<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; Perum Jasa Tirta I</title>
	<atom:link href="https://jasatirta1.co.id/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jasatirta1.co.id</link>
	<description>We Manage  Water Resources  with Integrity</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Sep 2026 03:46:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Artikel &#8211; Perum Jasa Tirta I</title>
	<link>https://jasatirta1.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Kerja Bendungan dalam Mengendalikan Banjir: Fungsi, Operasi, dan Manfaatnya</title>
		<link>https://jasatirta1.co.id/2026/09/10/cara-kerja-bendungan-dalam-mengendalikan-banjir-fungsi-operasi-dan-manfaatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Humas]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 03:45:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jasatirta1.co.id/?p=12870</guid>

					<description><![CDATA[Bendungan mengatur debit air untuk membantu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. (Sumber : jasatirta1.co.id) Bendungan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Selain menampung air, bendungan dirancang untuk mengatur aliran sungai agar debit air yang mengalir ke wilayah hilir tetap berada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="12870" class="elementor elementor-12870" data-elementor-post-type="post">
				<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-27702e9 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="27702e9" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-e435f0f elementor-widget elementor-widget-image" data-id="e435f0f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img fetchpriority="high" decoding="async" width="864" height="486" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/09/image4.jpg" class="attachment-full size-full wp-image-12872" alt="Bendungan Wlingi" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Bendungan mengatur debit air untuk membantu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir. (Sumber : jasatirta1.co.id)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-77a9207 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="77a9207" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-c41ab99 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="c41ab99" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Bendungan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting dalam mengurangi risiko banjir sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Selain menampung air, bendungan dirancang untuk mengatur aliran sungai agar debit air yang mengalir ke wilayah hilir tetap berada dalam batas aman, terutama saat curah hujan meningkat.</p><p>Ketika musim hujan tiba, volume air yang mengalir dari daerah tangkapan air (DAS) menuju sungai dapat meningkat secara signifikan. Tanpa pengelolaan yang baik, lonjakan debit tersebut berpotensi menyebabkan sungai meluap dan mengakibatkan banjir. Di sinilah bendungan berfungsi sebagai pengendali, yaitu dengan menahan sebagian limpasan air untuk sementara, kemudian melepaskannya kembali secara bertahap sesuai kondisi hidrologi dan kapasitas sungai di hilir.</p><p>Namun, masih banyak anggapan bahwa bendungan bekerja hanya dengan membuka atau menutup pintu air ketika banjir terjadi. Faktanya, operasi bendungan jauh lebih kompleks. Pengelola bendungan harus mempertimbangkan berbagai parameter teknis, seperti debit air yang masuk (<em>inflow</em>), debit air yang keluar (<em>outflow</em>), elevasi muka air waduk, prakiraan cuaca, kapasitas tampungan, hingga aspek keselamatan bendungan. Seluruh proses tersebut mengacu pada pedoman operasi waduk sehingga setiap keputusan dilakukan secara terukur dan berbasis data.</p><p>Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan juga mendukung penyediaan air baku, irigasi pertanian, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta menjadi bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air. Oleh karena itu, pengelolaan bendungan tidak hanya berorientasi pada kondisi saat banjir, tetapi juga memastikan ketersediaan air dan keamanan infrastruktur dalam jangka panjang.</p><p>Melalui artikel ini, Anda akan memahami bagaimana cara kerja bendungan dalam mengendalikan debit air, mengapa bendungan berperan penting dalam pencegahan banjir, serta bagaimana pengelolaan daerah aliran sungai turut menentukan efektivitas sistem pengendalian banjir secara keseluruhan.</p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-4a5cd3f elementor-widget elementor-widget-image" data-id="4a5cd3f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img decoding="async" width="864" height="486" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/09/image1.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-12873" alt="" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Bendungan berfungsi menahan, menampung, dan mengatur aliran sungai untuk mengurangi risiko banjir sekaligus memenuhi berbagai kebutuhan sumber daya air. . (Sumber : jasatirta1.co.id)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-7b7a272 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="7b7a272" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Apa Sebenarnya Penyebab Banjir?</strong></p><p>Banjir merupakan peristiwa meluapnya air hingga menggenangi wilayah yang dalam kondisi normal tidak tergenang. Kondisi ini terjadi ketika volume air yang mengalir melebihi kapasitas sungai maupun sistem drainase sehingga air tidak dapat dialirkan secara optimal ke hilir.</p><p>Penyebab banjir tidak hanya berasal dari tingginya curah hujan. Berbagai faktor alam dan aktivitas manusia saling memengaruhi dalam satu kesatuan daerah aliran sungai (DAS), sehingga peningkatan risiko banjir umumnya merupakan hasil dari kombinasi beberapa kondisi berikut.</p><ol><li><strong> Curah hujan tinggi dalam durasi yang panjang</strong></li></ol><p>Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu lama dapat membuat tanah mencapai kondisi jenuh. Ketika kemampuan tanah menyerap air menurun, sebagian besar air hujan berubah menjadi limpasan permukaan (<em>surface runoff</em>) yang mengalir menuju sungai. Jika volume limpasan terus bertambah, debit sungai meningkat hingga berpotensi melampaui kapasitas alirnya.</p><ol start="2"><li><strong> Berkurangnya daerah resapan air</strong></li></ol><p>Alih fungsi kawasan hutan maupun lahan terbuka menjadi permukiman, kawasan industri, atau infrastruktur menyebabkan luas daerah resapan berkurang. Permukaan yang tertutup beton maupun aspal membuat air hujan lebih cepat mengalir ke saluran drainase dan sungai dibandingkan meresap ke dalam tanah. Akibatnya, debit air meningkat lebih cepat saat hujan turun.</p><ol start="3"><li><strong> Pendangkalan dan penyempitan sungai</strong></li></ol><p>Sedimentasi akibat erosi serta penumpukan sampah dapat mengurangi kapasitas sungai dalam menampung aliran air. Sungai yang mengalami pendangkalan akan lebih mudah meluap meskipun peningkatan debit tidak terlalu besar. Kondisi ini juga dapat memperlambat aliran air menuju hilir sehingga memperbesar peluang terjadinya genangan.</p><ol start="4"><li><strong> Sistem drainase yang kurang optimal</strong></li></ol><p>Saluran drainase berfungsi mengalirkan air hujan menuju sungai atau badan air lainnya. Ketika saluran mengalami penyumbatan, kerusakan, atau kapasitasnya tidak memadai, air akan tertahan di kawasan permukiman maupun jalan sehingga menimbulkan genangan yang dapat berkembang menjadi banjir.</p><p>Berbagai faktor tersebut menunjukkan bahwa pengendalian banjir memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Selain memperbaiki kondisi daerah aliran sungai dan sistem drainase, keberadaan bendungan menjadi salah satu komponen penting dalam mengendalikan debit air agar tidak langsung mengalir ke wilayah hilir dalam jumlah besar.</p><p><strong>Bagaimana Cara Kerja Bendungan dalam Mengendalikan Debit Air?</strong></p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-d8cf223 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="d8cf223" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img decoding="async" width="873" height="582" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/09/image2.jpg" class="attachment-full size-full wp-image-12874" alt="Petugas mengoperasikan Hollow Jet Valve (HJV) untuk mengatur dan mengendalikan aliran air di Bendungan Lahor." />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Petugas mengoperasikan Hollow Jet Valve (HJV) untuk mengatur dan mengendalikan aliran air di Bendungan Lahor.</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-f877606 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="f877606" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Prinsip utama cara kerja bendungan adalah menahan, menampung, dan mengatur aliran air sehingga debit yang mengalir ke wilayah hilir tetap berada pada tingkat yang dapat ditampung oleh sungai. Dengan demikian, bendungan berperan mengurangi puncak debit banjir (<em>flood peak reduction</em>) dan menurunkan risiko luapan air di kawasan hilir.</p><p>Ketika hujan deras mengguyur daerah tangkapan air, volume air yang masuk ke waduk (<em>inflow</em>) meningkat. Sebagian air tersebut ditampung terlebih dahulu di waduk sehingga tidak seluruhnya langsung mengalir menuju sungai di hilir. Proses penampungan sementara inilah yang membantu mengurangi besarnya debit puncak banjir.</p><p>Namun, pengelolaan bendungan bukan sekadar membuka atau menutup pintu air ketika debit meningkat. Operasi bendungan dilaksanakan berdasarkan Pedoman Operasi Waduk yang disusun dengan mempertimbangkan kondisi hidrologi, hidrometeorologi, prakiraan curah hujan, debit masuk (<em>inflow</em>), debit keluar (<em>outflow</em>), elevasi muka air waduk, kapasitas tampungan, kapasitas pelimpah (<em>spillway</em>), serta aspek keselamatan bendungan.</p><p>Seluruh parameter tersebut dipantau secara berkala oleh operator agar keputusan operasi dapat dilakukan secara tepat waktu dan tetap menjaga keamanan bendungan maupun masyarakat di wilayah hilir.</p><p>Sebagai contoh, pada Bendungan Lahor yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I, pemantauan kondisi waduk dilakukan secara berkesinambungan untuk menentukan pola operasi yang paling sesuai dengan kondisi aktual. Selain mempertimbangkan kondisi waduk, operator juga memperhatikan prakiraan cuaca dan kemampuan sungai di wilayah hilir dalam menerima aliran air.</p><p>Apabila prakiraan menunjukkan potensi hujan dengan intensitas tinggi, pelepasan air dapat dilakukan secara bertahap sesuai pedoman operasi. Langkah ini bertujuan menyediakan ruang tampungan yang memadai agar waduk mampu menahan limpasan air berikutnya. Dengan cara tersebut, debit yang mengalir ke hilir tetap berada dalam batas yang lebih terkendali sehingga risiko banjir dapat dikurangi.</p><p>Selain pintu pengeluaran, bendungan juga dilengkapi dengan pelimpah (<em>spillway</em>) sebagai komponen pengaman. Pada Bendungan Lahor, pelimpah yang digunakan merupakan pelimpah bebas tanpa pintu. Ketika elevasi muka air melampaui mercu pelimpah, air akan mengalir secara otomatis tanpa memerlukan pengoperasian manual. Sistem ini dirancang untuk mencegah terjadinya <em>overtopping</em> sekaligus menjaga keselamatan bendungan apabila volume air terus meningkat.</p><p>Dalam praktiknya, pengelolaan bendungan dilakukan oleh pemerintah maupun badan usaha sesuai kewenangannya. Melalui operasi waduk yang adaptif, berbasis data, dan mengikuti pedoman operasi, bendungan dapat menjalankan berbagai fungsi secara seimbang, mulai dari pengendalian banjir, penyediaan air baku, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, hingga mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu.</p><p><strong>Mengapa Bendungan Berperan dalam Pencegahan Banjir?</strong></p><p>Bendungan menjadi salah satu komponen penting dalam sistem pengendalian banjir karena mampu mengatur pola aliran air dari daerah hulu menuju wilayah hilir. Saat curah hujan meningkat dan debit sungai mengalami lonjakan, bendungan tidak bertujuan menghentikan aliran air sepenuhnya, melainkan menahan sebagian volume air untuk sementara sehingga debit yang mengalir ke hilir tetap berada pada kapasitas sungai.</p><p>Prinsip inilah yang dikenal sebagai pengurangan debit puncak banjir<strong> </strong><em>(flood peak reduction).</em> Dengan menampung sebagian limpasan di waduk, debit maksimum yang mengalir ke hilir menjadi lebih kecil dibandingkan jika seluruh air langsung mengalir tanpa pengendalian. Selain menurunkan besarnya debit, bendungan juga dapat memperlambat waktu datangnya puncak banjir (<em>flood peak delay</em>), sehingga sungai memiliki waktu lebih panjang untuk mengalirkan air secara bertahap.</p><p>Manfaat tersebut sangat penting, terutama pada kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi atau wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi besar. Ketika debit sungai dapat dikendalikan, risiko meluapnya air ke permukiman, fasilitas umum, kawasan industri, maupun lahan pertanian dapat dikurangi.</p><p>Keberadaan bendungan juga memberikan manfaat jangka panjang terhadap keberlangsungan aktivitas masyarakat. Infrastruktur jalan, jembatan, jaringan irigasi, instalasi air baku, hingga fasilitas pelayanan publik menjadi lebih terlindungi dari kerusakan akibat banjir. Dengan demikian, aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan pelayanan kepada masyarakat dapat tetap berjalan lebih stabil meskipun terjadi peningkatan curah hujan.</p><p>Di sektor pertanian, pengendalian debit air membantu mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat genangan maupun aliran air yang terlalu deras. Pada saat yang sama, air yang tersimpan di waduk dapat dimanfaatkan kembali ketika musim kemarau sebagai sumber irigasi sehingga fungsi bendungan tidak berhenti setelah musim hujan berakhir.</p><p>Namun demikian, perlu dipahami bahwa bendungan bukanlah satu-satunya solusi pengendalian banjir. Efektivitas bendungan sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah aliran sungai (DAS), kapasitas sungai di hilir, sistem drainase perkotaan, serta pengelolaan tata ruang. Oleh karena itu, bendungan harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.</p><p>Apa Perbedaan Bendungan Penahan Air (<em>Detention Dam</em>) dan Bendungan Penyimpan (<em>Storage Dam</em><strong>) Saat Banjir?</strong></p><p>Secara umum, bendungan yang dimanfaatkan dalam pengelolaan sumber daya air memiliki karakteristik dan tujuan operasi yang berbeda. Dua jenis yang paling sering dibahas dalam pengendalian banjir adalah bendungan penahan air (<em>detention dam</em>) dan bendungan penyimpan (<em>storage dam</em>).</p><p>Meskipun sama-sama mampu mengurangi risiko banjir, kedua jenis bendungan tersebut memiliki fungsi utama yang berbeda.</p><p><strong>Bendungan Penahan Air (<em>Detention Dam</em>)</strong></p><p>Bendungan penahan air dirancang khusus untuk menahan limpasan air ketika terjadi hujan lebat atau banjir. Waduk pada jenis bendungan ini umumnya berada dalam kondisi relatif kosong atau hanya menampung sedikit air pada kondisi normal sehingga memiliki ruang yang cukup untuk menerima limpasan ketika debit sungai meningkat.</p><p>Setelah kondisi banjir mereda, air yang telah ditampung akan dialirkan kembali secara bertahap hingga ruang tampungan kembali siap digunakan menghadapi kejadian banjir berikutnya. Dengan karakteristik tersebut, fungsi utama <em>detention dam</em> adalah mengurangi debit puncak banjir, bukan menyimpan air sebagai cadangan jangka panjang.</p><p><strong>Bendungan Penyimpan (<em>Storage Dam</em>)</strong></p><p>Berbeda dengan <em>detention dam</em>, bendungan penyimpan memiliki fungsi yang lebih luas. Waduk pada jenis ini menyimpan air sepanjang tahun untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan air baku, irigasi pertanian, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), perikanan, hingga pengendalian banjir.</p><p>Karena memiliki banyak fungsi, operasi <em>storage dam</em> dilakukan secara lebih kompleks. Pengelola waduk harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan penyimpanan air dan ruang tampungan yang diperlukan untuk menghadapi musim hujan. Oleh sebab itu, pola operasi waduk selalu disesuaikan dengan kondisi hidrologi, prakiraan cuaca, serta kebutuhan pemanfaatan air di wilayah layanan.</p><p>Menjelang musim hujan atau ketika terdapat potensi peningkatan curah hujan, pengelola dapat melakukan pelepasan air secara terkendali sesuai pedoman operasi. Langkah ini bertujuan menyediakan ruang tampungan yang cukup agar waduk tetap mampu menahan sebagian limpasan air ketika debit sungai meningkat.</p><p><strong>Perbandingan Bendungan Penahan Air dan Bendungan Penyimpan</strong></p><table><tbody><tr><td width="163"><p><strong>Aspek</strong></p></td><td width="194"><p><strong>Bendungan Penahan Air (<em>Detention Dam</em>)</strong></p></td><td width="219"><p><strong>Bendungan Penyimpan (<em>Storage Dam</em>)</strong></p></td></tr><tr><td width="163"><p><strong>Tujuan utama</strong></p></td><td width="194"><p>Mengurangi debit puncak banjir dengan menahan limpasan sementara.</p></td><td width="219"><p>Menyimpan air untuk berbagai kebutuhan sekaligus membantu pengendalian banjir.</p></td></tr><tr><td width="163"><p><strong>Pola penyimpanan air</strong></p></td><td width="194"><p>Air ditampung sementara saat banjir, kemudian dilepas kembali setelah kondisi membaik.</p></td><td width="219"><p>Air disimpan sepanjang tahun sesuai pola operasi waduk.</p></td></tr><tr><td width="163"><p><strong>Kondisi waduk</strong></p></td><td width="194"><p>Umumnya memiliki ruang tampungan yang kosong pada kondisi normal agar siap menerima limpasan banjir.</p></td><td width="219"><p>Sebagian besar waktu berisi air dengan elevasi yang diatur sesuai kebutuhan operasional.</p></td></tr><tr><td width="163"><p><strong>Pemanfaatan air</strong></p></td><td width="194"><p>Berfokus pada mitigasi banjir.</p></td><td width="219"><p>Digunakan untuk air baku, irigasi, PLTA, konservasi sumber daya air, serta pengendalian banjir.</p></td></tr><tr><td width="163"><p><strong>Pola operasi</strong></p></td><td width="194"><p>Menitikberatkan pada pengurangan debit puncak banjir.</p></td><td width="219"><p>Menyeimbangkan antara kebutuhan penyimpanan air dan kapasitas tampungan untuk pengendalian banjir.</p></td></tr></tbody></table><p> </p><p>Melalui perbedaan tersebut dapat dipahami bahwa tidak semua bendungan memiliki fungsi yang sama. Bendungan penyimpan, seperti yang banyak dioperasikan untuk mendukung pengelolaan sumber daya air di Indonesia, dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar mengurangi risiko banjir.</p><p>Karena itu, pengoperasian bendungan penyimpan memerlukan perencanaan yang matang dan pemantauan secara terus-menerus. Setiap keputusan mengenai pelepasan maupun penyimpanan air harus mempertimbangkan kondisi hidrologi, keselamatan bendungan, serta kebutuhan masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.</p><p><strong>Apakah Infrastruktur Bendungan Saja Cukup Menahan Banjir Tanpa Konservasi Lingkungan?</strong></p><p>Bendungan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam pengendalian banjir, tetapi keberadaannya tidak dapat bekerja secara optimal tanpa didukung kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang tetap terjaga. Pengendalian banjir yang efektif memerlukan pendekatan terpadu, yaitu menggabungkan pengelolaan bendungan dengan upaya konservasi lingkungan, pengendalian erosi, serta pengelolaan tata ruang yang berkelanjutan.</p><p>Daerah tangkapan air memiliki peran sebagai &#8220;penyangga alami&#8221; sebelum air hujan mengalir menuju sungai dan waduk. Kawasan hutan yang masih terjaga mampu memperlambat aliran permukaan, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, serta mengurangi besarnya limpasan yang langsung menuju sungai. Sebaliknya, apabila tutupan vegetasi berkurang akibat alih fungsi lahan, air hujan akan lebih cepat mengalir ke badan sungai sehingga meningkatkan potensi banjir di wilayah hilir.</p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-dc2fa9e elementor-widget elementor-widget-image" data-id="dc2fa9e" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="863" height="486" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/09/image3.jpg" class="attachment-large size-large wp-image-12875" alt="" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Kawasan hutan dan daerah tangkapan air di sekitar Bendungan Lahor yang berperan dalam konservasi DAS, menjaga kapasitas tampungan waduk, serta mendukung pengendalian banjir.</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-4687549 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="4687549" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p>Kerusakan daerah tangkapan air juga mempercepat proses erosi. Material tanah yang terbawa aliran air akan masuk ke sungai dan akhirnya mengendap di waduk. Sedimentasi yang terus berlangsung dapat mengurangi kapasitas tampungan efektif waduk sehingga kemampuan bendungan dalam mengendalikan banjir maupun menyediakan cadangan air akan menurun apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan daerah hulu yang baik.</p><p>Karena itu, upaya konservasi lahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengelolaan sumber daya air. Rehabilitasi hutan, penanaman vegetasi di kawasan hulu, pengendalian erosi, serta perlindungan daerah resapan air membantu menjaga keseimbangan hidrologi sekaligus memperpanjang usia layanan bendungan.</p><p>Selain aspek lingkungan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga fungsi bendungan. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat menghambat aliran air, mempercepat pendangkalan, serta mengganggu kinerja bangunan pengatur air di sepanjang sungai maupun waduk. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan sungai merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengurangi risiko banjir.</p><p>Pengelolaan bendungan yang didukung oleh konservasi daerah aliran sungai, pemeliharaan infrastruktur, serta partisipasi masyarakat akan menghasilkan sistem pengendalian banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut memastikan bendungan dapat menjalankan fungsinya secara optimal, tidak hanya sebagai pengendali banjir, tetapi juga sebagai penyedia air baku, pendukung irigasi, pembangkit listrik tenaga air, dan penjaga keberlanjutan sumber daya air.</p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Cara kerja bendungan dalam pencegahan banjir pada dasarnya adalah mengatur aliran air agar debit yang mengalir ke wilayah hilir tetap berada dalam kapasitas sungai. Melalui proses penampungan sementara di waduk dan pelepasan air secara terkendali sesuai Pedoman Operasi Waduk, bendungan membantu mengurangi debit puncak banjir sekaligus memperlambat waktu datangnya aliran puncak ke wilayah hilir.</p><p>Dalam pelaksanaannya, operasi bendungan tidak dilakukan secara sederhana melalui pembukaan atau penutupan pintu air semata. Pengelola bendungan mempertimbangkan berbagai parameter teknis, mulai dari kondisi hidrologi dan hidrometeorologi, prakiraan cuaca, debit masuk (<em>inflow</em>), debit keluar (<em>outflow</em>), elevasi muka air waduk, kapasitas tampungan, hingga aspek keselamatan bendungan. Pendekatan berbasis data tersebut memastikan setiap keputusan operasi tetap mengutamakan keamanan masyarakat dan keandalan infrastruktur.</p><p>Namun demikian, bendungan bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi banjir. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi daerah aliran sungai, kapasitas sungai di hilir, sistem drainase, serta keberhasilan konservasi lingkungan. Oleh karena itu, pengendalian banjir yang berkelanjutan memerlukan sinergi antara pengelolaan bendungan, pelestarian daerah tangkapan air, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi sungai.</p><p>Dengan pengelolaan yang tepat dan didukung konservasi lingkungan, bendungan dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam mengurangi risiko banjir, tetapi juga dalam mendukung ketahanan air, irigasi, pembangkit listrik tenaga air, serta keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat.</p><p> </p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bendungan Lahor: Sejarah, Pembangunan, dan Spesifikasi Bendungan Strategis di DAS Brantas</title>
		<link>https://jasatirta1.co.id/2026/08/20/bendungan-lahor-sejarah-pembangunan-dan-spesifikasi-bendungan-strategis-di-das-brantas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Humas]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:29:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jasatirta1.co.id/?p=12811</guid>

					<description><![CDATA[Bendungan Lahor menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan pembangunan nasional Indonesia pasca kemerdekaan, perkembangan teknologi bendungan, hingga kerja sama internasional yang menjadi fondasi pembangunan infrastruktur modern di Indonesia. Bendungan Lahor di Kabupaten Malang menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sumber daya air di DAS Brantas. (Sumber : jasatirta1.co.id) Ketika membahas bendungan besar di Jawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[		<div data-elementor-type="wp-post" data-elementor-id="12811" class="elementor elementor-12811" data-elementor-post-type="post">
				<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-542d583 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="542d583" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-badaf7f elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="badaf7f" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><strong>Bendungan Lahor</strong><span style="font-weight: 400;"> menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan pembangunan nasional Indonesia pasca kemerdekaan, perkembangan teknologi bendungan, hingga kerja sama internasional yang menjadi fondasi pembangunan infrastruktur modern di Indonesia.</span></p>								</div>
				</div>
				<div class="elementor-element elementor-element-a674d7d elementor-widget elementor-widget-image" data-id="a674d7d" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="1999" height="1125" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/image2.jpg" class="attachment-full size-full wp-image-12813" alt="Foto udara Bendungan Lahor di Kabupaten Malang dengan waduk dan kawasan puncak bendungan." srcset="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/image2.jpg 1999w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/image2-1536x864.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1999px) 100vw, 1999px" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Bendungan Lahor di Kabupaten Malang menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan sumber daya air di DAS Brantas. (Sumber : jasatirta1.co.id)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-c9457b0 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="c9457b0" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-70c4837 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="70c4837" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><span style="font-weight: 400;">Ketika membahas bendungan besar di Jawa Timur, orang biasanya akan langsung mengingat Bendungan Sutami di Karangkates. Padahal, tidak jauh dari sana berdiri </span><span style="font-weight: 400;">Bendungan Lahor</span><span style="font-weight: 400;"> yang memiliki peran sama pentingnya dalam sistem pengelolaan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Terletak di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Bendungan Lahor merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang menjadi tulang punggung pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, hingga mendukung pembangkit listrik tenaga air. Keberadaannya bukan sekadar membendung aliran Sungai Lahor, tetapi menjadi bagian dari sistem pengelolaan air terpadu yang telah dirancang sejak puluhan tahun lalu.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Hingga kini, Bendungan Lahor masih memegang peranan strategis bagi masyarakat Jawa Timur. Selain fungsi teknisnya, kawasan bendungan juga berkembang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan sebagai destinasi wisata, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, hingga jalur penghubung antardaerah.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Di balik manfaat tersebut, Bendungan Lahor menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan pembangunan nasional Indonesia pasca kemerdekaan, perkembangan teknologi bendungan, hingga kerja sama internasional yang menjadi fondasi pembangunan infrastruktur modern di Indonesia.</span></p><h2><b>Sejarah Bendungan Lahor</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Pembangunan Bendungan Lahor tidak dapat dipisahkan dari sejarah besar pengembangan DAS Brantas. Pada era setelah Perang Dunia II, Indonesia mulai membangun berbagai infrastruktur strategis untuk mendukung ketahanan pangan, pengendalian banjir, dan penyediaan energi.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-57ce3b7 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="57ce3b7" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-ef905ee elementor-widget elementor-widget-image" data-id="ef905ee" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="2560" height="1440" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Bangunan-Pelimpah-scaled.png" class="attachment-full size-full wp-image-12814" alt="Foto historis pembangunan bangunan pelimpah Bendungan Lahor pada era 1970-an" srcset="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Bangunan-Pelimpah-scaled.png 2560w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Bangunan-Pelimpah-1536x864.png 1536w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Bangunan-Pelimpah-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Pembangunan bangunan pelimpah Bendungan Lahor pada tahap konstruksi proyek pada era 1970-an. (Dok. Arsip Perum Jasa Tirta I)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-4a51b63 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="4a51b63" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-bdf9332 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="bdf9332" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h3><b>Awalnya Direncanakan Menjadi Satu Bendungan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Pada tahap perencanaan awal, pemerintah sebenarnya ingin membangun satu bendungan besar yang membendung Sungai Brantas sekaligus Sungai Lahor di kawasan Pohgajih, Kabupaten Blitar.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-3316b89 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="3316b89" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-40891f3 elementor-widget elementor-widget-image" data-id="40891f3" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="2560" height="1440" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Inspeksi-terowongan-pengelak-Diversion-Tunnel-scaled.png" class="attachment-full size-full wp-image-12815" alt="Inspeksi terowongan pengelak Bendungan Lahor sebelum pengalihan aliran Kali Lahor." srcset="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Inspeksi-terowongan-pengelak-Diversion-Tunnel-scaled.png 2560w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Inspeksi-terowongan-pengelak-Diversion-Tunnel-1536x864.png 1536w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Inspeksi-terowongan-pengelak-Diversion-Tunnel-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Inspeksi terowongan pengelak (diversion tunnel) sebelum dilakukan pengalihan aliran Kali Lahor dalam proses pembangunan Bendungan Lahor.  (Dok. Arsip Perum Jasa Tirta I) </figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-edff73e e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="edff73e" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-c51ad6a elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="c51ad6a" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><span style="font-weight: 400;">Namun, hasil penyelidikan geologi menunjukkan bahwa kawasan tersebut didominasi batuan kapur dengan tingkat porositas tinggi. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan bendungan karena berpotensi menyebabkan rembesan air pada fondasi.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Akhirnya, desain proyek diubah. Sungai Brantas dibendung di Karangkates melalui Bendungan Sutami, sedangkan Sungai Lahor dibendung secara terpisah melalui Bendungan Lahor. Keputusan tersebut justru menghasilkan sistem pengelolaan air yang lebih fleksibel dan efisien.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-b8f02ca e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="b8f02ca" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-52dd441 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="52dd441" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h3><b>Dibangun pada Era 1970-an</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Pembangunan Bendungan Lahor dimulai pada Mei 1973 dan selesai pada tahun 1977. Proyek ini merupakan bagian dari </span><b>Karangkates Dam Extension (Lahor Dam)</b><span style="font-weight: 400;"> dan termasuk salah satu pembangunan bendungan besar di Indonesia pada masanya, dengan nilai investasi sekitar </span><b>11,712 miliar Yen Jepang</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dalam rangkaian pembangunan DAS Brantas, sumber pembiayaan setiap proyek tidak selalu sama. Sejumlah proyek memperoleh dukungan </span><b>Japanese Reparations (JR)</b><span style="font-weight: 400;"> atau dana pampasan perang Jepang. Sementara itu, Karangkates Dam Extension atau Bendungan Lahor memperoleh dukungan pembiayaan melalui </span><b>Overseas Economic Cooperation Fund (OECF) </b><span style="font-weight: 400;">bersama Pemerintah Indonesia. Proyek ini juga berkaitan dengan pembangunan tambahan fasilitas pembangkitan listrik di kompleks Karangkates.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Proyek pembangunan melibatkan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan berbagai perusahaan Jepang. Perencanaan dilakukan oleh Proyek Brantas bersama konsultan Nippon Koei, sementara beberapa komponen mekanik dan baja dipasok oleh perusahaan-perusahaan industri Jepang.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Setelah seluruh konstruksi selesai, Bendungan Lahor diresmikan pada 12 November 1977 oleh Presiden Soeharto. Empat tahun kemudian, kompleks bendungan utama Karangkates secara resmi diberi nama Bendungan Sutami sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air Indonesia.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-8d685f2 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="8d685f2" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-1462cdf elementor-widget elementor-widget-image" data-id="1462cdf" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="2560" height="1440" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Penandatanganan-Prasasti-Peresmian-Proyek-Bendungan-Wlingi-Proyek-Bendungan-Lahor-dan-Proyek-Perbaikan-Kali-Porong-oleh-Presiden-Republik-Indonesia-Jenderal-TNI-Soeharto-scaled.png" class="attachment-full size-full wp-image-12816" alt="Penandatanganan prasasti peresmian proyek Bendungan Lahor pada November 1977." srcset="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Penandatanganan-Prasasti-Peresmian-Proyek-Bendungan-Wlingi-Proyek-Bendungan-Lahor-dan-Proyek-Perbaikan-Kali-Porong-oleh-Presiden-Republik-Indonesia-Jenderal-TNI-Soeharto-scaled.png 2560w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Penandatanganan-Prasasti-Peresmian-Proyek-Bendungan-Wlingi-Proyek-Bendungan-Lahor-dan-Proyek-Perbaikan-Kali-Porong-oleh-Presiden-Republik-Indonesia-Jenderal-TNI-Soeharto-1536x864.png 1536w, https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/Penandatanganan-Prasasti-Peresmian-Proyek-Bendungan-Wlingi-Proyek-Bendungan-Lahor-dan-Proyek-Perbaikan-Kali-Porong-oleh-Presiden-Republik-Indonesia-Jenderal-TNI-Soeharto-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Presiden Soeharto menandatangani prasasti peresmian proyek Bendungan Lahor pada 12 November 1977. (Dok. Arsip Perum Jasa Tirta I)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-c6108be e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="c6108be" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-ba516ce elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="ba516ce" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h3><b>Melahirkan Generasi Insinyur Indonesia</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Salah satu dampak penting dari pembangunan Bendungan Lahor adalah proses transfer teknologi kepada para insinyur Indonesia.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Melalui Proyek Brantas, banyak tenaga teknik nasional memperoleh pengalaman langsung dalam merancang dan membangun bendungan berskala besar. Pengalaman tersebut kemudian menjadi modal lahirnya </span><b>PT Brantas Abipraya (Persero)</b><span style="font-weight: 400;"> pada tahun 1980.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">BUMN ini berkembang menjadi salah satu perusahaan konstruksi nasional yang berperan dalam pembangunan berbagai bendungan besar di Indonesia. Dengan kata lain, warisan Bendungan Lahor bukan hanya berupa infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konstruksi dan teknik sipil.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-628516c e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="628516c" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-777b66d elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="777b66d" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h2><b>Spesifikasi Teknis Bendungan</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Dari sisi rekayasa teknik, Bendungan Lahor dirancang untuk menghadapi kondisi hidrologi dan geologi di wilayah Jawa Timur yang memiliki curah hujan tinggi sekaligus berada di kawasan rawan gempa.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Karena itu, bendungan ini menggunakan tipe </span><b>urugan batu (rock fill dam)</b><span style="font-weight: 400;">. Dibandingkan bendungan beton, tipe urugan batu memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menyesuaikan diri terhadap pergerakan tanah serta lebih tahan terhadap aktivitas seismik.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Desain tersebut menjadi pilihan yang tepat mengingat Indonesia berada di kawasan </span><i><span style="font-weight: 400;">Ring of Fire</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang memiliki aktivitas tektonik cukup tinggi.</span></p><h3><b>Dimensi Bendungan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Secara fisik, Bendungan Lahor memiliki ukuran yang cukup besar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Beberapa spesifikasi utamanya meliputi:</span></p><table><tbody><tr><td><p><b>Spesifikasi</b></p></td><td><p><b>Keterangan</b></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Tipe bendungan</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">Urugan batu (Rock Fill Dam)</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Tinggi bendungan</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">74 meter</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Panjang mercu</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">433 meter</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Lebar mercu</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">10 meter</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Volume material urugan</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">±1,69 juta m³</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Elevasi muka air tinggi (HWL)</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">+272,70 meter</span></p></td></tr><tr><td><p><span style="font-weight: 400;">Elevasi muka air rendah (LWL)</span></p></td><td><p><span style="font-weight: 400;">+253,00 meter</span></p></td></tr></tbody></table><p><i><span style="font-weight: 400;">Sumber: Jasa Tirta I, Sutami Lahor Dam, hlm. 4. </span></i></p><p><span style="font-weight: 400;">Dimensi tersebut memungkinkan Bendungan Lahor menampung jutaan meter kubik air yang nantinya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengendalian banjir hingga suplai air bagi sektor pertanian dan pembangkit listrik.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-d53b1bf e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="d53b1bf" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-560e2bd elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="560e2bd" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h3><b>Sistem Tampungan Air</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Dalam operasionalnya, waduk Bendungan Lahor dibagi ke dalam beberapa zona tampungan yang memiliki fungsi berbeda.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-7cc7b6b e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="7cc7b6b" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-f29ffcc elementor-widget elementor-widget-image" data-id="f29ffcc" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="image.default">
				<div class="elementor-widget-container">
												<figure class="wp-caption">
										<img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="604" src="https://jasatirta1.co.id/wp-content/uploads/2026/08/image1.png" class="attachment-full size-full wp-image-12817" alt="" />											<figcaption class="widget-image-caption wp-caption-text">Ilustrasi pembagian zona tampungan waduk yang menunjukkan tampungan mati (dead storage), tampungan efektif (useful storage), dan tampungan banjir (flood storage) berdasarkan elevasi muka air waduk. (Sumber: Dokumen ilustrasi teknis)</figcaption>
										</figure>
									</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-4c8adcb e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="4c8adcb" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-be19860 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="be19860" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<p><span style="font-weight: 400;">Zona paling bawah disebut </span><b>dead storage</b><span style="font-weight: 400;"> atau tampungan mati. Area ini memang disediakan sebagai tempat mengendapnya sedimen sehingga tidak mengganggu kapasitas tampungan utama.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Di atasnya terdapat </span><b>tampungan efektif</b><span style="font-weight: 400;">, yaitu volume air yang dapat dimanfaatkan untuk operasional sehari-hari, baik untuk pengendalian banjir maupun distribusi air.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sementara itu, bagian paling atas difungsikan sebagai </span><b>Flood Control Pool</b><span style="font-weight: 400;">, yakni ruang khusus yang sengaja disediakan untuk menampung debit air saat terjadi hujan ekstrem. Dengan adanya ruang ini, bendungan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pembagian zona tampungan tersebut merupakan salah satu prinsip penting dalam pengelolaan bendungan modern karena memungkinkan air dikelola secara lebih aman dan efisien.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-1a0c1c2 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="1a0c1c2" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-70ea30c elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="70ea30c" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h3><b>Saluran Pelimpah</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Agar bendungan tetap aman saat debit sungai meningkat drastis, Bendungan Lahor dilengkapi dengan saluran pelimpah (</span><b>spillway</b><span style="font-weight: 400;">) tipe </span><b>Ogee tanpa pintu (non-gate overflow weir)</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saluran pelimpah ini memiliki panjang sekitar </span><b>375 meter</b><span style="font-weight: 400;"> dengan lebar bervariasi antara </span><b>8 hingga 35 meter</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Fungsi </span><i><span style="font-weight: 400;">spillway </span></i><span style="font-weight: 400;">sangat penting karena menjadi jalur pembuangan air apabila kapasitas waduk mulai mendekati batas maksimum. Dengan demikian, air tidak melimpas melewati puncak bendungan yang berpotensi membahayakan struktur utama.</span></p><h3 style="text-align: left;"><b>Terhubung Langsung dengan Bendungan Sutami</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Salah satu keunikan Bendungan Lahor dibandingkan bendungan lain di Indonesia adalah keberadaan </span><b>terowongan bawah tanah sepanjang sekitar 822 meter</b><span style="font-weight: 400;"> yang menghubungkannya dengan Bendungan Sutami.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Melalui terowongan tersebut, air dari Waduk Lahor dialirkan menuju sistem PLTA Sutami sehingga kedua bendungan dapat bekerja sebagai satu kesatuan sistem pengelolaan air.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Konsep ini memungkinkan pemanfaatan air menjadi lebih efisien, baik untuk kebutuhan pembangkitan listrik maupun pengaturan debit Sungai Brantas secara keseluruhan. Hingga kini, sistem interkoneksi tersebut masih menjadi salah satu inovasi penting dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
		<div class="aux-parallax-section elementor-element elementor-element-121b397 e-flex e-con-boxed e-con e-parent" data-id="121b397" data-element_type="container" data-e-type="container">
					<div class="e-con-inner">
				<div class="elementor-element elementor-element-648b7e5 elementor-widget elementor-widget-text-editor" data-id="648b7e5" data-element_type="widget" data-e-type="widget" data-widget_type="text-editor.default">
				<div class="elementor-widget-container">
									<h2 style="text-align: left;"><b>Peran Bendungan Lahor bagi Masyarakat dan Lingkungan</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Sejak mulai beroperasi pada tahun 1977, </span><span style="font-weight: 400;">fungsi Bendungan</span><span style="font-weight: 400;"> Lahor adalah sebagai bangunan pengendali air sekaligus infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor kehidupan di Jawa Timur. Mulai dari pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, hingga mendukung pembangkit listrik tenaga air, seluruh fungsi tersebut saling terintegrasi dalam sistem pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Di sisi lain, keberadaan bendungan juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kawasan yang awalnya hanya berfungsi sebagai infrastruktur kini berkembang menjadi pusat wisata, aktivitas ekonomi, hingga ruang publik yang dimanfaatkan setiap hari oleh warga.</span></p><h3><b>Fungsi Teknis Bendungan Lahor</b></h3><h4><b>1. Mengurangi Risiko Banjir di Hilir DAS Brantas</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Salah satu tujuan utama pembangunan Bendungan Lahor adalah mengendalikan debit air Sungai Lahor sebelum bergabung dengan Sungai Brantas.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Pada musim hujan, debit sungai dapat meningkat secara signifikan akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu. Tanpa adanya bendungan, lonjakan debit tersebut berpotensi menyebabkan banjir yang menggenangi kawasan permukiman, lahan pertanian, hingga infrastruktur publik.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Melalui kapasitas tampungan yang dimiliki, Bendungan Lahor mampu menahan sementara air hujan dan mengatur pelepasannya secara bertahap. Sistem ini membuat debit air yang mengalir ke hilir menjadi lebih stabil sehingga risiko banjir dapat ditekan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan data pengelolaan bendungan, kapasitas pengendalian banjir Bendungan Lahor mampu menurunkan debit banjir dari sekitar </span><b>790 meter kubik per detik</b><span style="font-weight: 400;"> menjadi sekitar </span><b>150 meter kubik per detik</b><span style="font-weight: 400;">, sehingga membantu melindungi kawasan hilir DAS Brantas dari dampak banjir musiman.</span></p><h4><b>2. Menyediakan Air Irigasi</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Selain mengendalikan banjir, Bendungan Lahor juga menjadi sumber air penting bagi sektor pertanian.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Air yang tersimpan di waduk dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi, terutama ketika memasuki musim kemarau. Dengan adanya pasokan air yang lebih stabil, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Keberadaan bendungan membantu mengairi sekitar </span><b>1.100 hektare</b><span style="font-weight: 400;"> lahan pertanian di sekitarnya. Bahkan melalui sistem pengelolaan terpadu bersama Bendungan Sutami, suplai air juga berkontribusi terhadap pengairan lebih dari </span><b>34.000 hektare</b><span style="font-weight: 400;"> lahan pertanian di wilayah hilir DAS Brantas.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Manfaat ini berpengaruh langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian karena petani memiliki kesempatan melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun.</span></p><h4><b>3. Mendukung Operasional PLTA Sutami</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Keunikan Bendungan Lahor terletak pada sistem interkoneksinya dengan Bendungan Sutami.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Air dari Waduk Lahor dialirkan melalui terowongan bawah tanah sepanjang sekitar </span><b>822 meter</b><span style="font-weight: 400;"> menuju sistem Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sutami.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Melalui sistem tersebut, Bendungan Lahor mendukung operasi PLTA Sutami yang memiliki kapasitas terpasang 105 MW atau tiga unit turbin berkapasitas masing-masing 35 MW.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Energi listrik yang dihasilkan menjadi bagian dari sistem kelistrikan Jawa-Bali dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan listrik, terutama saat terjadi lonjakan konsumsi pada jam-jam beban puncak.</span></p><h4><b>4. Menyuplai Air Baku untuk PDAM</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Fungsi penting lainnya adalah sebagai penyedia air baku.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Air yang tersimpan di Bendungan Lahor dimanfaatkan sebagai sumber air untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui perusahaan daerah air minum (PDAM). Dengan adanya pasokan ini, kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah dapat terpenuhi secara lebih berkelanjutan, termasuk ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.</span></p><h3><b>Fungsi Sosial Bendungan Lahor</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Selain memberikan manfaat dari sisi teknis, Bendungan Lahor juga memiliki nilai sosial dan ekonomi yang terus berkembang sejak pertama kali beroperasi.</span></p><h4><b>1. Menjadi Destinasi Taman Wisata Lahor</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Panorama waduk yang dikelilingi perbukitan hijau menjadikan kawasan Bendungan Lahor berkembang sebagai destinasi wisata keluarga.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Saat ini kawasan tersebut dikenal sebagai </span><b>Taman Wisata Lahor</b><span style="font-weight: 400;">, yang menawarkan berbagai fasilitas rekreasi seperti:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">area bermain anak</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">gazebo</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">area outbound</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">penyewaan perahu</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">banana boat</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">speed boat</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">camping ground</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">spot fotografi</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Paddling </span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Suasana yang tenang membuat kawasan ini menjadi pilihan wisata alam bagi masyarakat Malang maupun wisatawan dari daerah lain.</span></p><h4><b>2. Jalur Pintas bagi Komuter</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Mercu Bendungan Lahor juga dimanfaatkan sebagai jalur penghubung antara wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Keberadaan jalur tersebut memangkas waktu tempuh masyarakat secara signifikan dibandingkan harus memutar melalui jalan utama.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Bagi warga sekitar, akses ini membantu mempercepat mobilitas sehari-hari, baik untuk bekerja, berdagang, maupun mengakses fasilitas pendidikan dan layanan publik.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Sebagai bagian dari pelestarian infrastruktur vital, akses melintas di Puncak Bendungan Lahor kini dibatasi secara bertahap. Langkah preventif ini diambil demi keselamatan kawasan, mengingat getaran lalu lintas berpotensi mempengaruhi struktur timbunan dan instrumen pemantauan sensitif di area bendungan.</span></p><h4><b>3. Mendorong Pertumbuhan UMKM</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Berkembangnya kawasan wisata turut membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Banyak warga yang kini membuka usaha kuliner, warung makan, kios oleh-oleh, hingga penyewaan peralatan rekreasi di sekitar bendungan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Aktivitas tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Karangkates dan sekitarnya.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Keberadaan Bendungan Lahor membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur juga mampu menciptakan efek berganda (</span><i><span style="font-weight: 400;">multiplier effect</span></i><span style="font-weight: 400;">) terhadap perekonomian lokal.</span></p><h4><b>4. Sentra Perikanan dan Memancing</b></h4><p><span style="font-weight: 400;">Waduk Bendungan Lahor juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Masyarakat memanfaatkan kawasan ini untuk budidaya ikan melalui keramba maupun kegiatan perikanan tangkap. Selain itu, bendungan juga dikenal sebagai salah satu lokasi favorit bagi penghobi memancing.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Beberapa jenis ikan yang banyak dijumpai antara lain nila, mujair, gurami, tombro, lele, dan bader.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Aktivitas perikanan tersebut memberikan nilai ekonomi tambahan sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis alam.</span></p><h2 style="text-align: left;"><b>Pengelolaan Bendungan Lahor oleh Perum Jasa Tirta I</b></h2><p><span style="font-weight: 400;">Sebagai salah satu infrastruktur strategis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Bendungan Lahor dikelola oleh </span><b>Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I</b><span style="font-weight: 400;">. BUMN ini mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan sebagian tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya air pada wilayah kerjanya dengan tetap memperhatikan fungsi sosial serta kelestarian lingkungan.</span></p><h3><b>Dasar Hukum Pengelolaan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Pengelolaan Bendungan Lahor oleh Perum Jasa Tirta I memiliki landasan hukum yang jelas. Salah satunya adalah </span><b>Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2010 tentang Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I</b><span style="font-weight: 400;">, yang mengatur tugas dan fungsi perusahaan dalam pengelolaan sumber daya air. Regulasi ini juga menjadi dasar bagi pemerintah dalam menetapkan maupun memperluas wilayah kerja Perum Jasa Tirta I.</span></p><h3><b>Cakupan Tugas Pengelolaan</b></h3><p><span style="font-weight: 400;">Dalam menjalankan pengelolaan Bendungan Lahor, Perum Jasa Tirta I tidak hanya bertanggung jawab menjaga kondisi fisik bendungan, tetapi juga memastikan seluruh fungsi bendungan dapat berjalan secara optimal.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Secara umum, pengelolaan tersebut meliputi:</span></p><ul><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">mengatur tinggi muka air waduk sesuai kebutuhan operasional;</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">mengendalikan pelepasan debit air untuk mendukung pengendalian banjir dan distribusi air;</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">melakukan inspeksi rutin terhadap struktur bendungan serta peralatan pendukung;</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">melaksanakan operasi dan pemeliharaan (</span><i><span style="font-weight: 400;">operation and maintenance</span></i><span style="font-weight: 400;">) agar bendungan tetap aman dan andal;</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">mengendalikan sedimentasi melalui kegiatan pemeliharaan dan konservasi daerah tangkapan air; serta</span></li><li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">mendukung pemanfaatan air untuk irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air, dan kebutuhan masyarakat lainnya.</span></li></ul><p><span style="font-weight: 400;">Dalam praktiknya, pengelolaan Bendungan Lahor juga mengedepankan prinsip </span><b>pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan</b><span style="font-weight: 400;">. Artinya, bendungan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga dijaga agar tetap mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Lebih dari empat dekade sejak diresmikan, Bendungan Lahor tetap menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran vital bagi Jawa Timur. Keberadaannya tidak hanya membantu mengendalikan banjir, menyediakan air irigasi, mendukung pembangkit listrik, dan memasok air baku, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.</span></p><p><span style="font-weight: 400;">Dengan pengelolaan yang berkelanjutan serta upaya konservasi daerah aliran sungai, </span><span style="font-weight: 400;">Bendungan Lahor</span><span style="font-weight: 400;"> diharapkan dapat terus menjalankan fungsinya sebagai penyangga kehidupan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah DAS Brantas.</span></p>								</div>
				</div>
					</div>
				</div>
				</div>
		]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
