT PNM Cabang Malang sebagai perwakilan. Hadir pula dalam kegiatan Wakil Bupati Malang Bapak Didik Gatot Subroto, Anggota DPRD Kabupaten Malang Bapak Rahmat Kartala serta Camat Dampit Bapak Abai Saleh.

Wakil Bupati Malang yang hadir dalam kegiatan menyambut baik kolaborasi antara PJT I dan PNM. Disampaikan oleh Bapak Didik Gatot Subroto bahwa kegiatan ini dapat membawa kebermanfaatan bagi kelestarian alam, menjaga lingkungan serta menjaga sumber air dan oksigen. Pemilihan tanaman berupa mangga, alpukat, durian dan sengon adalah tepat karena dapat bermanfaat dari sisi ekonomi untuk warga masyarakat. Dari sisi kebermanfaatan lingkungan dinyatakan bahwa penanaman pohon dapat mencegah terjadinya erosi.

Dihubungi terpisah, Jumat 15 Desember 2023 Direktur Operasional PJT I Bapak Milfan Rantawi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi BUMN untuk keberlangsungan pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Terima kasih tentunya kepada PNM yang telah bersama dengan PJT I melakukan kegiatan penghijauan. Beliau juga meyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan program TJSL PJT I dan PNM dapat terselenggara dengan baik.

Kedepannya menurut Milfan diharapkan kegiatan serupa akan lebih banyak dilaksanakan dan pelaksanaannya semakin tersebar. Tahun ini kegiatan sinergi BUMN semacam ini berfokus di Brantas, harapannya tahun depan dapat menyebar lebih luas ke WS lain yang dikelola PJT I. Pelestarian lingkungan membutuhkan aksi bersama, dan semoga semakin banyak hal baik yang dapat kita sebarkan bersama ujarnya menutup percakapan.

———————————————–
Sub Divisi Humas dan Informasi Publik

WhatsApp Image 2023-12-15 at 17.21.06

Green Collaboration- Sinergi Jasa Tirta I dan Indra Karya Tanam Pohon di Kalipare Malang

blank

Malang – Perum Jasa Tirta I (PJT I) menggandeng PT Indra Karya (Persero) berkolaborasi melakukan penanaman pohon di kawasan Kalipare, Kabupaten Malang tepatnya di Desa Sumberpetung dalam giat yang diberi judul Green Collaboration. Kedua BUMN itu melaksanakan penanaman bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia 2023, Kamis (7/12/2023).

Sekretaris PJT I, Wahyu Dutonoto mengatakan, penanaman bibit pohon itu merupakan bagian dari tugas pokok fungsi perusahaan sesuai dari amanat PP 46 tahun 2010. Dalam pelaksanaan kegiatan PJT I, memilih bibit pohon yang mempunyai nilai ekonomis untuk masyarakat.

Kegiatan penghijauan dilaksanakan sebagai bagian dari pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Dalam kegiatan di Kalipare khususnya untuk tanaman-tanaman yang dipilih merupakan tanaman yang menghasilkan bagi masyarakat, sehingga nantinya setelah kita menanam bisa meningkatkan ekonomi. Jadi tujuannya ketahanan pangan, ketahanan air, dan juga ketahanan ekonomi,” tegas Wahyu.

Wahyu melanjutkan, sedikitnya ada 400 bibit pohon yang ditanam di Desa Sumberpetung kali ini. Bibit pohon yang ditanam meliputi durian, alpukat, dan mangga. “Ini akan kita lakukan di beberapa tempat di area Sumberpetung. Kegiatan semacam ini menurut Wahyu tidak hanya dilaksanakan di Sumberpetung, Wilayah Sungai (WS) Brantas namun juga di WS lainnya yang dikelola oleh PJT I,” jelasnya.

Direktur Utama PT Indra Karya, Gok Ari Joso Simamora menyampaikan, pihaknya sebagai bagian dari BUMN, juga telah intensif untuk terlibat melaksanakan program-program terkait dengan tujuan untuk menjaga kelestarian alam.

