Enter your keyword

Pengelolaan Banjir

Perum Jasa Tirta I

Pengendalian banjir dilakukan di sepanjang Wilayah Sungai (WS) Brantas, Bengawan Solo, Serayu Bogowonto, Jratunseluna, dan Toba Asahan. Kebijakan utama Perusahaan dalam hal ini adalah meningkatkan kesiapan menghadapi banjir dan kekeringan. Di samping itu, Perusahaan terus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk bersamasama melakukan pengendalian banjir.

Secara periodik, Perusahaan memantau curah hujan dan debit air di sungai utama maupun anak sungai dalam sistem WS Brantas (seluas 12.000 km2 ) dan WS Bengawan Solo (16.100 km2 ). Pemantauan dilakukan dengan peralatan telemetri yang mempunyai Pusat Pengendali (Master Control Station) di Kantor Pusat (Malang) dan Kantor Korwil Bengawan Solo (Surakarta). Data ini digunakan untuk menghitung/memprediksi banjir, distribusi banjir dan peringatan dini banjir sepanjang WS Brantas (320 Km) dan Bengawan Solo (600 Km).

Pengendalian banjir dilakukan dengan pengoperasian bangunan prasarana pengendalian banjir (waduk, tanggul, pintu air dan floodway,dan lain-lain) serta didukung peralatan telemetri dan early warning system(EWS) berbasis masyarakat. Pada beberapa anak sungai yang belum didukung bangunan prasarana pengendali banjir telah dipasang peralatan peringatan dini banjir.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman banjir, Perusahaan telah memasangEWS berbasis masyarakat yang terdiri atas tujuh unit stasiun pemantau curah hujan dan 21 unit stasiun pemantau tinggi muka air sungai di Wilayah Sungai Kali Brantas. Sedangkan di WS Bengawan Solo,dipasang EWS – MIM (Monitoring Instrumentasi Masyarakat) yang terdiri atas 35 (tiga puluh dua) unit EWS – MIM.

Untuk meningkatkan kemampuan monitoring kuantitas air, Perusahaan telah mengembangkan teknologi sistem telemetri berbasis GSM. Peralatan telemetri yang sudah dipasang di Wilayah Sungai Kali Brantas meliputi 24 stasiun ARR dan 18 stasiun AWLR untuk back up peralatan Flood Forecasting and Warning System(FFWS) yang telah ada, dan memasang 38 ARR dan 15 AWLR pada lokasi baru. Sedangkan di Wilayah Sungai Bengawan Solo telah dipasang sebanyak 26 stasiun ARR dan 26 (dua puluh enam) stasiun AWLR.

Selama tahun 2015, bersama dengan pemerintah daerah setempat, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan Bengawan Solo, dan pemangku kepentingan terkait, Perusahaan telah melakukan langkah-langkah pengendalian banjir, termasuk penanganan saat terjadi bencana banjir. Program yang dijalankan Perusahaan untuk mengandalikan banjir di WS Kali Brantas dan Bengawan Solo antara lain sebagai berikut:

  • Pengecekan bangunan prasarana pengendali banjir (tanggul kritis, pintu air, dan sebagainya)
  • Penyiapan Buku Pedoman Siaga Banjir
  • Penyiapan Petugas Piket Banjir selama musim hujan untuk pemantauan dan pelaporan parameter banjir (curah hujan, tinggi muka air, dan debit).
  • Pengoperasian bangunan prasarana pengendali banjir.
  • Melaksanakan tindak darurat bersama instansi terkait saat terjadi bencana banjir
  • Pembuatan, pemeliharaan, dan pengembangan peralatan Early Warning System banjir berbasis masyarakat.
  • Pembuatan, operasional, pemeliharaan,dan pengembangan peralatan pemantau curah hujan
  • ARR dan tinggi muka air (AWLR) berbasis GSM.