Enter your keyword

Pengelolaan Daerah Tangkapan hujan

Perum Jasa Tirta I

Terjadi kerusakan pada daerah tangkapan hujan karena adanya penambahan sedimentasi waduk, peningkatan erosi, dan matinya atau berkurangnya debit mata air. Ketiga hal diatas terjadi karena kerusakan di bagian hulu suatu Wilayah Sungai (WS). Kerusakan terjadi terutama karena pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak mengikuti norma-norma konservasi lahan serta adanya kegiatan penggundulan hutan. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) berakibat makin berkurangnya ketersediaan sumberdaya air di WS Brantas dan Bengawan Solo, khususnya ketersediaan aliran dasar (baseflow) di musim kemarau.

Perusahaan melakukan banyak kegiatan konservasi yang dilakukan sendiri maupun bekerja sama dengan pihak lain seperti instansi terkait, perguruan tinggi, sekolah, kelompok masyarakat dan organisasi non-pemerintah. Kegiatan konservasi dilakukan di Wilayah Sungai maupun area penyangga waduk. Salah satu kegiatan konservasi dilakukan di Waduk Wonogiri bekerjasama dengan PT. Bakti Usaha Menanam Nusantara Hujau Lestari I (PT. BUMN HL I). Kegiatan lain yang dilakukan adalah pembangunan bangunan pengendali sedimen/ dam penahan (gully plug), terasering, biopori, dan sebagainya.

Perusahaan melakukan penggelontoran (flushing) dan pengerukan (dregding) untuk menangani penurunan tampungan air di beberapa waduk utama di WS Brantas dan Bengawan Solo(Waduk Sengguruh, Sutami, Wlingi, Selorejo, Wonogiri) dan Waduk Siruar di WS Toba Asahan. Menurunnya kapasitas waduk tersebut dapat mempengaruhi upaya pengendalian banjir dan mengurangi pelayanan air baku kepada para pemanfaat.Perusahaan telah melakukan penanaman pohon sebanyak 864.917 batang pohon pada tahun 2015 sebagai komitmen Perusahaan dalam upaya penurunan emisi gas karbon 26,0% sampai tahun 2020 dan mengatasi pemanasan global.