“Kita berharap dengan kontribusi ini, sirkulasi air itu bisa berjalan dengan baik. Di luar dari itu juga ada manfaat, pohon yang berbuah ini selain menyehatkan tanah itu sendiri, dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Sumberpetung, Hamim Achmad menambahkan, masyarakat disana sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan PJT I dan PT IK. Ia berharap, bibit pohon yang ditanam hari ini bisa dinikmati masyarakat pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami tanaman ini nanti dapat membuahkan hasil, berkembang, bisa dinikmati hasilnya 3 atau 5 tahun ke depan,” harapnya.


Sub Divisi Humas dan Informasi Publik PJT I

WhatsApp Image 2023-11-28 at 10.06.03

Jasa Tirta I Sosialisasikan Pemanfaatan Eceng Gondok di Rawa Pening

blank

Semarang – Perum Jasa Tirta (PJT) I menggelar sosialisasi pemanfaatan eceng gondok yang banyak terdapat di Rawa Pening, Semarang. Dalam kegiatan yang dikerjasamakan bersama PT. PLN Indonesia Power tersebut, disampaikan bahwa eceng gondok dapat diolah menjadi biogas, kompos atau pupuk organik, pakan ternak, briket dan kerajinan tangan.

“Dengan pengelolaan yang tepat maka eceng gondok dapat berubah menjadi benda yang bernilai jual ekonomis serta bermanfaat. Untuk itu, PJT I sebagai BUMN pengelola Sumber Daya Air melihat eceng gondok yang kerap dianggap sebagai sampah atau masalah, ternyata bisa membawa berkah,” kata Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi, Selasa (21/11/2023).

Ia menyampaikan bahwa Rawa Pening memiliki keunikan sekaligus persoalan yang kompleks. Disampaikannya, banyak penelitian yang dilakukan dan kebijakan yang diterapkan untuk menangani permasalahan di Rawa Pening. Mulai program pengangkutan atau pemanenan eceng gondok, pelarangan alat tangkap, pengerukan danau, konsep co-manejemen hingga proyek pembuatan master plan Rawa Pening yang menelan biaya cukup besar.

Oleh karena itu, lanjut dia, untuk memberi hasil yang signifikan maka penanganan konservasi dan pengelolaan Rawa Pening harus dilakukan secara terpadu. “PJT I tidak bisa bekerja sendiri. Harus sinergi bersama masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait. Jadi perlu dukungan seluruh pihak agar keberlangsungan Rawa Pening dapat terjaga,” tuturnya.

Perlu diketahui, Danau Rawa Pening terletak di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, dan Gunung Ungaran. Danau ini dangkal dan menjadi hulu bagi Sungai Tuntang dan merupakan tempat bermuaranya 14 sungai yang membawa sedimentasi.

Adanya eceng gondok tumbuh tanpa kendali mengakibatkan pendangkalan sehingga volume Rawa Pening berkurang yang juga berdampak pada pasokan air ke PLTA Jelok yang mengambil air melalui Bendung Jelok. Pertumbuhan eceng gondok di Rawa Pening menyebabkan penurunan kualitas air dan penyusutan luas permukaan air sebesar 30 persen.

Selain itu, dampak negatif lainnya dengan adanya eceng gondok berpotensi meningkatkan evapotranspirasi dan menurunnya jumlah kelarutan oksigen dalam air. Bahkan, eceng gondok juga mempercepat proses pendangkalan, menganggu lalu lintas air, menurunkan nilai estetika, dan meningkatkan vektor penyakit.

Sosialisasi dihadiri Kepala Sub Divisi Jasa ASA IV/1 PJT I, Ariet Setiawan dan Asisten Manajer PLTA Jelok sebagai perwakilan dari PT. PLN IP. Selain itu, tamu undangan yang juga hadir dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, Dinas Pariwisata, jajaran Muspika, perwakilan masyarakat dan nelayan Rawa Pening. Adapun narasumber didatangkan Akademisi dari Fakultas Lingkungan Universitas Diponegoro.

—-

Sub Divisi Humas dan Informasi Publik

WhatsApp Image 2023-11-17 at 10.23.41

PJT I dan Jurnalis Toba Diskusi Jaga Kelestarian Sumber Daya Air

blank

Horas, PJT I dan Jurnalis Toba Diskusi Jaga Kelestarian Sumber Daya Air

Toba – Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama dengan Forum Jurnalis Peduli Sungai (FJPS) di wilayah Kabupaten Toba menggelar diskusi guna menjaga kelestarian sumber daya air Danau Toba. Acara yang digelar di WITA Cafe Balige, Selasa (14/11/2023) itu dihadiri Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi didampingi Manajer Utama Regional II, Lukman Chakim dan 22 jurnalis dari Toba serta tiga jurnalis dari Jawa Timur.

“Kami sebagai BUMN pengelola sumber daya air di wilayah Sungai Toba Asahan tidak bisa kerja sendiri. Perlu bantuan dan kerjasama, khususnya dari teman-teman pers untuk bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat,” kata Milfan, Selasa (14/11/2023).

Ia menjelaskan, salah satu fungsi Perum Jasa Tirta I yakni melakukan konservasi untuk menjaga kelestarian sumber daya air di Toba. “Upaya konservasi ini dibagi dua, yakni dengan penanaman pohon atau penghijauan dan pembuatan sumur resapan serta biopori,” jelasnya.

Untuk penghijauan, penanaman pohon dilakukan oleh PJT I bekerjasama dengan masyarakat. “Untuk penanaman pohon ini kami memang kesulitan soal lahan, karena banyak lahan milik warga. Jika kawan-kawan pers bisa membantu untuk mendata lahan, terutama yg statusnya kritis dan sesuai dengan kriteria, maka kami dengan hati akan membantu penanaman pohon disana,” ungkapnya.

Milfan berharap, wartawan atau pers di Kabupaten Toba bisa membuat kelompok untuk melakukan upaya konservasi. Mulai dengan mendata lahan yang kritis sampai proses penanaman.

Perlu diketahui, sejak 2019 sudah hampir 1.100 hektare lahan di Wilayah Sungai Toba Asahan yang telah dilakukan penanaman pohon. Di antaranya wilayah Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbahas, Kabupaten Tapanuli Utara dan Arboretum Ambarhalim.

Total pohon yang ditanam mencapai lebih dari 378 ribu batang pohon berbagai jenis. “Untuk jenis pohon kami menyesuaikan permintaan masyarakat yang memiliki lahan. Kami dampingi perawatan untuk memastikan bibit yang ditanam bisa hidup. Kalau sudah panen, hasilnya bisa dinikmati masyarakat dan kami dari PJT I tidak meminta karena hanya benefitnya saja yang kami harapkan sebagai upaya menyelamatkan sumber daya air di Danau Toba,” tuturnya.

Selain penghijauan, Jasa Tirta I juga membuat 100 sumur resapan dan 8.000 lubang biopori. Namun saat ini, program yang baru dilakukan itu progres fisiknya masih sekitar empat persen. Menurut studi masterplan untuk sumur resapan memiliki daya resap 20 liter per jam per sumur. Sedangkan lubang biopori memiliki daya resap 300 meter kubik per hektare per tahun.

Kemudian untuk Sekolah Peduli Lingkungan (SPL) saat ini PJT I juga sudah bergerak pada 4 SMP dari 10 SMP di Kabupaten Toba sesuai target 2023. Di SPL ini, masing-masing sekolah dibuatkan greenhouse untuk proses edukasi siswa akan pentingnya menjaga kelestarian alam untuk menjaga sumber daya air di wilayah Toba.

WhatsApp Image 2023-11-17 at 16.25.01

Terapkan Digitalisasi dan Implementasi IoT Jasa Tirta I Raih Penghargaan dalam Ajang IDIA Award 2023

blank

Sukses untuk menerapkan digitalisasi dan implementasi Internet of Thing (IoT) Perum Jasa Tirta I (PJT I) raih Best Digital Innovation and IoT Implementation 2023 in Water Resources Management serta Best Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Digital Innovation and Achievement of The Year 2023 untuk Direktur Utama Perum Jasa Tirta I dalam Ajang IDIA Award Tahun 2023. Penghargaan diberikan di Hotel Arya Duta pada Rabu 8 November 2023, diterima oleh Manajer Utama Keuangan, Perencanaan, Manajemen Risiko dan Teknologi, Bapak Zainal Alim.

