Enter your keyword

Semarak Sepasar ing Bening

Info seputar Jasa Tirta 1

Semarak Sepasar ing Bening

Semarak Sepasar ing Bening

Selesai sudah rangkaian acara kegiatan Sepasar Ing Bening. Acara puncak yaitu Larung Sesaji telah dilaksanakan pada Hari Minggu 29 September 2019. Acara menarik perhatian khalayak dan menyedot atensi tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Madiun. Berbondong-bondong orang hadir untuk menyemarakkan acara Larung Sesaji yang menjadi bagian dari budaya di Madiun. Hadir dalam acara yaitu Bupati Madiun Bapak Ahmad Dawami, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ibu Crystiyarti Arini dan tentunya Direktur Utama Perum Jasa Tirta I Bapak Raymond Valiant Ruritan.

Acara dimulai dengan kirab Buceng Bogomulyo melintasi tubuh bendungan Bening menuju lokasi pelarungan. Dalam perjalanan ke dermaga, beragam kesenian tradisional Madiun mengiringi prosesi kirab sampai ke tujuan. Mulai dari reog dan beragam tarian khas Madiun, seperti Dongkrek, beriringan seirama sembari mengusung tiga tumpeng besar. Tumpeng pertama terbuat dari susunan bawang merah sebagai simbol kemakmuran hasil bumi dari sawah ladang yang terairi oleh Waduk Bening. Berikutnya ada tumpeng yang terbuat dari susunan Ikan Mujair setinggi 1,5 meter sebagai simbol rasa syukur atas hasil perairan berupa perikanan darat di waduk. Tumpeng utama yang nantinya dilarung ke tengah waduk terbuat dari pakan ikan atau “dedak dan lumut”, tumpeng seberat 200 kg ini berbentuk ikan Nila yang merupakan salah satu jenis ikan yang banyak terdapat di perairan waduk.
•\
Sesampai di lokasi, rombongan kirab disambyt oleh Tari Gambyong yang merupakan tarian khas penyambutan budaya Jawa Timur. Selanjutnya secara bergiliran sambutan dari Direktur Utama PJT I, Bupati Madiun, dan terakhir oleh Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka seremonial acara siang hari itu.
“Kegiatan larung ini merupakan agenda tahunan masyarakat sekitar Waduk Bening, tahun ini sudah yang ke – 14 kalinya. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya sekaligus berbuat lebih kepada lingkungan waduk yang setiap tahunnya telah meberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.” sambut Direktur Utama PJT I. “Tumpeng yang dilarung pun terbuat dari pakan ikan, sehingga bisa sekaligus memberi makan ikan yang ada di Waduk” tambah beliau.

Pentas silat dari tujuh perguruan yang ada di Madiun juga menjadi salah satu bagian menarik dalam acara Larung Sesaji di Waduk Bening. Aksi “pesilat cilik” sukses menghibur seluruh Masyarakat Madiun yang tumpah ruah hadir di lokasi acara. Pada kesempatan ini Direktur Utama juga memberikan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan kepada perguruan silat dan para peserta festival Dongkrek. Harapannya agar kesenian tradisional khas Madiun ini tetap terjaga kelestariannya, terus menurun ke generasi selanjutnya.

Memasuki prosesi Larung, iring-iringan bergerak ke Dermaga Waduk Bening sembari diikuti oleh seluruh masyarakat yang hadir. Setelah tumpeng utama “Buceng Bogo Mulyo” dilarung, acara dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati dan penanaman bibit pohon sebagai bentuk aksi pelestarian lingkungan sekitar Waduk.

Acara ini sebagai bentuk syukur atas rahmat dari Tuhan YME dan juga menjadi upaya dari PJT I untuk terus melestarikan budaya turun temurun warisan nenek moyang.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz