Enter your keyword

Pengelolaan Kuantitas Air

Perum Jasa Tirta I

Perusahaan telah mengembangkan teknologi sistem telemetri berbasis GSM untuk meningkatkan kemampuan monitoring kuantitas air. Peralatan telemetri yang sudah dipasang di Wilayah Sungai Kali Brantas meliputi 62 stasiun ARR dan 36 stasiun AWLR untuk back up peralatan Flood Forecasting and Warning System (FFWS) yang telah ada. Sedangkan di Wilayah Sungai Bengawan Solo telah dipasang sebanyak 29 stasiun ARR dan 27 (dua puluh enam) stasiun AWLR.

PJT I sebagai BUMN pengelola sungai dan wilayah sungai, saat ini mempunyai peran penting dalam pemberian izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan. Dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 2010 tentang Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I pasal 4 ayat (1) c, PJT I memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pembuatan pertimbangan teknis dan saran dalam proses penerbitan izin pengambilan dan pemanfaatan air permukaan. Pembuatan pertimbangan teknis dan saran tersebut dilakukan oleh Biro Informasi dan Lingkungan khususnya pada Bagian Lingkungan.

Pertimbangan teknis dan saran ini nantinya akan dipakai oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) / Balai Wilayah Sungai (BWS) sebagai dasar pembuatan rekomendasi teknis sesuai Pasal 25 Peraturan Menteri Pekerjaan Umu dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 01/PRT/M/2016 tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air.