Penghargaan diberikan kepada PJT I atas pengembangan teknologi informasi yang dilaksanakan oleh perusahaan. Sebelum tahun 2019, sejumlah pengembangan sistem informasi telah diimplementasikan diantaranya peningkatan sistem telemetri Hidro Informatika , River Management System, realtime pemantauan CCTV, penerapan aplikasi Peringatan Dini Banjir di Bengawan Solo, Sistem Informasi SDM hingga Sistem E-Procurement di tahun 2016. Di tahun selanjutnya dilakukan bridging serta integrasi Sistem telemetri hidroinformatika, aplikasi JDIH berbasis hukum serta kolokasi data center. Pada tahun 2018 perusahaan berfokus pada pengembangan bidang pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) dari sistem pemantauan kualitas air, Flood Warning and Forecasting System (Aquarius Software), Sistem Monitoring dan Analisa Laboratorium Lingkungan serta pengembangan aplikasi persuratan, E-office.

Tahun 2019 ,sistem keuangan PJT I mengalami transformasi melalui implementasi aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) SAP dan beberapa pengembangan IT lainnya seperti Sistem Pemantauan, Pengendalian, dan Peringatan Banjir (SIGAB). Berlanjut di tahun 2020, PJT I berupaya untuk menerapkan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Aset (SIMASTIRTA), Sistem Informasi Kualitas Air berbasis web (SIKUALA) dan Aplikasi Kehadiran berbasis web.
Pada tahun 2021 hingga 2022, sejumlah aplikasi dikembangkan sebagai bentuk realisasi dari master plan IT PJT I yang telah disusun diantaranya Aplikasi Sistem Informasi Flowmeter (Pemantauan Debit PLTA), Aplikasi PPID, Aplikasi E-Monev. Atas transformasi digital yang telah dilakukan , PJT I mengikuti Assesment IT Maturity Level dan Assessment INDI 4.0 Cyber Security. Hingga tahun 2023 ini pengembangan teknologi informasi masih dilakukan dengan Implementasi ERP-SAP Anak Perusahaan (PT. JTE) dan Shared Services Klaster Danareksa (SIEM, GRC, etc.).
Direktur Keuangan, Pengelolaan Sumber Daya, dan Manajemen Risiko Perum Jasa Tirta I Bapak Mukhamad Taufiq menyampaikan pengembangan dan transformasi terus dilakukan perusahaan dari segala aspek termasuk didalamnya pengembangan sistem pemantauan banjir yang dilakukan perusahaan. “Pada tahun 2019, PJT I memiliki command center, yang menjadi ruangan pengelolaan data terpusat dan menjadi titik awal pengelolaan secara digital dimana ada terdapat perubahan dari sistem analog menjadi sistem digital. Setahun kemudian, PJT I kemudian mengimplementasikan Disaster Recovery Center (DRC) untuk meminimalisir potensi downtime dan kehilangan data dengan pemulihan aplikasi berbasis cloud secara realtime dan reliable. Dalam rencana pengembangan TI, kami berencana untuk mengimplementasikan Autonomous Water Resource Infrastructure Operation kurang dari empat tahun kedepan,” ujarnya.
Taufiq menambahkan, “Adaptasi pengelolaan sumber daya air (SDA) terhadap era digitalisasi industrial untuk pengelolaan SDA terpadu yang didukung dengan 𝙢𝙖𝙩𝙪𝙧𝙞𝙩𝙮 sistem teknologi dan informasi akan menghasilkan pengelolaan SDA yang cerdas dan efektif.”
Menjadi #BUMNMelekPerubahan merupakan upaya yang terus lakukan PJT I agar dapat terus bertahan di tengah sengitnya persaingan global. Dengan adanya dua penghargaan yang diterima dalam IDIA 2023, “Penghargaan ini menjadi motivasi kepada perusahaan untuk selalu berupaya menerapkan TI dan IoT dalam seluruh aspek perusahaan yang harapannya akan semakin meningkatkan pelayanan,” ujar Taufiq menutup pembicaraan.

————————————–
Sub Divisi Humas dan Informasi Publik

WhatsApp Image 2023-10-03 at 15.48.01

Jasa Tirta I Ajari Kombis Hingga Ekspor Pada 35 UMKM Binaan

blank

Surabaya – Perum Jasa Tirta (PJT) I melalui Sub Divisi TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) melatih 35 UMKM binaan perusahaan. Puluhan pelaku industri kreatif itu diajarkan tata cara komunikasi bisnis hingga proses ekspor produk. Pelatihan digelar di Surabaya dengan menghadirkan pemateri profesional.

“Untuk pelatihan ini, kami mengundang 35 UMKM dari seluruh wilayah Jawa Timur. Mereka ada UMKM binaan di wilayah kerja kami dan telah bekerjasama dengan PJT I dalam beberapa tahun terakhir,” kata Kepala Sub Divisi TJSL PJT I, Nina Meita Sari, Kamis (28/9/2023).

Adapun pelaku UMKM yang dilatih merupakan pengusaha di sektor perdagangan seperti toko makanan dan oleh-oleh. Ada pula dari UMKM industri kreatif seperti fashion, kerajinan manik-manik, kerajinan kulit dan logam hingga makanan olahan serta kopi.

Sebanyak 35 UMKM itu berasal dari Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Ponorogo. Nina menjelaskan, peserta yang diundang juga telah dipilih dan disesuaikan dengan materi pelatihan yang diberikan.

Terdapat tiga sesi materi yang disampaikan. Pertama dari Surabaya Export Center untuk memberikan pemahaman proses, persyaratan dan tata cara agar produk UMKM bisa diekspor keluar negeri. Kedua yakni materi pengenalan platform digital PADI atau Pasar Digital yang merupakan inisiasi Kementerian BUMN dan menjadi program dari PT. Telkom.

Selanjutnya, materi ketiga adalah komunikasi bisnis yang disampaikan dari Universitas Brawijaya. “Harapannya, dengan ketiga materi yang disampaikan, para UMKM binaan kami ini bisa mendapatkan tambahan ilmu dan literasi agar usahanya bisa berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Selain dari UMKM binaan, PJT I juga mengundang peserta dari internal perusahaan, khususnya dari Divisi Bisnis yang mengelola unit usaha perusahaan. Diundang pula peserta dari Jasa Tirta Energi yang merupakan anak perusahaan dari PJT I.

Nina menambahkan, pelatihan serupa digelar secara rutin setiap tahunnya melalui program TJSL dari sektor Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK). Jika sebelumnya, penyaluran PUMK dikelola secara mandiri oleh Tim TJSL perusahaan, sejak 2022 lalu dikerjasamakan dengan BRI selama lima tahun hingga 2027.

“Kami tetap melakukan pembinaan pada UMKM karena sebagai BUMN pembina. Namun untuk PUMK langsung dengan Bank BRI karena anggaran dari PJT I sudah diserahkan ke sana untuk proses pinjaman dengan bunga rendah hingga assesment oleh BRI. Kerjasama antar BUMN ini program dari Kementerian BUMN,” jelasnya.

Saat ini sudah lebih dari 1.300 UMKM yang telah bekerjasama dengan BUMN pengelola Sumber Daya Air tersebut. “Semoga kedepan kami bisa lebih banyak bekerjasama dengan UMKM baru dan memberikan pelatihan yang lebih inovatif lagi,” pungkasnya.


Sub Divisi Humas dan Informasi Publik PJT I

WhatsApp Image 2023-10-03 at 15.48.01

Apel Siaga Banjir di Bendungan Selorejo, Dukungan Jasa Tirta I Siap Tanggap Dampak El Nino dan Potensi Banjir

blank

Sebagai bentuk kesiapsiagaan hadapi dampak fenomena El Nino dan potensi bencana banjir di musim penghujan, Jasa Tirta I menjadi tuan rumah tempat penyelenggaraan “Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak El Nino dan Banjir 2023/2024”. Kegiatan apel yang berlangsung di Area Bendungan Selorejo, 27 September 2023 dipimpin oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa.

Lebih dari 1000 orang menghadiri apel tersebut yang berasal dari berbagai instansi terkait. Selain dari PJT I, apel diikuti oleh pihak dari perangkat daerah Pemprov Jatim, BBWS Brantas, BBWS Bengawan Solo, BBPJN Jatim-Bali, Basarnas, dan stakeholder lainnya.

Dalam rangkaian acara apel siaga dilaksanakan beberapa kegiatan yaitu simbolis kesiapsiagaan dengan penyematan life jacket kepada Nelayan Selorejo serta penyerahan kunci excavator dan pemberian santunan kepada anak yatim serta bantuan terhadap UMKM sekitar. Menutup kegiatan tersebut dilaksanakan kegiatan tanam pohon dan penebaran benih ikan.

Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa selaku pimpinan apel menyampaikan agar semua stakeholder terkait menyiapkan langkah program mitigasi, preventif dan quick response atau respon cepat. Utamanya dalam menghadapi El Nino sekaligus potensi banjir karena berdasarkan prediksi BMKG pada minggu kedua atau ketiga November sudah mulai terjadi hujan dengan intensitas cukup. Disampaikan juga agar untuk pengelola bendungan memastikan kesiapan bangunan infrastruktur yang dimiliki. Harapannya masyarakat juga ikut dalam upaya pencegahan banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena pencegahan yang komprehensif harus dilakukan oleh seluruh elemen termasuk masyarakat.

WhatsApp Image 2023-09-21 at 09.17.14 (2)

Jasa Tirta I Lakukan Uji Coba Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bango 100 Lps

blank

Malang – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bango di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang mulai diujicobakan operasionalnya oleh Perum Jasa Tirta (PJT) I dengan kapasitas 100 liter per second (LPS). Ujicoba dihadiri oleh Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat serta seluruh stakeholder terkait, , Rabu (20/9/2023).

Untuk tahap awal, air yang sudah diproduksi SPAM Bango dinilai sudah layak minum. Namun, Dirut PJT I mengaku masih akan menguji kualitas airnya lebih lanjut di laboratorium milik perusahaan.

“Air ini sudah dinyatakan layak. Tapi untuk bisa dikatakan aman dan menjadi air minum yang bisa langsung dikonsumsi harus dipastikan dulu. Kalau secara kimia seperti kadar pH, kekeruhan, sudah sesuai standar mutu. Tapi dari mikrobiologi dan kandungan bakteri e-colinya itu seperti apa, nanti akan kami pastikan (diujikan) di lab dan PJT I punya alatnya,” kata Fahmi.

Dengan uji laboratorium tersebut, ia ingin memastikan air layak minum dari SPAM Bango bisa sesuai dengan standar aturan. “Ada parameter kualitas air berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) no 2 tahun 2023 yang akan menjadi acuan untuk air permukaan yang diolah hingga layak minum,” ungkapnya.

Untuk kapasitas produksi, jika di awal uji coba saat ini masih 100 LPS, ke depan akan terus ditingkatkan. “Kami terus mengupayakan target operasional IPA 200 LPS sampai dengan akhir 2023. Harapannya kapasitas bisa ditingkatkan 100 LPS di tahun 2025 dan tahun 2027 ditambah lagi 200 LPS. Sehingga totalnya kapasitas IPA Bango menjadi 500 LPS,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengaku peningkatan kapasitas produksi tetap mempertimbangkan kondisi. “Peningkatan produksi tetap harus memperhitungkan keseimbangan atau neraca air keseluruhan, karena pengguna air baku harus dipenuhi dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Walikota Malang, Sutiaji menilai dengan diujicobakannya SPAM Bango dengan kapasitas 100 LPS sebagai wujud kemandirian air baku. Menurutnya, SPAM Bango menjadi bentuk kehadiran pemerintah lewat BUMN sebagai perwakilan negara kepada rakyat. Memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat dari hulu hingga hilir.

“Ini membanggakan dan pelan-pelan memberikan keyakinan akan pemenuhan kebutuhan air bersih. Apalagi masih ada proses selanjutnya yang diharapkan ada peningkatan hingga sampai di akhir tahun ini bisa 200 LPS. Kami berharap masyarakat tidak khawatir tentang ketersediaan air bersih di Kota Malang,” kata Sutiaji.

Pada momen itu, Sutiaji bahkan tak segan mencoba meminum langsung air produksi SPAM Bango. “Rasanya segar, tidak ada baunya. Artinya sudah layak. Kalau amannya kan memang perlu diujikan di laboratorium. Kalau produksi sudah 200 LPS di Desember 2023 dan terkoneksi (ke saluran distribusi air PDAM Tugu Tirta) nanti bisa tersalurkan ke pelanggan,” pungkasnya.


Sub Divisi Humas dan Informasi Publik PJT I

WhatsApp Image 2023-09-21 at 09.17.14 (3)

Kelola Air secara Efektif, Langkah Perum Jasa Tirta I Jaga Alokasi Air Wilayah Jatim di Musim Kemarau

blank

Sesuai informasi dari BMKG bahwa musim kering di Indonesia untuk tahun 2023 ini akan lebih lama daripada perkiraan dikarenakan fenomena El Nino dan hal tersebut telah menjadi perhatian bagi Perum Jasa Tirta I (PJT I). Provinsi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penyumbang produksi beras tertinggi di Indonesia tentunya sangat terpengaruh dari pola alokasi air irigasi yang dilaksanakan PJT I sebagai bagian dari pelayanan masyarakat.

Dihubungi Kamis 14 September 2023, Fahmi Hidayat, Direktur Utama PJT I menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini, untuk pola alokasi air di Wilayah Jawa Timur masih berpedoman pada pola alokasi air tahun 2023 yang disepakati bersama saat rapat dengan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA).

Untuk Sutami misalnya, Tinggi Muka Air (TMA) Aktual Sutami berada di angka 270,01 m dimana untuk Low Water Level (LWL) Sutami berada pada 256,0 m. Di Bendungan Selorejo terpantau TMA aktualnya yaitu 618,87 m dimana LWLnya yaitu 606,00 m. Di Bendungan Bening dapat kami sampaikan bahwa TMA Aktual yaitu 103,34m dimana LWLnya berada pada 96,40. Untuk Wonorejo TMA Aktual berada di angka 172,98 m dimana LWL Bening berada pada 141,00 m.

“Kami tetap berupaya menjaga TMA pada bendungan yang kami kelola, hal ini terkait dengan keamanan bendungan,” ujar Fahmi. Sehubungan dengan layanan irigasi kepada para petani masih terjaga sesuai dengan pola. Dijelaskan oleh Fahmi, jika diambil rerata layanan irigasi dari Bendung Lodoyo, Tiudan Kanan, Mrican, Mlirip dan Lengkong baru sampai saat ini masih lebih dari 100% yang diprogramkan. Layanan air irigasi masih sesuai dan terpenuhi.

Meskipun demikian, mitigasi risiko telah dilaksanakan baik secara internal maupun dengan melibatkan pihak eksternal. Sesuai dengan rapat internal PJT I yang dilaksanakan Agustus kemarin, PJT I akan melakukan optimalisasi tampungan air di waduk tahunan sebagai optimalisasi tambahan cadangan air untuk menghadapi musim kemarau 2023. Optimasi longstorage juga akan dilakukan pada bendung-bendung di Daerah Hilir. Dalam hal efisiensi, akan dilakukan realokasi air sesuai kebutuhan untuk penerapan efisiensi pengeluaran air dari waduk. Sebagai upaya utama, dilaksanakan juga pembersihan sedimen didepan intake pengambilan air para pemanfaat. Selain itu PJT I akan melakukan pembuatan alur air supaya air dapat mengalir dengan lancar apabila diperlukan.

PJT I akan terus melakukan monitoring dan menginformasikan ketersediaan air kepada para stakeholder. “Kami akan semakin menguatkan pemantauan dan pelaporan pengambilan air tidak berizin. Kami juga tentunya akan menyediakan sarana,prasarana dan peralatan untuk kegiatan tanggap darurat”, ujar Fahmi.

Koordinasi dilakukan dengan stakeholder seperti misalnya Rapat Koordinasi Antisipasi dan Mitigasi Potensi Kemarau dengan Iklim Kering di Jawa Timur bersama PU SDA Prov. Jatim, BMKG, PJT I, BPBD, Dinas Pertanian Prov. Jatim, Dinas Perkebunan Prov. Jatim, Dinas ESDM Prov. Terakhir kemarin 13 September 2023 kami melakukan rapat koordinasi menghadapi El Nino dan musim penghujan yang nantinya kegiatan akan digelar di Bendungan Selorejo pada 27 September 2023. Menutup pembicaraan beliau menyampaikan bahwa PJT I mendukung upaya dari PT PLN NP yang pada tahun ini akan melaksanakan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Intinya kita dukung langkah efektif agar kita dapat bersiap untuk semua hal, ujarnya.

———————————————–
Sub Divisi Humas dan Informasi Publik

WhatsApp Image 2023-09-08 at 09.02.58

Jasa Tirta I Targetkan SPAM Bango Beroperasi 200 LPS di Desember 2023

blank

Malang – Perum Jasa Tirta (PJT) I menargetkan pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Bango di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang bisa segera selesai di akhir 2023. Secara bertahap pembangunan SPAM yang dikerjasamakan PJT I dengan Pemkot Malang melalui Perumda Tugu Tirta masih terus dilakukan.

Uji coba Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas sebesar 100 lps (liter per second) akan dilakukan tanggal 21 September 2023. Namun sembari ujicoba dilakukan, kapasitas akan terus ditingkatkan hingga 200 lps pada bulan Desember 2023 dan bisa tersambung hingga didistribusikan untuk masyarakat melalui Perumda Tugu Tirta Kota Malang.

“Ujicoba kelayakan produksi air bersih menggunakan air baku dari Sungai Bango ini dijadwalkan pada tanggal 21 September 2023. Mundur dari jadwal sebelumnya pada Agustus 2023. Pada Desember 2023 baru disempurnakan sebesar 200 lps,” kata Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi saat meninjau SPAM Bango bersama Wali Kota Malang, Kamis (7/9/2023)

Terkait progres pembangunan, Milfan menuturkan, sampai detik ini pekerjaan terus on progres. “Sejauh ini pekerjaan pembangunan (SPAM Bango) saat ini masih on the track dan tidak molor. Keterlambatan masih di bawah ambang batas 5 persen. Itu sifatnya masih dalam batas kewajaran,” ungkapnya.

Menurutnya, pengerjaan bisa dikatakan terlambat, ketika nilai keterlambatan di atas angka 5 persen. Terkadang, lanjut dia, keterlambatan disebabkan dan diipengaruh oleh hal teknis seperti pengangkutan barang atau material on site,” tuturnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, metode water treatment plant (WTP) dengan memanfaatkan air permukaan dari Sungai Bango menjadi penguatan penyediaan air baku di Perumda Tugu Tirta Kota Malang. “Ini menjadikan pelayanan kebutuhan air bersih kepada pelanggan PDAM lebih tersedia,” kata Sutiaji.

Sutiaji menilai pekerjaan SPAM Bango yang dibangun oleh PJT I sudah on the track (sesuai target). Dalam waktu dekat, PJT I akan melakukan ujicoba produksi airnya. Untuk menilai sudah layak apa tidak, sebelum dialirkan ke pipa PDAM.

“Setelah tahap pertama 200 lps ini selesai dan beres,pembangunan untuk penyediaan air baku akan terus ditingkatkan hingga menjadi total 500 lps. Kami juga berharap kepada PJT I bisa membantu memenuhi kebutuhan air baku di Kota Malang sebesar 1.500 lps karena (kapasitas tersebut) akan aman dalam melayani pelanggan sepanjang 25 tahun ke depan,” harapnya.

Sutiaji meminta pada PJT I untuk memastikan dulu kelayakan air baku dari SPAM Bango sebelum dialirkan ke pipa Perumda Tugu Tirta. “Ketika sudah beres dan selesai semuanya,diharapkan pada bulan Desember 2023 nanti, air baku sudah dapat teralirkan ke pipa Perumda Tugu Tirta. Memudahkan penyediaan air baku pada 2027 ke depan,untuk kebutuhan air baku sebesar 500 lps sudah tidak ada masalah,” pungkasnya.

——
Subdiv Humas dan Informasi Publik PJT I